Gubernur Mirza Buka Peluang Kerja Sama Internasional Melalui Program Sister City

Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka peluang kerja sama internasional melalui Program Sister City demi mengembalikan kejayaan sektor kelautan Lampung yang berorientasi lingkungan.

Hal itu terungkap dalam acara Silaturahmi dan Koordinasi Program Sister City Sektor Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota Provinsi Lampung di Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Sabtu (22/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Mirza menyoroti sektor kelautan, dimana Lampung pernah berjaya di era 90-an hingga 2000-an.

“Lampung pernah menjadi produsen udang nasional. Namun, semangat budidaya yang tinggi mengabaikan aspek lingkungan,” ujar Mirza. Akibatnya, abrasi pantai, penurunan produksi tambak, serta serangan penyakit dan virus kini menghantui.

Baca Juga:  HAJI 2026: Dana Haji yang Mengendap Harus Bermanfaat bagi Jamaah

Mirza menyinggung dampak buruk pembukaan tambak udang. Misalnya Dipasena. “Pengusaha yang dulu membuka tambak sudah pindah, meninggalkan masyarakat yang menanggung kerusakan,” katanya. Ia menekankan perlunya peran aktif pemerintah sebagai regulator untuk membenahi kondisi ini.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah revitalisasi mangrove. “Penanaman mangrove memiliki efek ganda: memperbaiki kualitas tambak, mengurai racun, dan menahan abrasi,” jelas Mirza.

Baca Juga:  Antisipasi Mengantuk saat Berkendara, BTB Toll dan HKA Gelar Operasi Microsleep

Selain revitalisasi mangrove, Mirza juga mengumumkan sejumlah program untuk mendukung nelayan Lampung, termasuk pembangunan pom bensin khusus nelayan di setiap pelabuhan, kemudahan pengurusan izin kapal, dan peningkatan teknologi bagi nelayan.

“Kita harus memperkuat nelayan kita dengan teknologi,” tegasnya. Mirza berharap, langkah-langkah ini dapat mengembalikan kejayaan sektor kelautan Lampung dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.##


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung,

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BPBL Lampung Turun, dari 10.800 jadi 9.800 Yang Dialokasikan
Kelistrikan Lampung Andal, Tapi, 50% Pasokannya dari Daerah Lain
KDMP Jangan Berorientasi Kuantitas, Tapi Akhirnya Mangkrak
Lampung Torehkan Prestasi Nasional, Gubernur Mirza Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi Kontribusi Masyarakat Minang dalam Pembangunan Lampung
Masyarakat Adat Harus Diberi Ruang yang Luas, Bukan Pelengkap Seremonial
Gubernur Mirza Ajak Perantau Minang Berkolaborasi Bangun Lampung
Ketua Perhimpunan Persahabatan Sambut Baik Kehadiran Dubes Korut yang Baru

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:20 WIB

BPBL Lampung Turun, dari 10.800 jadi 9.800 Yang Dialokasikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:13 WIB

Kelistrikan Lampung Andal, Tapi, 50% Pasokannya dari Daerah Lain

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:10 WIB

KDMP Jangan Berorientasi Kuantitas, Tapi Akhirnya Mangkrak

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:52 WIB

Lampung Torehkan Prestasi Nasional, Gubernur Mirza Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:50 WIB

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi Kontribusi Masyarakat Minang dalam Pembangunan Lampung

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

BPBL Lampung Turun, dari 10.800 jadi 9.800 Yang Dialokasikan

Jumat, 12 Jun 2026 - 12:20 WIB

#indonesiaswasembada

Kelistrikan Lampung Andal, Tapi, 50% Pasokannya dari Daerah Lain

Jumat, 12 Jun 2026 - 10:13 WIB

#indonesiaswasembada

KDMP Jangan Berorientasi Kuantitas, Tapi Akhirnya Mangkrak

Jumat, 12 Jun 2026 - 09:10 WIB