Belanda Gak Boleh Hanya Minta Maaf ke Indonesia, Harus Dibarengi Kompensasi

Jumat, 18 Februari 2022 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah/Net

Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah/Net

Laporan: Heri Suroyo
JAKARTA-Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah memberi apresiasi atas permintaan maaf yang mendalam dari Perdana Menteri Belanda Mark Rutte kepada rakyat Indonesia.

Permintaan maaf Rutte atas penggunaan kekerasan secara sistematis oleh militer Belanda pada masa perang kemerdekaan 1945 – 1949 ini disampaikan di Brussel, ibukota Belgia yang secara de facto juga Ibukota Uni Eropa pada Kamis (17/2).

Selanjutnya Basarah menyatakan bahwa pengakuan ini merupakan langkah maju dan sesuatu yang melegakan bagi keluarga korban.

“Pengakuan akan kekerasan sistemik yang dilakukan militer Belanda ini merupakan langkah maju yang patut kita apresiasi, dan memberi kelegaan bagi keluarga korban, ibarat beban berat yang terlepas” ungkap Basarah Jumat (18/2) di Jakarta.

Baca Juga:  Aksi Damai Pendukung Paslon No 2 Prabowo-Gibran Akan Dikawal TKN

Basarah yang juga merupakan Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDI Perjuangan ini menyampaikan bahwa pemerintahan sebelum Rutte tidak pernah meminta maaf secara langsung dan mengakui kekerasan ekstrem yang sistemik dan tersebar masif. Pemerintah terdahulu hanya menyampaikan bahwa mereka (militer Belanda) kasar, namun tidak dapat dihindari (situasinya).

Basarah berharap agar itikad baik pemerintah Belanda ini tidak hanya berhenti sampai permintaan maaf saja, namun harus di tindak lanjuti dengan pemberian kompensasi yang seimbang bagi keluarga korban dan bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Arinal Buka Pameran dan Lomba Burung Berkicau Piala Gubernur Lampung 2024

Seperti kita ketahui permintaan maaf PM Rutte ini dilakukan setelah adanya kajian yang di keluarkan oleh tiga lembaga riset sejarah di Belanda. Kajian sejarah ini menemukan bahwa militer Belanda menggunakan kekerasan ekstrim, termasuk kepada masyarakat sipil secara sistemik dan tersebar masif, selama perang kemerdekaan 1945 -1949. Investigasi ini juga mementahkan pandangan lama bahwa prajurit Belanda hanya terlibat dalam sejumlah kekerasan sporadis sebagai upaya mengambil alih kembali kendali koloni setelah Perang Dunia II.

Lebih lanjut Riset ini menunjukkan bahwa seringkali kekerasan ini memang disengaja, tidak hanya dilakukan militer Belanda, bahkan diketahui dan secara tidak langsung direstui oleh politisi, pegawai negeri dan hakim hakim Belanda. Sehingga yang terjadi adalah keinginan kolektif untuk memaafkan, memberi pembenaran, menutupi dan membiarkan berlalu tanpa hukuman. Semua untuk tujuan yang lebih besar yakni memenangkan perang.

Baca Juga:  Kepala Sekolah S Diperiksa Terkait Narkotika

Dijelaskan dalam laporan tersebut, telah terjadi perlakuan yang menyimpang, penyiksaan, eksekusi tanpa pengadilan, penahanan dalam kondisi yang tidak manusiawi, pembakaran dan penghancuran rumah-rumah serta kampung-kampung, penjarahan, serta penangkapan dan pengasingan masal.

Menutup pembicaraan, Basarah berharap agar permintaan maaf ini dapat meningkatkan kesepahaman antara pemerintah Indonesia dan Belanda serta merekatkan hubungan kedua negara yang memang punya hubungan sejarah panjang.##


Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Polisi Lamtim Ringkus Terduga Pelaku Maling Ayam
Kolam yang Makan Korban 3 Anak, Ditinjau Kapolres Lamtim
Khalid: Ekonomi Indonesia On The Track
Emak-emak Sukarame Padati Fun Games Milenial Bung Iqbal
“Kalau Gak Bohong, Didin tak Mau Bawa Sabu”
Mencuri 2 Dandang, Motor Disita, Badan Dibui
Laskar Lampung Aneh Sekda Gak Tahu SKB Armada Batubara!
Turnamen Robotika Indonesia 2024 Dorong Peningkatan Prestasi Robotika Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 18 Mei 2024 - 12:22 WIB

Polisi Lamtim Ringkus Terduga Pelaku Maling Ayam

Sabtu, 18 Mei 2024 - 12:15 WIB

Kolam yang Makan Korban 3 Anak, Ditinjau Kapolres Lamtim

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:44 WIB

Khalid: Ekonomi Indonesia On The Track

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:14 WIB

Emak-emak Sukarame Padati Fun Games Milenial Bung Iqbal

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:56 WIB

“Kalau Gak Bohong, Didin tak Mau Bawa Sabu”

Sabtu, 18 Mei 2024 - 07:27 WIB

Laskar Lampung Aneh Sekda Gak Tahu SKB Armada Batubara!

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:29 WIB

Turnamen Robotika Indonesia 2024 Dorong Peningkatan Prestasi Robotika Indonesia

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:03 WIB

Dua Buku Ketum JMSI, Lengkapi Pokok Baca Digital PWI

Berita Terbaru

Berita Utama

Polisi Lamtim Ringkus Terduga Pelaku Maling Ayam

Sabtu, 18 Mei 2024 - 12:22 WIB

Berita Utama

Kolam yang Makan Korban 3 Anak, Ditinjau Kapolres Lamtim

Sabtu, 18 Mei 2024 - 12:15 WIB

Berita Utama

Khalid: Ekonomi Indonesia On The Track

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:44 WIB

#CovidSelesai

Emak-emak Sukarame Padati Fun Games Milenial Bung Iqbal

Sabtu, 18 Mei 2024 - 11:14 WIB

Berita Utama

“Kalau Gak Bohong, Didin tak Mau Bawa Sabu”

Sabtu, 18 Mei 2024 - 08:56 WIB