Kades Talang Jali Harun Priyanto Bantah Tudingan Pungli

Jumat, 29 Maret 2024 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Menanggapi pemberitaan terkait dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan pada warga desa Talang Jali Kecamatan Kotabumi Utara, Kades Talang Jali, Harun Priyanto akhirnya angkat bicara.

Kades Talang Jali, Harun Priyanto membantah semua tuduhan yang ditujukan padanya. Dirinya merasa tidak pernah melakukan pungutan liar pada warga yang ingin membuat berbagai dokumen (berkas) untuk keperluan tertentu.

“Enggak ada itu, enggak benar. Warga mana itu yang ngomong,” kilah Harun Priyanto, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon selulernya, Jumat, (29/03).

Dirinya tak mau ambil pusing terkait tudingan Pungli yang disematkan padanya. Sebab, kata dia, dirinya tak merasa melakukan pungli pada warga desa setempat.

“Kata siapa?biar-biar saja, enggak ada itu, ini baru liat HP, baru pulang dari Metro ada acara keluarga. Enggak ada (Pungli) itu,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Oknum Kades Talang Jali Kecamatan Kotabumi Utara diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap warga desa setempat yang akan mengurus surat-surat administrasi di pemerintahan desa Talang Jali.

Baca Juga:  Komisi I Apresiasi TNI Mengirimkan Bantuan Misi Kemanusiaan Di Gaza

Hal itu diungkapkan langsung oleh sumber terpercaya media ini yang mengatakan oknum Kades inisial HP mematok tarif Rp200 ribu – Rp1 juta rupiah untuk mendapatkan surat yang harus ditandatangani olehnya.

“Kalau kenal (tim sukses) Rp200 ribu, tapi kalau enggak kenal bisa sampe Rp500 atau Rp1 juta rupiah. Banyak, kayak mau ngurus berkas pernikahan, administrasi kependudukan, mau ambil bank, buat surat izin usaha, harus nemuin dia dulu. Income di desa itu ya masuk ke kantong pribadi dia. Enggak ada (Perdes) yang mengatur itu,” ungkap sumber kepada media ini, Jumat, (29/03).

Selama ini, kata dia, Pungutan liar itu telah jadi kebiasaan oknum selama menjabat Kades. Meski menimbulkan keresahan, namun warga desa tak mampu berbuat banyak.

“Udah lama berjalan, cuma itu, warga takut mau laporan. Mungkin mereka takut di intimidasi oleh (oknum) Kades dan orang-orangnya (keluarga kades) di desa,” imbuhnya.

Mengenai aturan tentang biaya, Pemdes Talang Jali hingga saat ini belum memiliki Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur tentang biaya-biaya yang harus dikeluarkan warga untuk mengurus dokumen administrasi di desa.

Baca Juga:  Partai Gerindra Masih Menggodok Cagub di Pilkada DKI Jakarta¬†

Pungutan liar untuk dokumen Adminduk di desa tidak diperbolehkan. Hal itu diatur oleh UU Adminduk, dimana pengurusan dokumen administrasi kependudukan tidak dipungut biaya, jika terjadi hal-hal yang merujuk pada pungli, oknum (Kades Talang Jali) dapat dipidana penjara dan denda hingga Rp75 juta rupiah.

Di dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal-usul dan Kewenagan Lokal Berskala Desa, dijelaskan pada Pasal 23 disebutkan bahwa yang boleh dilakukan pungutan oleh desa ialah pungutan atas jasa usaha, seperti pemandian umum, pasar desa, dan sebagainya. Desa juga dibolehkan untuk mendapatkan bagi hasil dari pengembangan usaha yang dikerjasamakan dengan masyarakat, yang tidak boleh adalah pungutan atas jasa layanan administrasi, seperti pungutan untuk pembuatan surat pengantar, surat rekomendasi, atau surat keterangan dan lainnya.##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Ismet Roni Berkurban Di Kampung Sambil Mendengar Aspirasi Warga
Karbung Hiasi Kantor Kemendagri, Dari Arinal Sampai Eva Kasih Ucapan Selamat
Bastiyan: Selamat Menjalankan Amanah Buat Pak Samsudin!
Trik Membasuh Kemaluan, Agar Ibadahmu Baik
Yook Mengenal Buah Kesemek
Rakernas 3 JMSI Di Kaltim Siap Digelar
Sudaryono Unggul Di Survei Pilgub Jateng 2024
Murur dan Sukses Besar Haji Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 08:50 WIB

Ismet Roni Berkurban Di Kampung Sambil Mendengar Aspirasi Warga

Rabu, 19 Juni 2024 - 08:06 WIB

Karbung Hiasi Kantor Kemendagri, Dari Arinal Sampai Eva Kasih Ucapan Selamat

Rabu, 19 Juni 2024 - 07:51 WIB

Bastiyan: Selamat Menjalankan Amanah Buat Pak Samsudin!

Rabu, 19 Juni 2024 - 06:30 WIB

Trik Membasuh Kemaluan, Agar Ibadahmu Baik

Rabu, 19 Juni 2024 - 06:13 WIB

Yook Mengenal Buah Kesemek

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:08 WIB

Sudaryono Unggul Di Survei Pilgub Jateng 2024

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:05 WIB

Murur dan Sukses Besar Haji Indonesia

Selasa, 18 Juni 2024 - 14:25 WIB

Pengguna Tol Bakauheni-Terbanggi Meningkat, Andri: Terlayani

Berita Terbaru

#CovidSelesai

Ismet Roni Berkurban Di Kampung Sambil Mendengar Aspirasi Warga

Rabu, 19 Jun 2024 - 08:50 WIB

#CovidSelesai

Bastiyan: Selamat Menjalankan Amanah Buat Pak Samsudin!

Rabu, 19 Jun 2024 - 07:51 WIB

#CovidSelesai

Trik Membasuh Kemaluan, Agar Ibadahmu Baik

Rabu, 19 Jun 2024 - 06:30 WIB

#CovidSelesai

Yook Mengenal Buah Kesemek

Rabu, 19 Jun 2024 - 06:13 WIB