BERBAGI

Laporan : Anis/Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Operasi pasar yang berlangsung di halaman kantor Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara ricuh, hal itu diakibatkan karena ratusan warga yang tidak puas karena tidak mendapatkan bagian minyak goreng.

Menurut keterangan salah satu warga yang ikut mengantri, pihak Disdag Lampura menghentikan operasi pasar dengan alasan minyak goreng telah ludes terjual. Namun warga yang curiga dengan pernyataan yang dilontarkan pihak dinas, berusaha menggeruduk ruangan dinas perdagangan setempat. Alhasil warga menemukan gudang (ruangan) tempat menyimpan stok puluhan karton minyak goreng. Dengan spontanitas, para ‘emak-emak’ beramai-ramai mendobrak pintu gudang tempat penyimpanan minyak goreng.

BACA JUGA  Ketua TP-PKK Lampura Kukuhkan PKK dan Bunda Paud 

“Tadi bilangnya sudah habis, enggak ada lagi barangnya. Tapi ini lihat sendiri, alangkah banyaknya minyak goreng didalam situ (gudang) mereka sembunyikan,” ujar warga yang ikut mengantri dikantor Disdag Lampura, Senin, (21/02).

BACA JUGA  10 Tahun Eksis, Kominfo Ucapkan Selamat Kepada Tabloid Media Pendidikan

Beberapa warga dilokasi mengutuk tindakan petugas OP yang dianggap ‘biadab’ karena tidak memikirkan nasib warga yang rela jauh-jauh pergi hanya untuk mendapatkan jatah 2 liter minyak goreng. “Kak mikir, kami ini dari pagi nunggu, malah dibilang habis, eh, gak taunya malah ‘ditimbun’ mereka sendiri digudang. Pikirkan nasib kami rakyat kecil ini, jangan kalian mengambil kesempatan dalam kesempitan,” imbuh warga lainnya. Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, lintaslampung.com masih menunggu klarifikasi dari Kadisdag, Hendri, maupun pihak terkait lainnya.##

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here