Ketua KPK, Firli Bahuri: Salam FBI itu Salahnya Dimana..?

Selasa, 31 Mei 2022 | 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Anis

JAKARTA – Ketua KPK, Firli Bahuri setiap mentweet di akun @ firlibahuriofficial selalu memakai salam FBI. Ternyata kepanjangannya Firli Bahuri untuk Indonesia.

Hebohnya istilah FBI itu setelah Firli Bahuri menjelaskan duduk perkaranya melalui akun twitternya tentang maraknya baleho dan spanduk di berbagai daerah yang mendukung Firli jadi Presiden.

Sebuah media membuat judul Firli Bahuri Kini Pakai ‘Salam FBI’ untuk Jawab Spanduk Pilpres.

“Saya justru bertanya kepada orang orang yang mempersoalkan FBI = Firli Bahuri untuk Indonesia. Apa yg salah dan dimana kelirunya. Saya sangat bangga dengan Indonesia.” Ujar Firli kepada Mursyid Sonsang, Senin malam.

Menurut Firli setiap anak bangsa yang mengaku dirinya orang Indonesia tentu untuk Indonesia masa iya untuk asing. Jangan sampai WNI tapi kerjanya untuk asing.

” Boleh saja pemain bola, pemain badminton ya untuk Indonesia. Saya juga untuk Indonesia. Emang ada yang keliru.” Jelas Firli yang hobby main badminton itu.

Dijelaskan Firli, dirinya hanya kerja berjuang dan terus mengabdikan diri untuk negeri ini. Selama 37 tahun bekerja sejak bintara dengan pangkat sersan dua polisi tahun1983 hingga saat ini.

” Saya telah hidup dan dibesarkan selama 59 tahun di negeri ini dan begitu banyak yang telah diberikan negara Indonesia kepadaku, jadi sudah kewajiban kalau saya untuk Indonesia.” Jelad mantan Kapolda NTB ini.

Baca Juga:  HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung

Semua yang dilakukan Firli, dengan bersyukur, ikhlas dan sabar semua yang diberikan Allah, tidak pernah bergeser

” Kalaupun sekarang ada yang memperbincangkan nama saya. Sayapun tidak mau terganggu, sy fokus kerja dan kerja.” Jelasnya.

“Semua atas kuasa dan kehendak Allah yang maha kuasa. Selaku manusia yang memiliki keyakinan atas segala sesuatunya karena kuasa dan kehendak Allah maka saya hanya memilih pada satu pilihan yaitu bersikap tawakal.” Tambah Lulusan Akpol tahun 1990 ini.

Penjelasan Firli tentang Baleho dan spanduk..

“Sesungguhnya sekali lagi saya ingin menegaskan bahwa spanduk itu sama sekali saya tidak tau dan tidak ada Inisiatif apapun yang datang dari saya dan saya tidak memahami bagaimana ia bisa muncul,” ujar Firli dalam Tweetnya di akun

Dijelaskan Firli, mungkin saja atau ada dua kemungkinan yang terjadi; yang pertama adalah sekelompok orang sengaja menyebarkannya untuk memprovokasi keterlibatannya dalam politik.

“Padahal saya sudah berulang kali tegaskan bahwa saya adalah penegak hukum yang sama sekali tidak boleh berpolitik.” Tegasnya

Baca Juga:  Pemkab Mesuji Terapkan Manajemen Talenta ASN Untuk Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Kemungkinan kedua, tambah Firlu, ada sebagian masyarakat kita memang tidak mengerti bagaimana cara mengekspresikan pendapat dan prosedur penyampaian pendapat Terkait presiden yang akan datang. Sehingga mereka secara apa adanya mencoba mencantumkan aspirasi mereka di atas sebuah spanduk.

“Memang di sebagian spanduk itu sebenarnya tidak ada kalimat atau kata kata tentang saya sebagiannya artinya mungkin saja mereka hanya menghendaki siapa pun yang bisa memberantas korupsi itulah orang yg mereka ingin calonkan.” Ungkap Mantan Kapolda Sumsel ini.

Sekali lagi kata Firli, mengulang kembali komentar seperti ini kepada publik untuk menegaskan dan menjelaskan posisi sulit saya sebagai orang yang ditarik kiri kanan.

Sebelumnya sudah menjelaskan posisi lembaga yang saya pimpin karena dia ditarik kiri kanan terlibat dalam kecenderungan opini dan arus politik. Terus terang kami adalah lembaga penegak hukum dan saya sebagai professi adalah penegak hukum.

“Percayalah para sahabat, Semua yang terjadi di KPK adalah proses hukum dan tidak ada kejadian politik. Selamat berakhir pekan dan sehat selalu semuanya. SALAM FBI” tutupnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB