Matangkan Persiapan Tim Ad Hoc Pemeringkatan dan Layanan Internasional, Rektor UIN RIL Tekankan Komitmen Bersama

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Sertifikasi, Akreditasi dan Layanan Internasional Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mematangkan persiapan kerja Tim Ad Hoc Pemeringkatan, Akreditasi dan Layanan Internasional di Ruang Sidang lt.8, Rabu (20/5/2026).[De]

Pusat Sertifikasi, Akreditasi dan Layanan Internasional Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mematangkan persiapan kerja Tim Ad Hoc Pemeringkatan, Akreditasi dan Layanan Internasional di Ruang Sidang lt.8, Rabu (20/5/2026).[De]

BANDAR LAMPUNG – Pusat Sertifikasi, Akreditasi dan Layanan Internasional Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mematangkan persiapan kerja Tim Ad Hoc Pemeringkatan, Akreditasi dan Layanan Internasional di Ruang Sidang lt.8, Rabu (20/5/2026).

Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mendukung pengembangan kampus, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang dihadapi bersama saat ini.

Ia menyebutkan kondisi UIN RIL dalam dua tahun terakhir mengalami efisiensi dan penajaman anggaran sehingga belum secerah tahun-tahun sebelumnya. Namun menurutnya, keterbatasan bukan menjadi hambatan untuk terus bergerak.

“Yang paling penting dalam berorganisasi itu bukan ketersediaan anggaran, tetapi kekuatan spirit, kemauan, dan itikad baik dari individu-individunya. Kalau spirit dan tekad itu ada, akan terbuka ide-ide kreatif dan realistis yang bisa membuka jalan keluar,” ujar Rektor.

Dalam kesempatan itu, Rektor juga mengenang awal pengembangan layanan internasional di UIN RIL. Ia mengaku terlibat langsung menghadirkan mahasiswa internasional pertama saat masih menjabat Direktur Pascasarjana pada 2008/2009.

“Saat itu modalnya hanya relasi sebagai alumni luar negeri dari Rusia. Tahun 2009 mulai mendapat kontak HKLN (Kemenag) dan perlahan bisa menghadirkan mahasiswa asing di IAIN Raden Intan,” katanya.

Menurutnya, pembentukan pusat baru di bawah LPM dengan keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkembang. Karena itu dibentuk Tim Ad Hoc untuk menyatukan visi dan langkah dalam mendukung pengembangan UIN RIL sesuai rencana strategis kampus.

Rektor mengatakan, saat memulai program internasionalisasi dahulu dirinya bekerja hampir seorang diri. Namun kini seluruh unsur kampus telah memberikan dukungan terhadap tiga pilar utama UIN RIL, yakni internasionalisasi, digitalisasi, dan kemandirian kampus.

Baca Juga:  Bupati Ayu Pimpin Rapat Evaluasi MPP

“Tiga pilar utama itu harus bisa landing, bukan hanya di periode pertama, tetapi harus terus dilanjutkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh tim membangun pemahaman bersama bahwa tidak ada hal yang tidak bisa dicapai jika dikerjakan secara bersama-sama. Selain fokus pada pemeringkatan dan akreditasi internasional, tim juga diminta ikut mendukung penerimaan mahasiswa baru (PMB).

“Kegiatan PMB itu tanggung jawab kita semua. Selain kekuatan digital, bapak ibu juga menjadi penyambung lidah dan duta kampus untuk mempromosikan UIN RIL,” kata Rektor.

Rektor turut meminta setiap koordinator melaporkan perkembangan kerja tim secara berkala setiap bulan pada waktu yang telah ditentukan.

Adapun fokus yang akan dikerjakan tim meliputi akreditasi internasional program studi, di antaranya klaster akreditasi ACQUIN pada Pascasarjana untuk Program Studi S2 Ekonomi Syariah, S2 Hukum Ekonomi Syariah, S2 Pendidikan Agama Islam, dan S3 Ekonomi Syariah.

Selain itu, klaster akreditasi ASIIN di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mencakup Program Studi Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Fisika.

Ketua LPM UIN RIL Bambang Irfani, Ph.D., mengatakan pihaknya mengundang 53 orang yang termasuk Tim Ad Hoc yang dibentuk untuk mendukung pusat baru tersebut.

Ia menjelaskan pusat ini menjadi titik sentral seluruh kegiatan internasionalisasi di UIN RIL, mulai dari sertifikasi, pemeringkatan, akreditasi hingga layanan internasional. Karena itu, menurutnya, beban kerja yang ada tidak mungkin ditanggung satu pusat saja.

Baca Juga:  PH Agus Bhakti Nugroho Desak Kasus Sumpah Palsu – Kejahatan Menista Tersangka H. Nuryadin segera Dilimpahkan ke Pengadilan

“Kita harus bersama-sama saling bahu membahu agar program-program ini terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Bambang menambahkan, capaian pemeringkatan yang telah dimiliki seperti Webometrics dan UniRank harus dipertahankan sambil mulai merancang langkah menuju akreditasi internasional program studi dan QS by Subject. “Ini harus ada komitmen bersama agar bisa terealisasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D., menyampaikan target UIN RIL pada pemeringkatan Times Higher Education (THE) berada di kisaran 850–1000 dunia.

Ia menyebut UIN RIL masih relatif baru dalam QS World University Ranking dan akreditasi internasional, sementara capaian Webometrics dan UniRank dan lainnya tinggal ditingkatkan.

Kemudian, Wakil Rektor III UIN RIL Bambang Budiwiranto, Ph.D., menyoroti implementasi kerja sama internasional yang menurutnya perlu dipetakan kembali. Ia menegaskan program internasionalisasi yang dicanangkan pimpinan kampus harus diimbangi dengan kecepatan kerja di seluruh unit.

Tim Ad Hoc sendiri memiliki tugas memberikan saran, pertimbangan dan arahan strategis kepada Kepala Pusat Sertifikasi, Akreditasi dan Layanan Internasional dalam pelaksanaan program dan kegiatan. Selain itu, tim juga membantu pelaksanaan kegiatan pemeringkatan, akreditasi dan layanan internasional serta melaksanakan koordinasi dan fasilitasi sesuai bidang tugas masing-masing.

Tim tersebut terdiri dari Tim UI GreenMetric dan THE, Tim QS World Ranking dan Akreditasi Internasional Program Studi (ASIIN/ACQUIN), Tim Webometrics, ScimagoRanks dan UniRanks, serta Tim Layanan dan Kerja Sama Internasional.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Begawi Festival 2026, Gubernur Mirza Dorong Generasi Muda Kreatif Tanpa Meninggalkan Budaya
Lamban Sastra Isbedy Gelar Bengkel Sastra  
Dukung Percepatan Legalitas Aset Daerah, BPN Mesuji Hadiri Undangan Penyerahan Sertipikat Tanah Jalan Provinsi Lampung
Gelapkan Motor Warga Tanggamus, Seorang Pria Asal Lampura Diringkus Polisi
Wagub Jihan: Kejuaraan Renang Piala Kemenpora Jadi Ajang Cetak Atlet Berkarakter dan Berprestasi
Wagub Lampung Dampingi Pendataan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Masyarakat Dukung Data Berkualitas
Naik Damri Menuju Tiongkok
Kadis Kominfo Tanggamus Teken Kerja Sama Sertifikat Elektronik dengan BSSN, Tanggamus Jadi Pemanfaat TTE Tertinggi dari 21 Daerah
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:58 WIB

Begawi Festival 2026, Gubernur Mirza Dorong Generasi Muda Kreatif Tanpa Meninggalkan Budaya

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:44 WIB

Lamban Sastra Isbedy Gelar Bengkel Sastra  

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:16 WIB

Dukung Percepatan Legalitas Aset Daerah, BPN Mesuji Hadiri Undangan Penyerahan Sertipikat Tanah Jalan Provinsi Lampung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:08 WIB

Gelapkan Motor Warga Tanggamus, Seorang Pria Asal Lampura Diringkus Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:53 WIB

Wagub Jihan: Kejuaraan Renang Piala Kemenpora Jadi Ajang Cetak Atlet Berkarakter dan Berprestasi

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Lamban Sastra Isbedy Gelar Bengkel Sastra  

Minggu, 12 Jul 2026 - 06:44 WIB

Anggota Unit Reskrim Polsek Tanjung Raya, berhasil menangkap tersangka tindak pidana penipuan atau penggelapan yang terjadi di Desa Kagungan Dalam, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji pada jumat tanggal 14 November 2025 lalu.[Na]

#indonesiaswasembada

Gelapkan Motor Warga Tanggamus, Seorang Pria Asal Lampura Diringkus Polisi

Sabtu, 11 Jul 2026 - 19:08 WIB