“Kami minta Forkopimda mencabut SKB tersebut, karena fakta-fakta yang ditemukan di lapangan kesepakatan itu tidak dijalankan dengan sebaik mungkin. Angkutan batubara masih bebas berkeliaran melintas disini,” teriak Ahmad Nawawi, saat menyampaikan orasinya.
Pihaknya mendorong Pemkab lebih peduli kepada masyarakat dan lingkungan. Sebab, merekalah yang paling dirugikan, akibat aktivitas angkutan batubara melintas.
Sementara itu, Rendra Armandala dalam orasinya juga menyampaikan, selain menyebabkan kerusakan jalan dan lingkungan, juga dapat melukai masyarakat. Akibat jalan dan lingkungan yang rusak masyarakat yang terkena dampaknya. Bahkan kasus kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang sudah banyak terjadi, lebih mirisnya lagi hingga menyebabkan nyawa melayang.
1 2 3 4 Selanjutnya
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
















