Ari Setiawan Bantah Tuduhan Terlibat Kasus Dugaan Penggelapan Angsuran Nasabah MCF Kotabumi

Kamis, 1 Agustus 2024 | 00:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gita Apriantika Sasmita, warga Jalan Soekarno-Hatta (Ibnu Rusyd) Kecamatan Kotabumi Selatan, sebelumnya merupakan pegawai tetap MCF Kotabumi dengan jabatan terakhir sebagai Human Resource Development (HRD) itu menegaskan tidak pernah sama sekali menggelapkan uang angsuran nasabah walau sepeser.

“Saya enggak masuk kantor waktu tanggal 25 April 2024, tapi kok ada pencatatan (input) angsuran dari sistem. Setelah mencuat, tim audit turun ke lapangan dan pengakuan nasabah bukan saya yang mengambil uang angsuran mereka, hasil penyelidikan auditor ada 12 konsumen yang penginputan angsuran menggunakan user ID pribadi saya, dengan total sekitar Rp86 juta. Dari situ Kepala Cabang membuat laporan kepada saya, namun yang menerima uang, bukan saya tapi yang menerima kasir Ari, sedangkan yang mengetahui User ID dan Password saya, Mantan Kepala Cabang dan Saya sendiri,” ujar dia menceritakan.

Baca Juga:  Ideologi Pembangunan Prabowo Dipengaruhi Politik Global, Hilirasi untuk Perkuat Ekonomi Negara

Meski dia telah berulang kali menyatakan tak pernah melakukan perbuatan tersebut, bahkan dengan berbagai data sebagai bukti penguat argumentasi dirinya tak bersalah, namun mantan Kacab MCF Kotabumi tetap melaporkan dirinya ke Polres Lampura dengan tuduhan penggelapan dan penyalahgunaan jabatan.

“Saya merasa ada kejanggalan dalam persoalan ini, karena dari hasil audit jelas penerima uang bukan saya, tapi sekarang saya di laporkan ke polisi atas tuduhan menggelapkan uang angsuran nasabah. Saya minta keadilan pada kasus ini,” kata dia.

Baca Juga:  Menteri PKP dan Gubernur Mirza Tanam Pohon di Taman Kehati

“Saya yang dilaporkan, bukan Ari rekan kerja saya yang sudah terbukti dan mengakui uang angsuran dia (Ari) yang menerima. Mantan Kepala Cabang saya inisial HAS juga tahu dan semua bukti-bukti ada, tapi kenapa saya yang dilaporkan polisi,” timpalnya lagi.


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Konsistensi Satu Dekade, Lampung Selatan Kembali Pertahankan Opini WTP ke-10 dari BPK
Jelang Penerimaan Murid Baru, Ombudsman Lampung Minta Disdik dan Kemenag Maksimalkan Sosialisasi dan Patuhi Aturan
Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak
Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026
DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera
Hadapi El Nino, Lampung Perkuat Mitigasi dan Penyuluh Pertanian
HAJI 2026: Rieke Apresiasi Layanan Jamaah Lansia 
Kasum TNI Periksa 25 Kontainer Hasil Tangkapan AL di Batam

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:52 WIB

Konsistensi Satu Dekade, Lampung Selatan Kembali Pertahankan Opini WTP ke-10 dari BPK

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:43 WIB

Jelang Penerimaan Murid Baru, Ombudsman Lampung Minta Disdik dan Kemenag Maksimalkan Sosialisasi dan Patuhi Aturan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:14 WIB

Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:26 WIB

Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB

DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:14 WIB

#indonesiaswasembada

Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:26 WIB

#indonesiaswasembada

DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB