Laporan: Rislan 
SULAWESI TENGAH-Kasus Desa Wadas belum nemui titik terang dan masih berpolemik. Kali ini Unjuk rasa dengan melakukan pemblokiran jalan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tepatnya di Desa Siney Kecamatan Tinombo Selatan, Sulawesi Tengah.

Aksi demo yang berakhir ricuh antara warga dan aparat kepolisian menyebabkan satu warga tewas tertembak. Awalnya, ratusan warga yang menolak pertambangan turun ke jalan dan menutup ruas jalan Trans Sulawesi sehingga kepolisian datang untuk membubarkan aksi demo tutup jalan tersebut.

Aksi yang berjalan selama 12 jam ini akhinya polisi melakukan tindakan atau membubar paksakan para unjuk rasa agar jalan bisa digunakan kembali oleh pengguna jalan lainnya. Masyarakat akhirnya ricuh dengan aparat kepolisian, saling serang sehingga menyebabkan satu warga Tinombo meninggal dunia setelah terluka akibat tembakan.

Baca Juga:  Kesepakatan WTO Ancam Nelayan Indonesia, LaNyalla Ingatkan Pemerintah Utamakan Rakyat

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen pol Rudi Sufaryadi mengatakan tindakan tegas kepolisian adalah peraturan yang dilakukan. Namun dia menyayangkan ada korban jiwa dari masyarakat. Oleh karena itu, dia akan turun ke lapangan bersama Kabid Propam dan menindak anggotanya yang lalai dalam bertugas. “Karena jalan Trans Sulawesi tidak bisa ditutup, sementara untuk korban yang meninggal Kabid Propam akan turun langsung daan menindak tegas anggota bila melanggar,”tegas Rudi, Minggu (13/2) seperti dirilis geloranews.##

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini