Yandri Susanto: Terima Kasih Para Ulama

Kamis, 24 Agustus 2023 | 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Ratusan ulama yang terhimpun dalam Forum Silaturahmi Ulama Indonesia (FSUI) pada Rabu, 23 Agustus 2023, memenuhi Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta. Kehadiran para ulama dari Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang (Jabodetabek) ke gedung wakil rakyat itu untuk mengikuti pelantikan FSUI DPW Jabodetabek dan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Di tengah ratusan ulama itu hadir Wakil Ketua MPR Yandri Susanto S.Pt, Ketua FSUI KH. Kholid Hidayat Hasyim MA., Ketua PWNU Jakarta KH. Samsul Ma’arif MA., dan KH. R. Syarif Rahmat  SQ., MA.

Dalam kesempatan tersebut, Yandri Susanto mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan FSUI DPW Jabodetabek. Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap organisasi yang menghimpun para pimpinan pondok pesantren itu menjadi organisasi yang bermanfaat di tengah masyarakat. “Ucapan dan kata-kata ulama didengar oleh umat sehingga organisasi ini sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga:  Sol Banjir, Firman ; Benahi dari Hulu ke Hilir

Diingatkan, bila ulama kompak dan bersatu maka umat tidak akan terpecah belah dan bangsa ini pun akan damai. “Namun kalau ulamanya berantem, saling menjelekan, hal demikian akan membuat negeri ini merugi,” paparnya.

Yandri Susanto mendorong agar FSUI dalam berdakwah melakukan pendekatan yang sifatnya merangkul bukan memukul. “Saya usulkan metoda dakwahnya yang demikian,” ujar anggota DPR dari Dapil II Banten itu.

Diungkap banyak persoalan yang sekarang menimpa umat terutama generasi muda. Disebut seperti kenalakan remaja, narkoba, hingga ancaman LGBT. Menghadapi persoalan yang menimpa umat, diharap agar ulama turun langsung ke tengah masyarakat.

Kesalahan yang ada pada umat, menurut Yandri Susanto bukan karena kesalahan yang dibuatnya sendiri namun bisa jadi karena dakwah yang disampaikan oleh ulama belum sampai ke mereka. “Bisa juga karena metoda dakwahnya kurang tepat,” tuturnya. “Nah bila kurang tepat maka perlu diubah metodanya,” tambahnya.

Baca Juga:  Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Lebih lanjut disampaikan oleh pria asal Bengkulu itu, Republik ini hadir karena ada kontribusi para ulama. Jasa ulama dan santri tak terhitung nilainya. Saatnya negeri ini berterima kasih membalas perjuangan para ulama pendahulu yang hasilnya diteruskan oleh para ulama saat ini.

Yandri Susanto menegaskan wujud perhatian pemerintah kepada para ulama adalah dengan memberi kepedulian terhadap keberadaan pesantren, madrasah, dan ormas Islam. “Memberi perhatian dan peduli pada ulama merupakan jalan sekaligus merawat Republik ini,” tuturnya.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Penyadapan, Komisi III DPR Hormati Proses Hukum
Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Terancam Pidana 10Tahun
Polri Tetapkan 3 Tersangka Penyadapan Presiden
Armada Logistik Alfamart di Lampung Utara Diduga Gunakan BBM Jenis Solar Bersubsidi
Pemuda Indonesia Jelajahi Arsitektur Kuno Tiongkok
Kemnaker-IWIP Perkuat Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
Program Sekolah Lapang Disbunnak Lampung Utara Berlanjut hingga 2027
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap Dan Ditahan Di Mako Brimob

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:39 WIB

Penyadapan, Komisi III DPR Hormati Proses Hukum

Selasa, 3 November 2026 - 21:34 WIB

Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Terancam Pidana 10Tahun

Selasa, 3 November 2026 - 21:11 WIB

Polri Tetapkan 3 Tersangka Penyadapan Presiden

Selasa, 3 November 2026 - 21:04 WIB

Armada Logistik Alfamart di Lampung Utara Diduga Gunakan BBM Jenis Solar Bersubsidi

Selasa, 3 November 2026 - 21:01 WIB

Pemuda Indonesia Jelajahi Arsitektur Kuno Tiongkok

Berita Terbaru

Berita Utama

Penyadapan, Komisi III DPR Hormati Proses Hukum

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:39 WIB

Berita Utama

Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo Terancam Pidana 10Tahun

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:34 WIB

Berita Utama

Polri Tetapkan 3 Tersangka Penyadapan Presiden

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:11 WIB

Delegasi pemuda Indonesia mengunjungi Kota Kuno Pingyao di Jinzhong, Provinsi Shanxi, Tiongkok utara, pada 29 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemuda Indonesia Jelajahi Arsitektur Kuno Tiongkok

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:01 WIB