JMSI: Sejumlah Pasal Dalam UU PDP Ancam Kerja Jurnalistik

Minggu, 25 September 2022 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Vini

JAKARTA – Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dinilai berpotensi akan mengancam kebebasan jurnalis dan juga menutup-nutupi kasus hukum.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Novermal Yuska yang mencontohkan seorang jurnalis yang mengungkap rekam jejak pejabat publik dan bisa dijadikan sebagai delik pidana.

Sejumlah pasal yang dinilai mengancam kerja jurnalistik antara lain adalah Pasal 4 ayat 2 dan Pasal 64 ayat 4 UU PDP.

“Pasal 4 ayat (2) huruf d dan Pasal 64 ayat (4) RUU PDP berpotensi mengancam kerja-kerja jurnalistik dalam meliput suatu sengketa pelanggaran data pribadi di pengadilan, serta dalam melakukan peliputan mengenai catatan kejahatan seseorang terlebih pejabat publik,” ujar Novermal, Minggu (25/9/2022).

Baca Juga:  Kukuhkan 1037 Warga Baru PSHT Mesuji, Ini Pesan Dewan Pusat PSHT Madiun

Pasal 4 ayat 2 UU PDP menyebutkan kategori data pribadi yang bersifat spesifik yaitu: Data Pribadi yang bersifat spesifik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi: a. Data dan informasi kesehatan; b. Data biometrik; c. Data genetika; d. Catatan kejahatan; e. Data anak; f. Data keuangan pribadi; dan/atau g. Data lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, ada pula Pasal 65 ayat 2 yang menyebutkan “Setiap orang dilarang secara melawan hukum mengungkapkan data pribadi yang bukan miliknya.” Bagi yang melanggar ketentuan tersebut dapat dikenai denda maksimal Rp4 miliar atau pidana penjara 4 tahun, sebagaimana diatur dalam Pasal 67 ayat 2 UU PDP.

Baca Juga:  Sehari Jelang UKW, JMSI Lampung Lakukan Penguatan
Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Fatayat NU Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyebab Tewasnya Ryas Nuraini
Pemerintah Provinsi Lampung Berkomitmen Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Provinsi Lampung
Ketua Fraksi PKS DPR : PBB Harus Usir Israel dari Palestina
Program Tanggungjawab Sosial PT HK, Atasi Kesulitan Air di Lampung Tengah
Pedagang Keluhkan Tepung Terigu Dipenuhi Ulat Kutu, Hasil Sidak Ditemukan Puluhan Ton di Gudang PT IAP Berulat!
Laskar Lampung “Jatuh Hati” Dengan Iqbal, Siap Antar Ke Kursi BE 1 A
Kesejahteraan Perawat Perlu Perhatian, Kolaborasi PPNI-JMSI Saling Menguatkan
8 Jamaah Haji Lampung Wafat, 3 Masih di RS Saudi Arabia

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 13:25 WIB

Fatayat NU Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyebab Tewasnya Ryas Nuraini

Senin, 22 Juli 2024 - 12:02 WIB

Pemerintah Provinsi Lampung Berkomitmen Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di Provinsi Lampung

Senin, 22 Juli 2024 - 10:31 WIB

Ketua Fraksi PKS DPR : PBB Harus Usir Israel dari Palestina

Minggu, 21 Juli 2024 - 20:16 WIB

Program Tanggungjawab Sosial PT HK, Atasi Kesulitan Air di Lampung Tengah

Minggu, 21 Juli 2024 - 15:28 WIB

Pedagang Keluhkan Tepung Terigu Dipenuhi Ulat Kutu, Hasil Sidak Ditemukan Puluhan Ton di Gudang PT IAP Berulat!

Minggu, 21 Juli 2024 - 07:58 WIB

Kesejahteraan Perawat Perlu Perhatian, Kolaborasi PPNI-JMSI Saling Menguatkan

Minggu, 21 Juli 2024 - 07:15 WIB

8 Jamaah Haji Lampung Wafat, 3 Masih di RS Saudi Arabia

Minggu, 21 Juli 2024 - 06:32 WIB

Kloter Terakhir Lampung Tiba, Penyelenggaraan Haji Dinilai “Mumtaz”

Berita Terbaru

#CovidSelesai

Fatayat NU Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyebab Tewasnya Ryas Nuraini

Senin, 22 Jul 2024 - 13:25 WIB

#CovidSelesai

Ketua Fraksi PKS DPR : PBB Harus Usir Israel dari Palestina

Senin, 22 Jul 2024 - 10:31 WIB