ANGGOTA Tim Pengawas Haji (Timwas) DPR RI Marwan Dasopang melontarkan teguran keras kepada jajaran petugas haji di lapangan terkait ketidakjelasan distribusi makanan bagi jemaah yang akan diberangkatkan menuju Arafah. Dalam kunjungannya ke Sektor 6 tower 1, 2 dan 3 Makkah, ia menyoroti ketidakpastian jadwal makan jemaah yang hendak berangkat ke Padang Arafah untuk menyelesaikan puncak ibadah haji.
Sebab itu, dirinya menekankan bahwa hak makan jemaah adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan. “Ketua Keloter harus memikirkan, kalau kita bersikeras menunggu hak kita tapi tidak datang, nanti jemaah kelaparan. Kalau kita berkenan mengeluarkan uang masing-masing untuk beli makan, mungkin itu caranya satu-satunya,” ujar Marwan di hadapan para ketua keloter di sektor 6, Makkah, Arab Saudi, Senin (25/5/2026).
Marwan mengaku kecewa Ready to Eat (RTE) atau pressmeal untuk Jemaah diganti dengan makanan cepat saji seperti mie instan atau popmie. Baginya, kebijakan tersebut sangat tidak layak dan berbahaya bagi kesehatan jemaah.
“Kemarin sudah kita sampaikan, penggantinya itu tidak boleh hanya mi instan atau popmie. Dari dulu sudah kita larang karena berisiko membuat jemaah sakit perut menuju Arafah,” tegasnya.
Menurut Marwan, mi instan hanya boleh menjadi makanan sampingan, bukan makanan utama. Ia pun menuntut kepastian dari pihak petugas, dalam hal ini pihak Raken dan petugas lapangan lainnya, mengenai ketersediaan pressmeal yang layak bagi jemaah siang dan sore hari.
Ia pun mendesak agar petugas segera memberikan kepastian jadwal distribusi makanan kepada ketua keloter. Jika memang makanan tidak tersedia, katanya, maka harus disampaikan secara jujur agar para ketua keloter bisa mencari alternatif lain sebelum jemaah terlantar.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : DPR RI

















