TANGGAMUS — Koperasi Tirto Kencono menggelar pelatihan pembuatan dodol kopi di Pekon Air Naningan, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. Kegiatan melalui Program ICARE ini bertujuan meningkatkan keterampilan pengolahan kopi lokal menjadi produk bernilai tambah.
Pelatihan diikuti anggota tiga Kelompok Wanita Tani (KWT), yakni KWT Lestari Rahayu dari Pekon Air Kubang yang diketuai Tin Watini, KWT Harum Manis dari Pekon Air Naningan yang diketuai Erna Budi Lestari, serta KWT Batu Tegi Indah dari Pekon Batu Tegi yang diketuai Junariyah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktikkan pemilihan bahan baku, penyusunan formula, pengolahan dodol kopi, pengendalian mutu, dan pengemasan. Keterampilan itu diharapkan dapat membantu kelompok mengembangkan produk olahan kopi yang layak dipasarkan.
Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Lampung dan tim akademisi Universitas Lampung. Tim tersebut diketuai Prof. Sri Hidayati dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, bersama Prof. Muhammad Sarkowi dan Nurullia Febriati.
Ketua Koperasi Tirto Kencono, Sri Rejeki, mengatakan pengolahan dodol membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh nilai ekonomi lebih tinggi dari kopi setempat.
“Melalui inovasi pengolahan seperti dodol kopi, masyarakat tidak hanya menjual kopi sebagai bahan mentah, tetapi dapat menciptakan produk turunan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh kelompok tani sehingga mampu menjadi produk unggulan daerah,” ujar Sri Rejeki.
Setelah pelatihan, pengembangan dodol kopi masih memerlukan langkah lanjutan, termasuk menjaga konsistensi mutu, menyempurnakan kemasan, dan memperluas pemasaran agar dapat menjadi usaha yang berkelanjutan bagi anggota KWT.
Penulis : Anis
Editor : Ahmad Novriwan
















