4.000 Kasus Keguguran Tercatat di Jalur Gaza pada 2026

Jumat, 24 Juli 2026 | 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Palestina menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Gaza City . [Xin]

Warga Palestina menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Gaza City . [Xin]

GAZA- Seorang pejabat medis di Jalur Gaza pada Selasa (21/7) menyatakan keprihatinan atas peningkatan tajam kasus keguguran di wilayah kantong tersebut, dengan 4.000 kasus tercatat pada paruh pertama (H1) 2026.

Bassam Zaqout, direktur bantuan medis di Jalur Gaza, mengatakan dalam sebuah wawancara radio bahwa lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu dipicu oleh buruknya kondisi kehidupan, termasuk ibu hamil yang harus bepergian melalui jalan yang tidak beraspal dengan transportasi yang penuh sesak dan tidak aman, ketakutan yang terus-menerus dirasakan atas pemboman Israel, tidur di atas tanah, serta keterbatasan air panas dan perlengkapan kebersihan. Selain itu, penyebaran penyakit kulit dan kondisi tidak higienis di kamp-kamp pengungsian juga turut menjadi faktor.

Baca Juga:  Hamas Setujui Draf Final Gencatan Senjata Gaza Fase Kedua

Zaqout memperingatkan bahwa krisis kesehatan kian memburuk akibat kekurangan obat-obatan, peralatan, dan pasokan medis yang parah, dengan sektor kesehatan kini beroperasi dalam kondisi darurat karena adanya pembatasan dan blokade terhadap masuknya sumber daya penting, peralatan diagnostik, serta reagen laboratorium.

Dia juga melaporkan meluasnya wabah penyakit menular dan infeksi virus, terutama di kalangan pengungsi. Ribuan kasus cacar air tercatat setiap pekan, bersamaan dengan peningkatan infeksi saluran pernapasan dan diare cair akibat air yang terkontaminasi.

Baca Juga:  Takut Diserang Iran, Israel Mati Ketakutan

Zaqout menambahkan bahwa berkurangnya aliran bantuan kemanusiaan, pasokan makanan, dan perlengkapan kebersihan dalam beberapa bulan terakhir semakin memperburuk kondisi di kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak.

Warga Palestina menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Gaza City pada 2 Mei 2025. [Xin]


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Xinhua

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai
19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini
Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur
Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way KananĀ 

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:26 WIB

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Berita Terbaru

Bagi-bagi Air di Musim Kemarau [Nr]

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Labuhan Permai

Minggu, 9 Agu 2026 - 23:25 WIB

Pasukan Houthi di Yaman

#indonesiaswasembada

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agu 2026 - 17:22 WIB

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB