Kapolri Emoh jadi Kementerian, Ideal di Bawah Presiden

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo emoh alias menolak dengan tegas usulan yang menempatkan institusi Polri dibawah kementerian khusus. Menurut Kapolri, institusi Polri yang saat ini langsung dibawah Presiden RI sudah sangat ideal.

“Institusi Polri menolak usulan Polri dibawah kementerian khusus. Bagi kami posisi Polri saat ini adalah posisi ideal,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 26 Januari 2026.

Ia mengatakan, saat ini Polri dapat menjadi alat negara untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dibidang keamanan, ketertiban, perlindungan dan hukum. Selain itu, Polri dibawah Presiden RI dapat langsung bergerak dengan cepat apabila Kepala Negara membutuhkan tanpa perlu berkoordinasi dengan kementerian.

Baca Juga:  Inflasi, Gubernur; Ini Bukan soal Angka, Tapi Rasa

Menurutnya, Polri dibawah kementerian akan menimbulkan kesan ‘matahari kembar’. Selain itu, akan melemahkan institusi Polri, negara dan melemahkan Presiden RI.

“Ini menimbulkan matahari kembar. Meletakan Polri dibawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara dan melemhkan Presiden RI,”katanya menegaskan.
Kapolri kembali menegaskan sikapnya untuk menolak wacana Polri dibawah kementerian. Bahkan ia rela dicopot dari jabatannya atau rela menjadi petani ketimbang jadi menteri yang menangani kepolisian.

Kapolri mengaku kerap mendapatkan tawaran kesediaan jadi menteri kepolisian. Ia diberbagai kesempatan menyampaikan sikap menolak tawaran tersebut.

“Beberapa kali ada yang menyampaikan ‘Kapolri sudah lima tahun, lima tahun’ dan sudah saya sampaikan. Bahkan ada menyampaikan ke saya lewat WA, mau tidak Kapolri jadi menteri kepolisian,”ujarnya.

Baca Juga:  Universitas Peking Bahas Indonesia di Masa Transisi

“Saya tegaskan dihadapan bapak ibu, saya menolak Polisi dibawah kementerian. Kalau saya jadi menteri kepolisian, saya lebih baik jadi petani,”ujarnya.

Kapolri menyampaikan terima kasih kepada legislatif yang telah memberikan dukungan institusi dibawah Presiden RI. Ia juga meminta jajarannya untuk terus berjuang agar Polri tetap menjalankan tugas dibawah Presiden RI.

“Saya minta seluruh jajaran melaksanakan ini. Dan memperjuangkan sampai titik darah penghabiskan,”katanya.

Sikap tegas Kapolri mendapatkan dukungan dari dewan, dengan memberi tepuk tangan. “Menyala Kapolri,”kata salah satu anggota Komisi III.[]

 


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan
1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis
Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor
Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi
Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Jaga Harga Pangan
TNI Kerahkan Pesawat Udara Semai Lebih dari 10 Ton Bahan Untuk OMC Atasi Karhutla di Kalimantan
TKA SMA Dimulai, Mendikdasmen Ingatkan 3M Agar Siswa Siap

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Sinergi Disdik-Bunda PAUD Lampura, Wujudkan ‘STEAM’ Menyenangkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:16 WIB

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi

Berita Terbaru


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:22 WIB

Pengunjuk rasa terlihat di Lille, Francis, pada 24 Oktober 2026. Sekitar 410.000 orang ikut serta dalam gelombang baru aksi unjuk rasa di seantero Prancis pada Sabtu (24/10), lapor saluran berita BFM TV, mengutip Kementerian Dalam Negeri Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

1.300 Demonstan Ditangkap di Seantero Francis

Senin, 26 Okt 2026 - 19:16 WIB


Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Dian Seri Rezeki Kusumastuti (ketiga dari kiri) selaku perwakilan pejabat dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyerahkan nota kesepahaman (MoU) secara simbolis kepada perwakilan pelaku usaha dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Badan Karantina Indonesia/Istimewa)

Berita Utama

Badan Karantina Indonesia Perkuat Fasilitasi Ekspor

Senin, 26 Okt 2026 - 19:05 WIB


Orang-orang mencari korban yang selamat di antara puing-puing rumah yang terkena serangan udara Arab Saudi di Provinsi Saada, Yaman, pada 18 Oktober 2026. (Pusat Media Houthi/Xinhua)

Berita Utama

Koalisi Arab Saudi Hancurkan Terowongan Rudal Houthi

Senin, 26 Okt 2026 - 18:59 WIB