Sidak di Mina, Gus Muhaimin Prihatin dengan Kondisi Tenda Jemaah Haji Indonesia

Selasa, 18 Juni 2024 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tenda-tenda jemaah haji Indonesia di Mina. Dalam kunjungan tersebut, Gus Muhaimin mengungkapkan berbagai keprihatinannya terhadap kondisi tenda dan fasilitas yang dianggap tidak memadai bagi jemaah.

“Kita menemukan fakta bahwa jumlah jemaah dengan kapasitas tenda tidak sesuai. Satu orang hanya mendapat tempat tidur tidak sampai satu meter. Mana bisa tidur? Akhirnya tidur di lorong. Ini tidak boleh terulang,” ujar Gus Muhaimin di salah satu tenda jemaah haji asal Bogor, Jawa Barat, saat Sidak di Makkah, Senin tengah malam waktu Arab Saudi (17/06/2024).

Selain masalah kapasitas tenda, Gus Muhaimin juga menyoroti ketidakadilan dalam pembagian luas tenda. “Ada tenda yang berlebihan luas dan leluasa. Ini tidak adil. Pembagian yang salah ini harus diperbaiki. Kedepan, setiap tenda harus memiliki ukuran per orang yang standar per nama, seperti di hotel,” tambahnya.

Gus Muhaimin juga menyoroti rasio kamar mandi yang tidak imbang, menyebabkan jemaah harus mengantre hingga dua jam, bahkan ada yang pingsan. “Rasio kamar mandi harus dihitung ulang. Kebersihan juga tidak terjaga. Mengapa untuk wudhu harus menggunakan wastafel? Seharusnya wudhu biasa saja. Ini semua soal biaya, baik biaya yang dikeluarkan oleh jemaah maupun oleh negara. Harus ada negosiasi ulang dan penataan ulang agar para jemaah nyaman, padahal hanya dua hari,” kata Gus Muhaimin.

Baca Juga:  Herwan Saleh: Rekom Dikunci, Menghindari Polemik

Dalam sidak ini, Gus Muhaimin juga menemukan bahwa fasilitas ramah lansia dan difabel masih belum memadai. “Memang ada kamar mandi untuk difabel, tapi jumlahnya sangat sedikit dan tidak sebanding dengan rasio jemaah lansia dan difabel. (Tagline) Haji Ramah Lansia jangan hanya kampanye, tapi harus betul-betul diterapkan. Rasio kamar mandi harus dihitung berdasarkan jumlah lansia dan difabel yang harus difasilitasi, dan yang paling penting, keran-keran wudhu tersendiri harus disediakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Muhaimin menekankan pentingnya perencanaan yang matang sejak awal. “Kita ingin kebutuhan jemaah direncanakan dengan matang. Tidak boleh ada keterdesakan atau dadakan. Ledakan jumlah jemaah harus diantisipasi dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Negara kita kuat, pemerintah kita besar. Masak menangani hal seperti ini saja tidak bisa? Harus bisa,” pungkas Politisi Fraksi PKB ini.

Baca Juga:  Dr H Fauzi Dibisikin Jokowi: “Maju Terus di Pilkada Pringsewu”

Gus Muhaimin juga menekankan pentingnya pemerintah mengambil peran dominan dalam menentukan fasilitas jemaah. “Setiap rapat dengan Kementerian Agama, DPR selalu meminta agar pemerintah tidak didikte oleh perusahaan. Pemerintah harus mendikte, sehingga kita bisa memilih tempat yang layak karena jumlah kita besar dan posisi kita kuat,” ujarnya.

Sebagai kesimpulan, Gus Muhaimin menyerukan adanya revolusi dalam penyelenggaraan haji. “Harus ada revolusi penyelenggaraan haji dari awal, perbaikan total sehingga kondisi yang memprihatinkan ini tidak terulang lagi. Revolusi penanganan haji dimulai dari sini, kita akan benahi total,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah baru benar-benar melihat fakta ini dan tidak mendiamkan serta mengulang masalah yang sama setiap tahunnya. Dalam sidak ini, Gus Muhaimin berharap agar temuan-temuan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan jemaah haji Indonesia di masa mendatang.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Fidhela Alvita


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Remaja di Bandarlampung jadi Korban Geng Motor, Kondisinya Koma di RSUDAM
Terjerat Kredit Fiktif, Ratusan Warga Gunung Sari Ngadu ke LBH, OJK, dan Kejari
Polisi Evakuasi 2 Warga Lampung Timur Yang Gantung Diri Karena Diduga Depresi
Pj. Gubernur Samsudin Lakukan Tetes Polio Pertama, Tanda Dimulainya Program Imunisasi Polio Massal di 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung
DPR Sambut Baik Rencana Pemerintah Luncurkan BBM Jenis Baru
Tetesan Keringat dan Wajah Merah Pejabat Lampung Utara Iringi Rapat Paripurna DPRD
PT Indomarco Adi Prima Penuhi Panggilan Disperindag, Terkuak, Simpan Tepung Terigu di Gudang Minyak!
Polisi dan Pengelola Toll Bakter Tangkap 2 Orang Diduga Pembawa Narkotika Jenis Sabu

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 18:24 WIB

Remaja di Bandarlampung jadi Korban Geng Motor, Kondisinya Koma di RSUDAM

Selasa, 23 Juli 2024 - 18:21 WIB

Terjerat Kredit Fiktif, Ratusan Warga Gunung Sari Ngadu ke LBH, OJK, dan Kejari

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:01 WIB

Polisi Evakuasi 2 Warga Lampung Timur Yang Gantung Diri Karena Diduga Depresi

Selasa, 23 Juli 2024 - 13:08 WIB

Pj. Gubernur Samsudin Lakukan Tetes Polio Pertama, Tanda Dimulainya Program Imunisasi Polio Massal di 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung

Selasa, 23 Juli 2024 - 09:56 WIB

DPR Sambut Baik Rencana Pemerintah Luncurkan BBM Jenis Baru

Senin, 22 Juli 2024 - 21:48 WIB

PT Indomarco Adi Prima Penuhi Panggilan Disperindag, Terkuak, Simpan Tepung Terigu di Gudang Minyak!

Senin, 22 Juli 2024 - 19:32 WIB

Polisi dan Pengelola Toll Bakter Tangkap 2 Orang Diduga Pembawa Narkotika Jenis Sabu

Senin, 22 Juli 2024 - 18:22 WIB

Siap Mengabdikan Diri, Ini Salah Satu Alasan Bob Nasution Maju Pilkada Mesuji 2024

Berita Terbaru

#CovidSelesai

DPR Sambut Baik Rencana Pemerintah Luncurkan BBM Jenis Baru

Selasa, 23 Jul 2024 - 09:56 WIB