TAIYUAN-Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok dan Indonesia telah memperdalam keterlibatan di sektor energi tradisional, dengan kerja sama energi antara kedua negara beralih dari perdagangan batu bara ke teknologi dan peralatan serta terus berkembang dalam hal kualitas dan cakupannya.
Dalam Pameran Industri Energi Internasional (Taiyuan) Tiongkok 2026 yang baru-baru ini diselenggarakan, delegasi yang terdiri dari 12 perusahaan energi terkemuka asal Indonesia melakukan debutnya di ajang tersebut. Keunggulan yang saling melengkapi antara kedua negara di sektor energi menjadikan area ekshibisi Indonesia sebagai salah satu sorotan utama dalam pameran tersebut, dan menarik banyak perhatian dari para peserta pameran dan pengunjung.
Indonesia merupakan negara produsen sekaligus pengekspor utama batu bara, sementara Tiongkok telah mengembangkan teknologi dan kapabilitas industri yang matang di berbagai bidang, termasuk pertambangan batu bara cerdas, peralatan pertambangan, serta pemanfaatan batu bara yang bersih dan efisien. Partisipasi perusahaan-perusahaan Indonesia dalam pameran tersebut di Shanxi mencerminkan keunggulan yang saling melengkapi antara industri energi kedua negara.
Khoren Phang, perwakilan sebuah perusahaan Indonesia yang baru kali pertama menghadiri pameran tersebut di Taiyuan, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia berharap dapat memanfaatkan ajang tersebut untuk menjajaki peluang kerja sama teknologi dalam pengolahan batu bara, pemanfaatan batu bara kualitas rendah, dan pertambangan pintar.
Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan Indonesia semakin memperhatikan lokalisasi dan adaptabilitas teknologi Tiongkok setelah memasuki pasar Indonesia.Mengingat sebagian besar tambang batu bara di Indonesia merupakan tambang terbuka (open-pit), kondisi setempat berbeda dengan kondisi di Tiongkok dalam hal suhu dan kelembapan yang tinggi, hujan yang kerap terjadi, serta karakteristik geologis. Selain pengadaan peralatan, perusahaan-perusahaan sangat mengutamakan keandalan produk, layanan purnajual, dan adaptabilitas terhadap lingkungan operasional setempat.
“Peralatan seperti truk tambang listrik dan ekskavator listrik yang dipamerkan oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok dapat memberikan bantuan yang signifikan bagi perusahaan pertambangan batu bara Indonesia,” ujar Liu Chen Zhi, perwakilan penjualan dari sebuah perusahaan pertambangan batu bara Indonesia yang menghadiri pameran tersebut.
Dalam pameran itu, delegasi Indonesia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengunjungi beberapa perusahaan energi terkemuka di Shanxi dan menggelar diskusi mendalam terkait prospek kerja sama di sektor energi.
Dari sudut pandang bisnis, momentum kerja sama energi Tiongkok-Indonesia terus menguat. Qiu Xingyi, seorang staf perusahaan yang menyediakan layanan untuk pasar Indonesia, menuturkan perusahaannya telah membantu ratusan perusahaan Tiongkok menggarap proyek-proyek di Indonesia dalam tujuh tahun terakhir, dengan sektor batu bara dan energi baru menyumbang proporsi yang signifikan.
Menyusul pembukaan area ekshibisi Indonesia di pameran tersebut, hampir 50 perusahaan Tiongkok tertarik dengan peluang kerja sama di bidang-bidang seperti peralatan pertambangan, teknologi pertambangan baru, dan pelatihan bagi para pekerja tambang.
“Kami juga berharap agar perusahaan-perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam pameran ini dapat melakukan pertukaran yang lebih mendalam dengan berbagai perusahaan lokal serta bersama-sama menjajaki potensi untuk kerja sama,” kata Pan Na, wakil direktur Pusat Promosi Investasi Proyek Distrik Xinghualing di Taiyuan, Provinsi Shanxi, yang mengunjungi area ekshibisi Indonesia.
Pertukaran di tingkat pemerintah di sektor energi juga terus diperkuat. Pada Mei tahun ini, delegasi perdagangan dan ekonomi dari Departemen Perdagangan Provinsi Shanxi mengunjungi Indonesia dan Thailand untuk mempromosikan industri energi serta melakukan pertukaran ekonomi dan perdagangan.
Di Indonesia, delegasi tersebut menggelar diskusi mendalam dengan sejumlah lembaga pemerintah terkait, asosiasi bisnis, dan perusahaan-perusahaan utama mengenai tambang pintar, pertambangan hijau, peralatan cerdas, pengakuan timbal balik terhadap standar, serta investasi proyek, sekaligus mendorong terjalinnya hubungan yang lebih erat antara teknologi dan peralatan energi Shanxi dengan pasar Asia Tenggara.
Para pelaku industri mengatakan bahwa seiring Indonesia memajukan transisi energinya dan perusahaan-perusahaan Tiongkok mempercepat ekspansi internasionalnya, kerja sama energi Tiongkok-Indonesia menjadi semakin beragam, dengan integrasi yang semakin erat di seluruh rantai industri serta kolaborasi teknologi yang lebih mendalam.
Ke depannya, kedua pihak diharapkan dapat mencapai hasil yang lebih praktis di bidang pemanfaatan batu bara bersih, pertambangan pintar, penyimpanan energi, dan pertambangan hijau, yang menyuntikkan dorongan baru bagi transformasi dan peningkatan kualitas industri energi kedua negara. Baru-baru ini, pemerintah kedua negara telah mengirimkan sinyal positif lebih lanjut untuk memperdalam kerja sama di bidang energi dan sumber daya mineral.
Dalam Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif Tiongkok-Indonesia yang diselenggarakan pada Agustus, Kedua belah pihak menyatakan kesediaan mereka untuk terus mengikuti perkembangan zaman, bersama-sama membangun kemitraan yang komprehensif, terbuka, dan hijau di bidang energi dan sumber daya mineral, memanfaatkan keunggulan yang saling melengkapi mereka, serta dapat lebih membantu Indonesia mengubah keunggulan sumber dayanya menjadi penggerak pembangunan.[]
Penulis : Nara J Afkar
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta

















