Ketum JMSI: Kawal Pemilu 2024

Senin, 6 Juni 2022 | 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teguh Santosa, Ketua Umum JMSI Pusat

Teguh Santosa, Ketua Umum JMSI Pusat

Laporan: Yulizar

PADANG – Anggota Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) diminta untuk ikut mengawal dengan sebaik mungkin pemilihan umum yang akan dilakukan pada tahun 2024 mendatang.

Pengawalan itu untuk memastikan prosedur atau tahapan-tahapan Pemilu 2024 berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, juga agar Pemilu 2024 benar-benar dapat menjadi mekanisme politik yang menawarkan dan menghadirkan gagasan-gagasan baru demi kemajuan bangsa dan negara.

Permintaan itu disampaikan Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema “Peran Media Mensukseskan Pemilu 2024 Berkualitas dan Berintegritas” yang diselenggarakan JMSI Sumatera Barat di Convention Hall KM 13, Bukit Lampu, Kota Padang, Minggu (5/6).

“Kita harus mengawal Pemilu 2024 agar tidak sekadar bersifat prosedural, tapi juga substansial. Artinya, selain memberikan perhatian pada aspek prosedur atau tahapan-tahapan pemilu, media juga harus menjadi ruang temu bagi gagasan-gagasan yang ditawarkan peserta pemilu,” ujar Teguh Santosa.

“Media juga perlu membantu masyarakat, dalam hal ini pemilik suara, untuk mengetahui track record dan rencana kerja kandidat-kandidat yang berkompetisi,” ujarnya lagi.

Baca Juga:  Lampung Menuju Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah

Teguh Santosa menggarisbawahi, pemilu yang merupakan ciri penting negara demokratis, masih merupakan jalan terbaik yang dapat dilalui politisi untuk mendapatkan kekuasaan.

Perebutan kekuasaan lewat pemilu, sambungnya, berlangsung secara damai dan menjadi basis legitimasi yang kokoh bagi pemenang kontestasi.

Selain Teguh Santosa, pembicara lain dalam seminar nasional itu adalah Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik dan Timsel Bawaslu Sumbar Hary Efendi Iskandar yang juga dosen di Universitas Andalas. Seminar dipimpin oleh moderator Jen Zuldi.

Pada bagian lain, Teguh juga mengingatkan rekan-rekannya sesama pengelola media massa berbasis internet untuk benar-benar menjaga ruang redaksi di media masing-masing agar tidak menjadi tempat persemaian ujaran kebencian apalagi kabar bohong atau hoax.

“Semakin mendekati hari-H, biasanya akan semakin banyak informasi yang patut diragukan kebenarannya dan disebarkan dengan diksi-diksi kebencian. Terhadap hal seperti ini Anggota JMSI harus menjauhinya, dan sebisa mungkin berperan sebagai clearing house yang menguji informasi-informasi meragukan dan bernada kebencian itu,” demikian Teguh Santosa.

Baca Juga:  Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?

Sedikit catatan mengenai Teguh Santosa terkait dengan penyelenggaraan pemilu. Alumni University of Hawaii at Manoa (UHM) dan kandidat doktor hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran ini juga pernah memantau pelaksanan pemilu di sejumlah negara.

Di tahun 2009 Teguh Santosa dilibatkan Kementerian Luar Negeri AS untuk memantau pemilu di Federasi Mikronesia. Di tahun 2011, Teguh menjadi bagian dari pemantau internasional yang hadir pada pelaksanaan referendum di Kerajaan Maroko untuk menentukan konstitusi baru negara itu.

Di tahun 2018 Teguh Santosa diundang KPU Venezuela untuk ikut bersama pemantau internasional lainnya mengamati dari dekat pelaksaan pemilihan presiden. Terakhir di bulan April 2021 Teguh Santosa kembali dilibatkan dalam pemantauan pemilu serentak di Venezuela. []

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Serang Istana Aden, Houthi Klaim Tewaskan Perwira Arab Saudi
5 Tewas Akibat Serangan Houthi ke Istana Aden
Kawasan Industri Katibung Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Perangi Narkoba, BNNK Latih Teman Anti Narkotika
Lima Rudal Sasar Istana Kepresidenan di Aden, Yaman
Presiden Lebanon Desak AS tekan Israel Hentikan Serangan
Ledakan Guncang Pasar Cimanggis di Ciputat, 2 Tewas
Universitas Peking Bahas Indonesia di Masa Transisi

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Serang Istana Aden, Houthi Klaim Tewaskan Perwira Arab Saudi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

5 Tewas Akibat Serangan Houthi ke Istana Aden

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Kawasan Industri Katibung Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Perangi Narkoba, BNNK Latih Teman Anti Narkotika

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Lima Rudal Sasar Istana Kepresidenan di Aden, Yaman

Berita Terbaru

Peperangan di Yaman dan Houthi Yaman [XInhua]

Berita Utama

Serang Istana Aden, Houthi Klaim Tewaskan Perwira Arab Saudi

Jumat, 16 Okt 2026 - 22:05 WIB

Pasukan Houthi di Yaman [xinhua]

Berita Utama

5 Tewas Akibat Serangan Houthi ke Istana Aden

Jumat, 16 Okt 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Bahas Kawasan Industri Katibung [LL]

Berita Utama

Kawasan Industri Katibung Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:25 WIB

Berita Utama

Perangi Narkoba, BNNK Latih Teman Anti Narkotika

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:17 WIB

Para pendukung Houthi berpartisipasi dalam pawai bersenjata menentang keterlibatan Turkiye dan Pakistan bersama Arab Saudi dalam konflik Yaman, di Sanaa, Yaman, pada 7 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Lima Rudal Sasar Istana Kepresidenan di Aden, Yaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:15 WIB