Kecam Serangan Israel ke Lebanon dan Palestina, Yg Bisa Gagalkan Gencatan Senjata, HNW: Dunia Internasional Harusnya Bersatu Mengucilkan Israel

Kamis, 9 April 2026 | 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA mengecam terus berlangsungnya serangan Israel ke Lebanon di saat disepakatinya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta menyerukan dunia internasional untuk bertindak tegas untuk mengucilkan Israel dari pergaulan internasional, termasuk dengan mengeluarkan keanggotaannya dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Serangan Israel yang makin massif dan menewaskan lebih dari 300 warga sipil di Lebanon itu justru dilakukan pada masa gencatan senjata antara Iran dan AS baru saja disepakati atas prakarsa Pakistan. Serangan tersebut, selain menimbulkan banyak korban jiwa, juga membahayakan kelangsungan perjanjian gencatan senjata untuk perdamaian permanen yang diharapkan seluruh warga dunia yang terimbas dari ekses ekonomi global akibat invansi terhadap Iran,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (9/4).

Apalagi, selain serangan terhadap Lebanon tersebut, Israel bahkan sesudah adanya BoP masih terus melakukan penyerangan dan genosida terhadap penduduk Palestina baik di Gaza maupun West Bank. Kondisi terkini ketika gencatan senjata AS dan Iran mulai disepakati, bahkan Israel menembaki warga sipil di pengungsian dan membunuh wartawan Al Jazeera yang menambah daftar panjang wartawan yang telah dibunuh oleh Israel saat perdamaian/gencatan senjata disepakati.

Baca Juga:  Silaturahmi Pimpinan MPR Ke Mahkamah Konstitusi Bahas Sidang Tahunan Dan Tafsir Konstitusi

HNW sapaan akrabnya mendukung Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez yang menyatakan langkah Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu tersebut melanggar hukum internasional dan sudah tidak dapat ditoleransi lagi, sehingga perlu adanya sikap tegas/keras dari dunia internasional, khususnya Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk menangguhkan perjanjian asosiasi apapun dengan Israel. “Memang, sudah sepantasnya, tidak ada lagi impunitas bagi tindakan kriminal melanggar hukum internasional secara berkelanjutan sebagaiamana didemonstrasikan Israel ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, HNW menuturkan bahkan dunia Arab-Islam, khususnya negara-negara Teluk juga perlu makin menyadari berbahayanya tindakan Israel tersebut bagi stabilitas kawasan yang menjadi salah satu fokus dari perjanjian gencatan senjata AS-Iran. “Kita sudah melihat dampak global yang sangat luar biasa secara ekonomi akibat perang di Iran, selain korban jiwa dan infrastruktur yang rusak, tatadunia yang tidak lagi dihormati, dan kini gencatan senjata menuju perdamaian permanen tersebut coba dirusak oleh Israel dengan memprovokasi melalui serangan ke Lebanon juga ke Palestina,” tukasnya.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya Melalui Pesenggiri Festival 2026

HNW berharap agar negara-negara Arab-Islam, termasuk sebagian negara-negara Teluk yang sudah terlanjur terbuai ‘janji manis’ Israel dengan melakukan normalisasi hubungan diplomatik yang dengan itu dapat membantu kemerdekaan Palestina, untuk segera mempertimbangkan ulang dan memutus hubungan diplomatik tersebut sebagaimana dilakukan oleh Afrika Selatan dan beberapa negara Amerika Latin. “Israel dengan segala pelanggaran hukum internasionalnya merupakan sumber masalah dari stabilitas kawasan yang sangat berpengaruh pada stabilitas perekonomian dunia. Sudah sepantasnya tidak ada ‘normalisasi’ terhadap perilaku yang abnormal itu,” ujarnya.

“Bila seruan PM Spanyol agar Uni Eropa menangguhkan perjanjiannya dengan Israel, dan sebagian negara-negara Arab-Islam yang sudah terlanjur ‘menormalisasi’ hubungan dengan Israel mengkoreksi dengan memutus kembali hubungan tersebut, maka Israel akan semakin terkucilkan di dunia internasional akibat kejahatan-kejahatannya, dan hukum internasional dapat ditegakkan, perdamaian yang diharapkan pun dapat diwujudkan,” pungkasnya..(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan Tinjau Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Hari Pertama Sekolah
Pastikan Makanan Berkualitas untuk Siswa, Pemprov Lampung Berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Lampung Perkuat Pengawasan MBG
Hari Pertama Sekolah, Gubernur Lampung Bersama Kajati Turun Langsung Pastikan Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Dukung Program Prioritas Nasional
Sekdaprov Lampung Dorong Percepatan Program Prioritas Pembagunan Lewat Penguatan Kolaborasi Antarlembaga
Pemprov Lampung Perkuat Sinergi dengan ASDP, Dorong Optimalisasi Bakauheni Harbour City sebagai Penggerak Ekonomi Daerah 
Danbrigif 4 Mar/BS Tekankan Soliditas dan Karakter Prajurit “JAWARA“ pada Apel Gabungan di Lampung
Kapolres Mesuji Apresiasi Respon Cepat Polsek Simpang Pematang Tanggapi Laporan Warga Terkait Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 20:34 WIB

Wagub Jihan Tinjau Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Hari Pertama Sekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 20:32 WIB

Pastikan Makanan Berkualitas untuk Siswa, Pemprov Lampung Berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Lampung Perkuat Pengawasan MBG

Senin, 13 Juli 2026 - 20:29 WIB

Hari Pertama Sekolah, Gubernur Lampung Bersama Kajati Turun Langsung Pastikan Makan Bergizi Gratis Berjalan Optimal

Senin, 13 Juli 2026 - 20:26 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Dukung Program Prioritas Nasional

Senin, 13 Juli 2026 - 20:18 WIB

Sekdaprov Lampung Dorong Percepatan Program Prioritas Pembagunan Lewat Penguatan Kolaborasi Antarlembaga

Berita Terbaru