FABEM dan MASKER PRAGI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 29 Juli 2026 | 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FORUM Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa & Senat Mahasiswa (FABEM – SM ) bersama Masyarakat Sipil Kritis Pengawal Prabowo Gibran (MASKER PRAGI) menyampaikan apresiasi atas komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pembangunan nasional. Menurut kedua organisasi tersebut, arah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

DPP FABEM dan DPP MASKER PRAGI menilai penguatan ekonomi kerakyatan tidak hanya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional target 8% , tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta sektor pertanian dinilai menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi nasional.

Wakil Ketua Umum DPP FABEM sekaligus Ketua Umum DPP MASKER PRAGI, Tody Ardiansyah Prabu, S.H.,menyatakan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan harus terus diwujudkan melalui kebijakan yang konsisten, inklusif, dan tatakelola kombinasi meritokrasi SDM unggul tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong terciptanya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga:  1 Agustus, TPST Bantargebang Pakai Sistem Controlled Lanfill

Tody menambahkan bahwa pembangunan sektor pangan tidak dapat hanya bertumpu pada pertanian, tetapi juga harus memberikan perhatian yang seimbang terhadap sektor perikanan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Ia menilai desa nelayan memiliki peran strategis sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan nasional sehingga perlu memperoleh dukungan berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur, kemudahan akses pembiayaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Undang-undang dan regulasi agraria serta tata ruang terbaru di Indonesia urgensi menjaga ketahanan pangan melalui perlindungan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), pengendalian alih fungsi lahan pertanian, serta penyelarasan kebijakan penataan ruang dengan Kementerian ATR/BPN. Kebijakan ini berlandaskan pada pemanfaatan instrumen hukum eksisting seperti UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) serta penguatan tata ruang era Presiden Prabowo untuk mengamankan sawah nasional.

Perlindungan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan pengendalian alih fungsi lahan di Indonesia didasarkan pada UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang LP2B, Perpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, serta sinkronisasi tata ruang bersama Kementerian ATR/BPN untuk mengamankan ketahanan pangan nasional era Presiden Prabowo.

Baca Juga:  Sekdaprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Integritas

FABEM dan MASKER PRAGI juga menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat khususnya perlindungan ketahanan masyarakat adat disahkannya UU masyarakat adat Indonesia menjadi rule model ketahanan nasional. Menjadi faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Menurut Sekjen DPP Masker Pragi DR (c) Muliansyah Abdurahman, S.Sos., M.Si, kolaborasi tersebut diyakini mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan melalui pemanfaatan potensi daerah secara optimal.

Kedua organisasi tersebut berharap berbagai program yang telah dirancang pemerintah dapat terus dijalankan secara konsisten dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kebijakan yang tepat sasaran dinilai akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, pelaku UMKM, dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.[]

 


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jawa Barat

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 
Sensus Ekonomi 2026 dan Pentingnya Data Akurat
Seluruh Bhabinkamtibmas Bagi Bendera ke Masyarakat
Lebanon Sebut Perundingan dengan Israel Ada Kemajuan, soal Tawanan dan Perbatasan

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 

Berita Terbaru

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]

#indonesiaswasembada

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:41 WIB

Waspada Flu Burung Naik Lagi, Jangan Lengah

#indonesiaswasembada

Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:38 WIB

#indonesiaswasembada

Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 

Sabtu, 8 Agu 2026 - 23:59 WIB