Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Pasca terpilihnya Jumhur Hidayat sebagai ketua umum KSPSI, Yorrys Raweyai rupanya tak terima. Dia berkicau mempertanyakan keabsahan kongres KSPSI X yang digelar Jumhur.

“Sudah jelas mayoritas DPD KSPSI tidak ada yang mendukung Saudara Yorrys Raweyai. Dari 26 DPD KSPSI di Indonesia, sebanyak 22 DPD KSPSI mendukung Kongres dan memilih Saudara Jumhur. Itu artinya Saudara Yorrys sudah tidak diakui lagi,” tegas Wakil Ketua Umum KSPSI Alzier Dianis Thabranie, Senin (28/3).

Baca Juga:  Rugikan Negara Rp 451,6 Miliar, Kasus Dugaan Korupsi Perjanjian Jual Beli BBM Non Tunai Naik Penyidikan

Penegasan ini penting disampaikan Alzier, agar publik tidak terkecoh dengan klaim Yorrys. Dalam pernyataan di sejumlah media, Yorrys meminta agar Jumhur tidak menggunakan logo dan simbol KSPSI. Dia mengklaim logo KSPSI miliknya sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dan HAM RI (Ditjen AHU) sejak lima tahun yang lalu. Dia mengaku tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Yorrys bahkan bakal menggelar kongres X tandingan pada 30-31 Maret 2022.

Baca Juga:  Sosialisasi Pendataan Awal Regsosek 2022

Jumhur sendiri tidak begitu menanggapi manuver Yorrys cs. Baginya saat ini lebih penting fokus pada perjuangan terhadap nasib buruh. Terutama terkait dengan UU Cipta Kerja yang ditolak para buruh dan sudah dibatalkan MK. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini