Buka Lomba Free Fly, Bamsoet Ingatkan Pentingnya Melindungi Satwa Langka

Sabtu, 26 Maret 2022 | 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

BALI – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan upaya konservasi satwa, temasuk burung paruh bengkok, saat ini semakin menghadapi banyak tantangan.

Terutama disebabkan oleh semakin rusaknya habitat asli satwa, baik yang disebabkan oleh faktor alam, maupun karena faktor campur tangan manusia. Semisal, kegiatan penebangan hutan atau de-forestasi yang terus menerus semakin intens dilakukan.

“Hingga Februari 2020, avi-fauna atau jumlah varietas burung di Indonesia tercatat sebanyak 1.794 spesies. Menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah spesies burung terbanyak keempat di dunia, setelah Kolombia, Peru, dan Brazil. Dari besarnya keragaman avi-fauna yang kita miliki tersebut, 81 jenis di antaranya adalah burung paruh bengkok, dengan persentase terbesar yaitu sebanyak 32 jenis atau hampir 40 persennya hidup di wilayah Maluku,” ujar Bamsoet saat membuka Lomba Free Fly Piala Ketua MPR RI di Blackstone Beach Bali, Sabtu (26/3).

Baca Juga:  Kisah 8 Dewa, "All Wishes Come True" Hadir di Bioskop Indonesia

Lomba Free Fly Piala Ketua MPR RI bukan sekedar euforia dari komunitas pecinta satwa untuk menikmati daya tarik dan pesona burung paruh bengkok yang mengikuti lomba. Tetapi juga sebagai ajang media gathering, silaturahmi, serta saling bertukar informasi antar komunitas pecinta burung paruh bengkok.

“Acara ini harus menjadi bagian dari edukasi untuk menggugah kesadaran dan komitmen masyarakat mengenai pentingnya pelestarian dan perlindungan satwa. Khususnya burung paruh bengkok, yang di alam liar habitatnya semakin terancam. Dengan karakter yang unik dan warna bulu yang mencolok, sebenarnya burung paruh bengkok merupakan satwa yang begitu mudah membuat para pecinta satwa terpesona dan jatuh hati,” kata Bamsoet.

Baca Juga:  Sol Banjir, Firman ; Benahi dari Hulu ke Hilir

Menurutnya dengan semakin berkurangnya habitat asli yang dimiliki, maka kebijakan konservasi satwa dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perlindungan dan pelestarian satwa.

Salah satunya adalah melalui penangkaran. Baik yang dilakukan secara institusi kelembagaan, maupun oleh masyarakat atau kelompok masyarakat yang memiliki kecintaan, kepedulian, kompetensi dan kapabilitas.

“Kegiatan penangkaran satwa ini bertujuan untuk melindungi dan merawat satwa, menghindarkan dari berbagai faktor risiko, serta memperlakukan satwa sebagaimana mereka hidup pada habitat aslinya. Dan pada akhirnya, masyarakat terlibat langsung dalam mengembangbiakkan dan menghindarkan satwa yang dilindungi dari ancaman kepunahan,” pungkas Bamsoet. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro
Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%
Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa
Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka
AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”
18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk
Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026
Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:34 WIB

Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:36 WIB

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Berita Terbaru

Berita Utama

Musda XI MUI, Lampung Dorong Sinergi Ulama dan Umaro

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:55 WIB

Berita Utama

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Okt 2026 - 04:04 WIB

Berita Utama

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:53 WIB

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

Bencana

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:36 WIB