Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi UNHAN KKDN di Lampung

Selasa, 19 Mei 2026 | 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi dan mengucapkan selamat datang kepada jajaran Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia beserta seluruh mahasiswa Fakultas Strategi Pertahanan peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Tahun Akademik 2025–2026 di Provinsi Lampung.

Apresiasi Gubernur Mirza tersebut disampaikan Sekdaprov Marindo Kurniawan saat menghadiri pembukaan KKDM di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan KKDN tersebut mengusung tema “Strategi Pertahanan Negara di Wilayah Provinsi Lampung dalam Menghadapi Ancaman Multidimensi”.

Marindo berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda akademik semata, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung dinamika pembangunan daerah, tantangan strategis, serta potensi pertahanan yang dimiliki Provinsi Lampung.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam KKDN sangat relevan dengan kondisi global dan nasional saat ini yang diwarnai berbagai ancaman multidimensi.

“Saat ini ancaman terhadap sebuah negara tidak lagi hanya berbentuk agresi militer konvensional. Tantangan yang kita hadapi jauh lebih kompleks dan berlapis,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marindo juga menegaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang menghubungkan mobilitas manusia, logistik, dan distribusi barang antara Pulau Jawa dan Sumatera.

Baca Juga:  Rektor UIN RIL Bangga Menteri Agama Terpilih Sebagai Presiden Pertama IAMI

Namun di sisi lain, posisi strategis tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan seperti pengawasan jalur distribusi, keamanan perairan, pengendalian lalu lintas barang ilegal, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, pertahanan negara yang kuat harus ditopang oleh ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, infrastruktur yang andal, dan sumber daya manusia yang unggul.

“Kami ingin menyiapkan generasi muda Lampung yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menghadapi perubahan teknologi, transformasi industri, dan tantangan global ke depan,” lanjutnya.

Kepada para mahasiswa Universitas Pertahanan RI, Marindo berharap kegiatan KKDN dapat menjadi sarana memahami Provinsi Lampung secara utuh dari perspektif geografis, ekonomi, sosial, hingga aspek pertahanan.

“Saya percaya Mahasiswa Universitas Pertahanan adalah calon pemimpin strategis masa depan yang akan berperan penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia di tengah tatanan global yang terus berubah,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia Anton Nugroho menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Dalam Negeri merupakan bagian penting dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:  Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran di lapangan yang memungkinkan mahasiswa memahami secara langsung dinamika strategis, tantangan keamanan, serta implementasi kebijakan pertahanan di daerah agar para mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis, strategis, dan adaptif,” ujarnya.

Anton Nugroho menilai Provinsi Lampung merupakan wilayah yang sangat tepat menjadi lokasi pembelajaran strategis karena memiliki posisi penting sebagai gerbang Pulau Sumatera, jalur penghubung logistik nasional, sekaligus wilayah yang memiliki arti strategis dalam perspektif pertahanan dan keamanan nasional.

Selain itu, Lampung juga memiliki potensi kekayaan alam, maritim, pertanian, dan pariwisata yang menjadi penopang penting perekonomian nasional sehingga membutuhkan dukungan sistem pertahanan dan keamanan wilayah yang kuat.

Melalui kegiatan KKDN tersebut, diharapkan para mahasiswa mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi penguatan kebijakan pertahanan negara dan pembangunan ketahanan wilayah, khususnya di Provinsi Lampung.


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah
Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia
Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS
Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng
Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi
APBD Lampung: Pendapatan Rp7,23 T, Belanja Rp6,93 T
Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Daerah
SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Investasi Hongkong-Tiongkok di Indonesia tembus 17,8 miliar $ AS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Berita Terbaru

Personel militer Israel melakukan operasi di Kota Qabatiya, sebelah selatan Kota Jenin, Tepi Barat belum lama ini (Xinhua)

Berita Utama

Menhan Israel Ancam Rebut Lebih Banyak Wilayah

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:59 WIB

Berita Utama

Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:20 WIB

PT Daya Bumi Energi Indonesia (Dayabumi Energi) dan GEM Co., Ltd. menandatangani kerja sama pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh) di kawasan industri Sulawesi Tengah pada 19 Oktober 2026 di Jakarta Selatan. (Xinhua)

Berita Utama

Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:25 WIB

Noor Sona Maesana Mushonnif, staf khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), memberi pidato pada acara Dialog Global South: Forum Meja Bundar Tiongkok-Indonesia di Jakarta, 19 Oktober, 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Indonesia Minta Investasi Tiongkok Dukung Hilirisasi

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:23 WIB