Hinca Pandjaitan: BNN Bubar atau Sangar

Kamis, 29 Februari 2024 | 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo 

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Hinca I.P. Pandjaitan meminta agar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara sangar dalam pemberantasan narkotika. Oleh karena, menurutnya, Indonesia sudah menandatangani ratifikasi terkait penanggulangan narkotika di tingkat dunia.

“Saya tulis bukunya, BNN: Bubar atau Sangar. Kalau tidak mau bubar maka tangkaplah itu jaringan narkoba tetapi jika tidak mau sangar, saya minta dibubarkan saja,” kata Hinca saat diwawancarai di sela-sela Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi III ke Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (28/2)

Legislator Fraksi Partai Demokrat itu menilai bahwa BNN dalam pelaksanaan penanggulangan narkotika masih begitu-begitu saja. Untuk itu, pihaknya tegaskan kalau BNN tak mau bubar maka harus sangar.

Baca Juga:  DPR Mendesak Pemerintah Selamatkan 9 Anak Yang Disandera OPM

“Nah kalau tanya saya, pilih mana bubar atau sangar? Ya sangar, karena itu merupakan kewajiban Indonesia memerangi narkoba dan saya minta kepada BNN ada terobosan besar untuk penanggulangan narkotika ini,” tegas Hinca.

Legislator Daerah Pemilihan Sumatera Utara III itu mengatakan bahwa pemberantasan narkoba tersebut BNN menjadi leading sector. Sehingga, ia memastikan terkait penambahan anggaran akan diperjuangkan oleh Komisi III DPR. Karena itu, ia pun mengajak BNN agar dapat membuat permintaan anggaran yang besar untuk memberantas narkotika ini.

Baca Juga:  Way Kanan Terima Penghargaan Kabupaten Berprestasi

Di kesempatan yang sama, Kepala BNN Provinsi Sulut, Pitra A. Ratulangi mengungkapkan rasa terima kasih. Oleh karena dengan kehadiran Komisi III DPR ke Sulut dianggap dapat memberikan semangat baru dalam penanggulangan narkoba.

“Terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota Komisi III DPR RI yang telah mendengarkan aspirasi yang kami sampaikan, semoga ke depan anggaran kami dapat bertambah untuk dapat membuat terobosan baru,” kata Pitra.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Gus Rozaq: RI 1 Tutup Muktamar NU Pukul 10 WIB
Muktamar NU Pilih Mekanisme AHWA
BADKO HMI Malut Desak Penghentian Operasi PT SWM dan Penyelamatan Hutan Adat Desa Dege
Ini Cerita Duka Longsor Nepal-Tiongkok
Kapolda: Terimakasih Masyarakat Lampung
CEO Bhayangkara: Tim Bertalenta, Siap Raih 3 Besar
Launching Jersey, Gubernur Mirza Pasang Target 3 Besar
Calon Ketum PBNU Sepakat Gunakan AHWA jika tak Mufakat

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:40 WIB

Gus Rozaq: RI 1 Tutup Muktamar NU Pukul 10 WIB

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:33 WIB

Muktamar NU Pilih Mekanisme AHWA

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:51 WIB

BADKO HMI Malut Desak Penghentian Operasi PT SWM dan Penyelamatan Hutan Adat Desa Dege

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Ini Cerita Duka Longsor Nepal-Tiongkok

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Kapolda: Terimakasih Masyarakat Lampung

Berita Terbaru

Ketua Panitia Muktamar ke-35, KH. Abdurrozaq Sholeh

#indonesiaswasembada

Gus Rozaq: RI 1 Tutup Muktamar NU Pukul 10 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 - 05:40 WIB

Prof. Mohammad Nuh

#indonesiaswasembada

Muktamar NU Pilih Mekanisme AHWA

Minggu, 30 Agu 2026 - 05:33 WIB

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 28 Agustus 2026 ini menunjukkan pemandangan area di sekitar danau bendungan alami yang terbentuk usai tanah longsor di hulu Pelabuhan Gyirong di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Ini Cerita Duka Longsor Nepal-Tiongkok

Sabtu, 29 Agu 2026 - 23:14 WIB

#indonesiaswasembada

Kapolda: Terimakasih Masyarakat Lampung

Sabtu, 29 Agu 2026 - 23:00 WIB