Akselerasi Pembangunan Kesehatan Nasional Butuh Data yang Valid

Senin, 21 Agustus 2023 | 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Survei Kesehatan Indonesia (SKI) harus mampu menyajikan data yang valid sebagai acuan untuk mengakselerasi pembangunan kesehatan di tanah air.

“Upaya pemerintah untuk memotret status kesehatan masyarakat melalui survei harus didukung semua pihak dengan memberikan informasi yang benar,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/8).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) melakukan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada Agustus 2023 hingga awal Oktober 2023.

Survei tersebut bertujuan memotret status kesehatan masyarakat serta faktor risiko yang ada dalam masyarakat. Selain itu juga bertujuan untuk melihat status gizi masyarakat karena SKI tahun ini dipadukan dengan survei status gizi Indonesia yang dilakukan setahun sekali.

Baca Juga:  Eits, Ada Lo yang Gak Dapet Gaji 13, Siapa Saja?

Menurut Lestari, pandemi Covid-19 harus menjadi pelajaran semua pihak untuk konsisten mengedepankan sejumlah langkah antisipasi terhadap berbagai potensi ancaman penyakit.

Upaya tersebut, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, memerlukan data acuan yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat.

Karena itu, Rerie, yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, mengapresiasi pelaksanaan SKI sebagai bagian dari upaya untuk menyediakan data acuan kesehatan nasional.

Baca Juga:  HAJI 2026: Dana Haji yang Mengendap Harus Bermanfaat bagi Jamaah

Dukungan masyarakat dalam memberikan informasi yang benar pada survei tersebut, tambah Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sangat dibutuhkan dalam upaya memberi gambaran kondisi kesehatan masyarakat.

Selain itu, tambah Rerie, kesiapan para petugas harus dipastikan untuk menjamin hasil survei yang bisa dipertanggungjawabkan.

Rerie sangat berharap di era globalisasi yang sarat dengan perubahan ini dapat dibangun sistem kesehatan nasional yang tangguh dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekaligus melindungi setiap warga negara dari berbagai ancaman penyakit.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Konsistensi Satu Dekade, Lampung Selatan Kembali Pertahankan Opini WTP ke-10 dari BPK
Jelang Penerimaan Murid Baru, Ombudsman Lampung Minta Disdik dan Kemenag Maksimalkan Sosialisasi dan Patuhi Aturan
Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak
Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026
DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera
Hadapi El Nino, Lampung Perkuat Mitigasi dan Penyuluh Pertanian
HAJI 2026: Rieke Apresiasi Layanan Jamaah Lansia 
Kasum TNI Periksa 25 Kontainer Hasil Tangkapan AL di Batam

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:52 WIB

Konsistensi Satu Dekade, Lampung Selatan Kembali Pertahankan Opini WTP ke-10 dari BPK

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:43 WIB

Jelang Penerimaan Murid Baru, Ombudsman Lampung Minta Disdik dan Kemenag Maksimalkan Sosialisasi dan Patuhi Aturan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:14 WIB

Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:26 WIB

Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB

DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Hukum Harus Tegak: Aparat Melanggar, Negara Wajib Bertindak

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:14 WIB

#indonesiaswasembada

Agus Fatoni Terima Penghargaan Digital Innovation Award 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:26 WIB

#indonesiaswasembada

DPR Marah, Tuding Kemenkeu tak Serius Tangani Bencana Sumatera

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB