DPR Ingatkan PLN soal Tata Kelola Kelistrikan dan Data Rakyat Penerima Subsidi

Sabtu, 4 April 2026 | 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA- Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, memimpin Tim Kunjungan Kerja dalam rangka evaluasi dan pengawasan terhadap kinerja PT PLN Nusantara Power di Jawa Timur.

Pertemuan ini menyoroti sejumlah isu strategis terkait tata kelola kelistrikan, mulai dari penyesuaian regulasi, ketepatan sasaran subsidi, hingga dorongan percepatan transisi Energi Baru Terbarukan (EBT).

Dalam keterangannya, Andreas Eddy Susetyo menegaskan bahwa saat ini terdapat beberapa kebijakan tata kelola BUMN yang perlu ditinjau ulang menyusul adanya perubahan regulasi di tingkat pusat.

“Jadi ini ada suatu kebijakan yang perlu kita tinjau ulang karena dasar hukumnya pun sekarang sudah berubah. Kalau dulu dasar hukumnya adalah Undang-Undang BUMN, sekarang UU tersebut sudah berubah, termasuk dengan adanya pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara),” ujar Andreas di Surabaya, Provinsi Jawa Timur kemarin, (02/04).

Urgensi Payung Hukum untuk Akurasi Subsidi

Selain aspek regulasi kelembagaan, BAKN DPR RI juga memberikan catatan penting terkait penyaluran subsidi listrik agar benar-benar tepat sasaran. Andreas menyebut bahwa PLN membutuhkan payung hukum yang kuat terkait masa transisi penggunaan data penerima subsidi.

Baca Juga:  Gelar Iftar, Neng Eem Ajak Peduli Sosial di Ramadhan

“Kita perlu memastikan bahwa subsidi ini tepat sasaran. Saat ini, PLN membutuhkan payung hukum untuk peralihan data yang selama ini menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Terpadu Sasaran Ekonomi Nasional (DTSEN),” jelasnya.@ 

Lebih lanjut, Andreas menyoroti masalah pemanfaatan kapasitas pembangkit yang ideal guna menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik. Ia melihat kapasitas yang ada saat ini sebagai peluang emas untuk melakukan restrukturisasi subsidi energi secara nasional. 

Menurutnya, optimalisasi kapasitas ideal listrik dapat diarahkan untuk mempercepat program elektrifikasi, yang pada akhirnya mampu menekan beban subsidi gas LPG.

“Kapasitas ideal ini sebetulnya bisa dipakai untuk elektrifikasi yang akan menggantikan subsidi gas LPG. Dalam situasi geopolitik saat ini, kerentanan impor LPG kita sangat besar. Jika kita bisa memanfaatkan energi yang tersedia di dalam negeri terlebih energi terbarukan ini akan sangat membantu mengurangi beban subsidi di dalam APBN kita,” tegas politisi PDI-Perjuangan.

Terkait dengan pengembangan energi masa depan, BAKN menilai kondisi geopolitik global yang dinamis harus dijadikan momentum bagi Indonesia untuk melakukan pembaruan, termasuk mengkaji ulang master plan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Pembiayaan untuk sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi sorotan utama yang harus segera direalisasikan.

Baca Juga:  Hadiri Peringatan Hari Internasional Melawan Islamophobia, HNW Dorong OKI Efektifkan dan Inisiasi Regulasi Atasi Meningkatnya Islamophobia

Di sisi lain, Andreas juga memberikan kritik membangun terkait kondisi keuangan PT PLN (Persero). Ia menyoroti fenomena proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang kerap dikerjakan bersama pihak swasta Independent Power Producer (IPP), di mana pihak swasta tersebut juga mengandalkan dana dari pinjaman perbankan.

“Ini kan sebetulnya sangat ironis. Masa suatu perusahaan besar milik negara kalah dengan swasta? Intinya adalah bagaimana kita ingin menyeimbangkan agar PLN, yang bisnisnya ditujukan untuk negara dan rakyat, dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada rakyat tetapi juga tidak membebani keuangan negara,” pungkas Andreas.

Sebagai tindak lanjut dari proses evaluasi dan penyelesaian berbagai tantangan tersebut, tim BAKN DPR RI menjadwalkan akan segera melakukan kunjungan peninjauan langsung ke unit-unit operasional pembangkit listrik di lapangan.


Penulis : Heri


Editor : Romy Agus


Sumber Berita : DPR MPR RI

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Gembleng Pelajar, Egi: Karakter tak Bisa Digantikan AI
Geopolitik tak Menentu, Subsidi Minyak Harus Tepat Sasaran
Gunung Rajabasa Longsor: Bupati Egi Tanam Pohon Cegah Bencana Susulan
Warga Bangunrejo Bersyukur di Era Gubernur Mirza, Bertahun Tahun Rusak Jadi Mulus
E Soeparno: Krisis Energi Global, Diplomasi Harus Diperkuat
Gubernur Target Jalan Lampung Tengah Mantap Berkualitas Capai 98% di 2026
Samapta Polres Mesuji Lakukan Sterilisasi Sebelum Pelaksanaan Ibadah Paskah
Dua Tersangka Penadah Barang Curian Asal Tuba di Amankan Anggota Polres Mesuji

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 15:17 WIB

Gembleng Pelajar, Egi: Karakter tak Bisa Digantikan AI

Sabtu, 4 April 2026 - 15:03 WIB

DPR Ingatkan PLN soal Tata Kelola Kelistrikan dan Data Rakyat Penerima Subsidi

Sabtu, 4 April 2026 - 14:51 WIB

Geopolitik tak Menentu, Subsidi Minyak Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 4 April 2026 - 14:41 WIB

Gunung Rajabasa Longsor: Bupati Egi Tanam Pohon Cegah Bencana Susulan

Sabtu, 4 April 2026 - 06:08 WIB

Warga Bangunrejo Bersyukur di Era Gubernur Mirza, Bertahun Tahun Rusak Jadi Mulus

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Gembleng Pelajar, Egi: Karakter tak Bisa Digantikan AI

Sabtu, 4 Apr 2026 - 15:17 WIB

#indonesiaswasembada

Geopolitik tak Menentu, Subsidi Minyak Harus Tepat Sasaran

Sabtu, 4 Apr 2026 - 14:51 WIB

#indonesiaswasembada

Gunung Rajabasa Longsor: Bupati Egi Tanam Pohon Cegah Bencana Susulan

Sabtu, 4 Apr 2026 - 14:41 WIB