Hardiknas dan Penguatan Moral GenZ

Kamis, 2 Mei 2024 | 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Prof. Dr. Siti Nurjanah, M.Ag, Rektor IAIN Metro Lampung

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Kamis, 2 Mei 2024 ini bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi juga harus dianggap sebagai kesempatan berharga untuk merefleksikan dan memperkuat pendidikan moral bagi Generasi Z (GenZ). Di tengah arus informasi yang tak terelakkan dan kompleksitas moral yang semakin berkembang di era digital, pendidikan moral menjadi krusial dalam membentuk karakter dan integritas generasi muda.

GenZ, yang merupakan produk dari lingkungan digital yang terhubung secara global, memiliki tantangan unik dalam mengembangkan moralitas mereka. Dengan paparan yang tinggi terhadap berbagai sudut pandang dan nilai-nilai yang beragam, pendidikan moral menjadi landasan penting dalam membantu mereka membedakan antara yang benar dan salah, antara yang baik dan buruk.

Generasi Z memiliki paparan yang tinggi terhadap teknologi dan media sosial, yang membawa dampak besar terhadap perkembangan moral mereka. Dalam era di mana informasi dapat dengan mudah tersebar dan dilebih-lebihkan, penting bagi pendidikan formal dan informal untuk menyediakan kerangka moral yang kuat bagi GenZ.

Baca Juga:  Penerimaan Jalur SPMB SMP Negeri Kota Bandar Lampung Bermasalah

Pendidikan moral tidak hanya penting dalam membentuk karakter individu, tetapi juga dalam membantu GenZ memahami dan menavigasi kompleksitas moral dalam dunia digital. Melalui integrasi nilai-nilai moral dalam kurikulum pendidikan formal dan kegiatan ekstrakurikuler, serta melalui peran teladan pendidik dan kerjasama antara institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat, pendidikan moral dapat diperkuat bagi GenZ.

Namun, pendidikan moral tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab institusi akademik semata. Kerjasama antara institusi akademik, keluarga, dan masyarakat sangatlah penting. Civitas akademika perlu menyediakan lingkungan yang mendukung dan mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Pendidik perlu menjadi teladan yang baik dan memberikan contoh nyata tentang bagaimana menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya itu, orangtua juga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk moralitas anak-anak mereka. Komunikasi terbuka tentang nilai-nilai moral, pengawasan terhadap aktivitas online, dan memberikan contoh langsung tentang perilaku moral yang diinginkan merupakan langkah-langkah yang dapat diambil oleh orangtua.

Baca Juga:  Forum Penataan Ruang Bahas Finalisasi RTRW Pesisir Barat untuk Perkuat Investasi dan Kelestarian Lingkungan

Masyarakat secara keseluruhan juga perlu berperan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter moral GenZ. Melalui penghargaan terhadap perilaku yang baik dan penggalangan dukungan untuk nilai-nilai moral dalam berbagai bidang kehidupan, kita dapat menciptakan budaya yang memprioritaskan integritas dan empati.

Peringatan Hardiknas harus menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan moral bagi GenZ. Dengan memperkuat nilai-nilai moral dalam pendidikan, kita dapat membantu GenZ menjadi individu yang bertanggung jawab, berempati, dan memiliki integritas dalam menghadapi tantangan moral di era digital.

Kolaborasi antara berbagai pihak dalam menyediakan kerangka moral yang kuat bagi GenZ merupakan langkah yang krusial dalam mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas. Dengan kerjasama yang kuat antara institusi pendidikan, keluarga, dan masyarakat, kita dapat membantu generasi muda untuk menjadi individu yang bertanggung jawab, berempati, dan memiliki integritas dalam menghadapi dunia yang semakin kompleks (#)

 

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan
Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025
Deddy Sitorus Beri Klarifikasi Tudingan Menghina Profesi Jurnalis Dengan Sebutan “Gerombolan Sirkus”
Pengurus JMSI Banyuwangi Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Komitmen Peran Media dalam Investasi Daerah
AS Terus Lakukan Pengetatan Terhadap Produk China
FIFA Disiplinkan AFA Pasca Bentrok Pemain Argentina vs Spanyol
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Mirza Ajak PP Polri Perkuat Sinergi Wujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas
Proyek 2020 Masjid Agung Mesuji Macet, Hingga Kini Masih Pulbaket di Mapolda

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:17 WIB

Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:11 WIB

Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:46 WIB

Deddy Sitorus Beri Klarifikasi Tudingan Menghina Profesi Jurnalis Dengan Sebutan “Gerombolan Sirkus”

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:44 WIB

Pengurus JMSI Banyuwangi Periode 2026–2031 Dikukuhkan, Komitmen Peran Media dalam Investasi Daerah

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:03 WIB

AS Terus Lakukan Pengetatan Terhadap Produk China

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:11 WIB


Jurnalis dan pemengaruh media sosial dari negara-negara ASEAN berinteraksi dengan robot anjing di zona robotika di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 29 Juli 2026. [Xin]

#indonesiaswasembada

AS Terus Lakukan Pengetatan Terhadap Produk China

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:03 WIB