KUNMING- “Keluarga hidung pendek” gajah Asia liar menarik perhatian dunia pada 2021 setelah menjelajah lebih dari 1.400 kilometer melintasi Provinsi Yunnan. Kawanan tersebut kembali ke habitat asalnya dengan 14 ekor anggota.
Dengan kelahiran dua anak gajah tahun ini, jumlah anggota keluarga tersebut kini bertambah menjadi 21 ekor.

YANGNIU, seekor gajah Asia yang diselamatkan, terlihat dalam pesta ulang tahunnya di Pusat Penangkaran dan Penyelamatan Gajah Asia di Prefektur Otonom Etnis Dai Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, China barat daya, pada 12 Agustus 2026. (Xin]
Yunnan telah mengembangkan pendekatan komprehensif untuk konservasi gajah Asia yang menggabungkan pemulihan habitat, konektivitas habitat, pemantauan ilmiah dan peringatan dini, partisipasi masyarakat, serta kerja sama lintas perbatasan. Provinsi ini juga menjadi lokasi Pusat Penangkaran dan Penyelamatan Gajah Asia Xishuangbanna, yang telah menyelamatkan dan merehabilitasi lebih dari 30 ekor gajah Asia liar sejak didirikan pada 2009.
China telah mendirikan 11 cagar alam yang mencakup area seluas 5.098 kilometer persegi di habitat gajah Asia liar. Populasi gajah Asia liar di negara tersebut telah meningkat dari sekitar 150 ekor pada 1980-an menjadi hampir 400 ekor saat ini.[]
Penulis : Desty Efriyani
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















