Hetifah: Gagal Jadi Tuan Rumah U-20 Merugikan Sepakbola Indonesia

Selasa, 4 April 2023 | 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan Indonesia harus mengubur mimpi menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang akan digelar di 6 kota pada bulan Mei 2023 mendatang hanya karena mencampuradukkan politik dalam dunia olahraga.

“Kita sesalkan adalah sejak awal gitu ya ketika kita menawarkan diri untuk ikut bidding, tentu kita sudah harus memperhitungkan dengan cermat kemungkinannya apa, pasti ada saja possibility Israel dalam prakualifikasi masuk,” kata Hetifah ketika menjadi narasumber Diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Nasib Timnas Indonesia Usai Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20” di Ruang Diskusi Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/4).

Menurut Hetifah, seharusnya pemerintah, PSSI, para stakeholder, dan komponen masyarakat menyadari akan kemungkinan Timnas Israel lolos ke Piala Dunia U-20 mengingat tim bintang Daud itu juga mengikuti kualifikasi dan akhirnya mereka lolos ke putaran final.

Baca Juga:  Perkuat Tata Organisasi untuk Pemerintahan Efektif dan Berintegritas

Politisi Partai Golkar ini juga kecewa lantaran para kepala daerah yang daerahnya ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 ini telah menandatangani Government & Hostly Agreement namun ternyata para kepala negara tersebut mencabut keputusannya tersebut.

“Disesalkan adalah mereka yang justru sudah berkomitmen atau menandatangani government, bukan government, tetapi pemerintah daerah kan tentu saja sudah memiliki komitmen dengan menandatangani dan kemudian mencabutnya kembali,” tutur Hetifah.

Ia menilai, apabila alasan menolak Israel adalah sebagai tanda solidaritas untuk Palestina justru pada pergelaran Piala Dunia U-20 ini para warga Indonesia memiliki panggung untuk menolak penjajahan Israel atas Palestina.

“Jadi bisakan kita melakukan itu juga, jadi sebenarnya itu bukan satu pilihan, harusnya kita bisa di dalam event-event itu justru kita bisa misalnya meneriakkan dukungan kita atau membawa banner, bendera-bendera dan sebagainya untuk memberikan dukungan moral kita kepada rakyat Palestina,” tegas Hetifah.

Baca Juga:  Tim Abdimas Perkuat KKN UIN di Lapangan

“Karena itu adalah sesuatu yang sangat merugikan diri kita sendiri, sekarang kedua tim nasional bisa bertanding, timnas kita sendiri yang mendapat sanksi, jadi sebetulnya kita tidak mendapat apa-apa, itu yang paling menyesalkan,”tambahnya.

Lebih lanjut, legislator asal Dapil Kaltim ini menganggap, penolakan terhadap Timnas Israel yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2023 sebagai sebuah kokonyolan.

“Jadi sebetulnya ini adalah suatu kesalahan yang menurut saya sebenarnya konyol kalau sebagai satu bangsa antara kesempatan yang ada dan manfaat yang bisa kita raih dengan mudharatnya apabila Timnas Israel hadir ke sini itu, sebetulnya sangat jauh,” pungkasnya. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina
Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta
Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana
HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’
Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur
DPR Mendesak Pemerintah Selamatkan 9 Anak Yang Disandera OPM
DPRD Way Kanan Gelar ‘ Rapat Paripurna Internal”
Optimalkan Potensi Pesisir, Gubernur Mirza Dorong Kawasan Pesisir Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:08 WIB

HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur

Berita Terbaru

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Agustus 2026 ini memperlihatkan permukiman Ganim di Tepi Barat. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agu 2026 - 17:42 WIB

#indonesiaswasembada

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:29 WIB

#indonesiaswasembada

Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:27 WIB

Seorang penari menampilkan Tari Topeng Cirebon di salah satu gerbong Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang dikenal sebagai Whoosh, dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Provinsi Jawa Barat saat kereta melaju di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, pada 19 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:08 WIB

Panitia Pemilihan Rektor Unila

#indonesiaswasembada

Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur

Kamis, 20 Agu 2026 - 14:42 WIB