HAJI 2026: Terlambat, Sarapan Pagi Diganti Mie Instan Jelang Wukuf

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arafah

Arafah

ANGGOTA Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR RI Marwan Dasopang melontarkan teguran keras kepada jajaran petugas haji di lapangan terkait ketidakjelasan distribusi makanan bagi jemaah yang akan diberangkatkan menuju Arafah. Dalam kunjungannya ke Sektor 6 tower 1, 2 dan 3 Makkah, ia menyoroti ketidakpastian jadwal makan jemaah yang hendak berangkat ke Padang Arafah untuk menyelesaikan puncak ibadah haji.

Sebab itu, dirinya menekankan bahwa hak makan jemaah adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan. “Ketua Keloter harus memikirkan, kalau kita bersikeras menunggu hak kita tapi tidak datang, nanti jemaah kelaparan. Kalau kita berkenan mengeluarkan uang masing-masing untuk beli makan, mungkin itu caranya satu-satunya,” ujar Marwan di hadapan para ketua keloter di sektor 6, Makkah, Arab Saudi, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:  Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Bertemu CEO TransNusa Dato Bernard Dorong Penerbangan Lampung-Kuala Lumpur guna Tingkatkan Wisata

Marwan mengaku kecewa Ready to Eat (RTE) atau pressmeal untuk Jemaah diganti dengan makanan cepat saji seperti mie instan atau popmie. Baginya, kebijakan tersebut sangat tidak layak dan berbahaya bagi kesehatan jemaah.

“Kemarin sudah kita sampaikan, penggantinya itu tidak boleh hanya mi instan atau popmie. Dari dulu sudah kita larang karena berisiko membuat jemaah sakit perut menuju Arafah,” tegasnya.

Menurut Marwan, mi instan hanya boleh menjadi makanan sampingan, bukan makanan utama. Ia pun menuntut kepastian dari pihak petugas, dalam hal ini pihak Raken dan petugas lapangan lainnya, mengenai ketersediaan pressmeal yang layak bagi jemaah siang dan sore hari.

Baca Juga:  Kondisi Jalinsum yang Baik Cuma 33,45%, Klaimnya 88,64%, Parah!

Ia pun mendesak agar petugas segera memberikan kepastian jadwal distribusi makanan kepada ketua keloter. Jika memang makanan tidak tersedia, katanya, maka harus disampaikan secara jujur agar para ketua keloter bisa mencari alternatif lain sebelum jemaah terlantar.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

HAJI 2026: 7.488 Jemaah Gunakan Kursi Roda
JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media
Penerapan Delay System Mudik Lebaran 2026 di Ruas Tol Bakter Diusulkan Raih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti
Gubernur Lampung Apresiasi Pansus DPRD atas Pendalaman Substansi LKPJ Tahun Anggaran 2025
Lampung Bangun Ekosistem Pembayaran Digital untuk Pelayanan Publik
Jelang Puncak Ibadah Haji, Jama’ah Indonesia Akan Bertahap menuju Arafah
Lampung Perkuat Pengawasan Internal, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Bersih
Lampung Optimalkan Potensi Kelautan dan Perikanan

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:20 WIB

HAJI 2026: 7.488 Jemaah Gunakan Kursi Roda

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:51 WIB

HAJI 2026: Terlambat, Sarapan Pagi Diganti Mie Instan Jelang Wukuf

Senin, 25 Mei 2026 - 18:16 WIB

JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media

Senin, 25 Mei 2026 - 17:24 WIB

Penerapan Delay System Mudik Lebaran 2026 di Ruas Tol Bakter Diusulkan Raih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti

Senin, 25 Mei 2026 - 16:48 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Pansus DPRD atas Pendalaman Substansi LKPJ Tahun Anggaran 2025

Berita Terbaru

Kerja Panitia Haji Harus Lebih BaiK

#indonesiaswasembada

HAJI 2026: 7.488 Jemaah Gunakan Kursi Roda

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:20 WIB

Arafah

#indonesiaswasembada

HAJI 2026: Terlambat, Sarapan Pagi Diganti Mie Instan Jelang Wukuf

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:51 WIB

#indonesiaswasembada

JMSI Ingatkan Pemprov Lampung Terkait Kerjasama Media

Senin, 25 Mei 2026 - 18:16 WIB