Ulama Perempuan Kumpul di Cirebon, Deklarasi Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia

Jumat, 16 Mei 2025 | 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIREBON – Di tengah gelombang krisis sosial dan moral yang menghimpit bangsa, dari maraknya kekerasan terhadap perempuan hingga krisis kemanusiaan global, Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) menggugah kesadaran publik dengan menyelenggarakan Deklarasi Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia.

Bertempat di Masjid Puser Bumi, Gunung Jati, Cirebon, acara yang akan dilangsungkan pada Ahad, 18 Mei 2025 ini menjadi momentum historis untuk menyalakan kembali api perjuangan dan spiritualitas ulama perempuan. Di lokasi yang sarat sejarah, tepat di samping maqbarah Syekh Dzatul Kahfi dan berseberangan dengan kompleks ziarah Sunan Gunung Jati, para ulama dan guru perempuan dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam semangat yang sama: membangkitkan bangsa melalui ilmu dan pengabdian.

Acara yang berlangsung sejak pagi ini akan diisi dengan khataman Al-Qur’an, pembacaan sholawat dan doa bersama, puisi spiritualitas, pidato keulamaan, napak tilas ke makam para tokoh leluhur, serta pembacaan pernyataan sikap. Puncaknya adalah penandatanganan kerja sama praksis sosial dalam bentuk penguatan koperasi pesantren. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, seperti Ibu Nyai Hj. Alissa Wahid (Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian) yang menyampaikan pidato keulamaan, serta KH. Husein Muhammad dan Ibu Nyai Hj. Siti Mahmudah yang memimpin doa. Penampilan puisi dari Ibu Nyai Hj. Masriya Amva dan Hj. Rieke Diah Pitaloka turut menghidupkan semangat spiritualitas keulamaan perempuan.

Baca Juga:  Gubernur Mirza: MTQ Momentum Perkuat Generasi Qurani Menuju Indonesia Emas 2045

Acara ini tidak hanya berhenti di lokasi. Disiarkan secara daring melalui kanal resmi KUPI, masyarakat luas di berbagai daerah ikut menyaksikan melalui nonton bareng (nobar) yang diorganisir komunitas dari lima lembaga penyangga: Fahmina, Rahima, Alimat, Gusdurian, dan Aman Indonesia.

Deklarasi ini juga menjadi seruan kepada masyarakat luas untuk menjadikan Bulan Mei sebagai Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia, sebuah gerakan kultural tahunan untuk memperkuat memori kolektif umat terhadap peran ulama perempuan yang selama ini jarang tercatat dalam sejarah, namun berpengaruh besar dalam membentuk kesalehan sosial dan spiritual bangsa.
Salah seorang ulama perempuan dari Lampung yang ikut dalam deklarasi, Nyai Hj. Siti Mahmudah, mengatakan, melalui gerakan ini, kebangkitan ulama perempuan tidak hanya menjadi narasi sejarah, tetapi menjadi cahaya harapan untuk keadilan, perdamaian, dan keberlanjutan masa depan bangsa.

“Gerakan ini menegaskan bahwa kiprah ulama perempuan bukan hanya bagian dari sejarah, melainkan fondasi penting bagi terwujudnya tatanan masyarakat yang adil, damai, dan berkelanjutan,” kata Nyai Hj. Siti Mahmudah, Jumat (16/5/2025).

Baca Juga:  Lampung Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri 2027

Nama-nama seperti Syarifah Mudaim, Nyai Mas Gandasari, dan Ratu Subanglarang dari Cirebon menjadi contoh nyata dari warisan keulamaan perempuan yang perlu terus digali, dinarasikan, dan dihidupkan. KUPI mendorong seluruh komunitas, lembaga, dan individu di seluruh Indonesia untuk mendokumentasikan para alimah, nyai, guru ngaji, dan penggerak dakwah di wilayah mereka sebagai bagian dari upaya merajut kembali silsilah keulamaan perempuan.

Nyai Hj. Siti Mahmudah menambahkan, melalui upaya kolektif ini, pihaknya menghadirkan kembali silsilah keulamaan perempuan dalam ingatan publik, memperkuat akar spiritual dan sosial umat, serta menyambung mata rantai keilmuan Islam dari generasi ke generasi. Dengan cara ini, Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia bukan hanya menjadi milik Cirebon atau pusat-pusat kajian Islam, tetapi benar-benar menjadi milik seluruh rakyat dan komunitas dari Sabang sampai Merauke, sebuah gerakan kultural tahunan yang menyala dari bawah, mengokohkan bahwa kebangkitan ulama dan guru perempuan adalah cahaya bagi keadilan umat, kemuliaan bangsa, perdamaian dunia, dan keberlanjutan semesta.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup
Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia
H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap
Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!
DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth
Masuki Musim Penghujan, DLH Lampura Mitigasi Pohon Tumbang
Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:18 WIB

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup

Jumat, 6 November 2026 - 21:14 WIB

Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia

Jumat, 6 November 2026 - 21:05 WIB

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 November 2026 - 21:00 WIB

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 25 Februari 2026 ini menunjukkan tepian Sungai Seine yang tergenang banjir dengan Menara Eiffel di belakangnya di Paris, Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup

Jumat, 6 Nov 2026 - 22:18 WIB


Pengukuhan dan penyerahan plakat yang dilaksanakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, pada 5 November 2026 resmi menandai pembentukan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia. (Xinhua)

Berita Utama

Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:14 WIB

Berita Utama

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:05 WIB

Berita Utama

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:00 WIB

Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 6 April 2026. (Xinhua)

Berita Utama

DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth

Jumat, 6 Nov 2026 - 20:11 WIB