Konflik Gajah vs Warga, Dibangun Proyek Pagar

Senin, 26 Januari 2026 | 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAY KAMBAS – Upaya mengakhiri konflik berkepanjangan antara gajah liar Sumatera dan warga desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, mulai menemukan titik terang.

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan langkah terpadu, mulai dari pembangunan pagar permanen hingga keterlibatan langsung personel TNI di lapangan.

Pagar pembatas sepanjang sekitar 60 hingga 70 kilometer akan dibangun di sepanjang batas kawasan TNWK.

Proyek ini direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dan saat ini telah memasuki tahap survei.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor lingkungan, keselamatan satwa, serta efektivitas perlindungan bagi warga.

Sambil menunggu pembangunan rampung, TNI diterjunkan untuk membantu masyarakat desa penyangga mengantisipasi masuknya kawanan gajah ke permukiman.

Baca Juga:  Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Panglima Kodam XX/21 Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa keterlibatan prajurit merupakan bagian dari tugas perbantuan TNI kepada pemerintah daerah.

“Personel dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Labuhan Ratu membantu masyarakat menghalau gajah liar sekaligus menjaga keamanan desa penyangga Taman Nasional Way Kambas,” ujar Kristomei.

Langkah ini dinilai krusial mengingat konflik manusia dan gajah di kawasan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun.

Warga kerap mengalami kerugian akibat rusaknya lahan pertanian dan fasilitas umum. Dalam sejumlah kasus, konflik bahkan berujung pada korban jiwa.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.

Baca Juga:  Inovasi Teknologi China Memukau Media Asia Pasifik Tiongkok

“Selain pembangunan infrastruktur, keterlibatan TNI diperlukan untuk menjaga kondusivitas wilayah dan meminimalkan ancaman gajah liar ke permukiman,” kata Ela.

Harapan besar pun disematkan pada pembangunan pagar permanen tersebut.

Pemerintah menilai langkah ini sebagai solusi jangka panjang agar gajah tetap berada di habitat alaminya, sementara warga desa penyangga dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dihantui rasa cemas.

Tragedi terbaru yang menewaskan Kepala Desa Braja Asri, Darusmas, akibat serangan gajah liar saat berupaya melindungi wilayahnya, menjadi pengingat bahwa penyelesaian konflik ini tidak lagi bisa ditunda.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung Timur

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Hubungan Perbukuan Tiongkok-Indonesia Makin Erat
Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak “Pelanggar” Hormuz
Al-Masirah: Arab Saudi Hantam Yaman Barat
Komisi 3 Berkunjung ke Rumah Kapolri Baru, Bawa 7 ‘Oleh-oleh’
Pengamat Militer Stanislaus Dukung Penuh Film ‘Ageman’
Elon Musk Pimpin Proyek Pentagon; Kajian Perang Masa Depan
Suara F-PKB tuk Kapolri Baru; Layani beri Kepastian
Tugas Benny untuk Suyudi: Hapus ‘no viral no justice’

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Hubungan Perbukuan Tiongkok-Indonesia Makin Erat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak “Pelanggar” Hormuz

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Al-Masirah: Arab Saudi Hantam Yaman Barat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Komisi 3 Berkunjung ke Rumah Kapolri Baru, Bawa 7 ‘Oleh-oleh’

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Pengamat Militer Stanislaus Dukung Penuh Film ‘Ageman’

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 30 September 2026 ini memperlihatkan upacara pembukaan Indonesia International Book Fair 2026 di Jakarta. (Xinhua)

Berita Utama

Hubungan Perbukuan Tiongkok-Indonesia Makin Erat

Minggu, 4 Okt 2026 - 15:13 WIB

Berita Utama

Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak “Pelanggar” Hormuz

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:08 WIB

Foto tangkapan layar yang disediakan oleh Pusat Media Houthi pada 27 September 2026 ini menunjukkan orang-orang bereaksi di sebuah pasar setelah serangan udara, yang diduga dilakukan Arab Saudi, menargetkan pasar tersebut di Taiz, Yaman barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Al-Masirah: Arab Saudi Hantam Yaman Barat

Minggu, 4 Okt 2026 - 12:07 WIB

Ken-Stanislus; Sahabat Perjuangan

Berita Utama

Pengamat Militer Stanislaus Dukung Penuh Film ‘Ageman’

Minggu, 4 Okt 2026 - 11:03 WIB