
Dari keterangan diperoleh, sejumlah tokoh adat dan organisasi masyarakat sepakat untuk mendesak Polda Lampung memproses laporan yang sudah disampaikan oleh Laskar Lampung yang didukung oleh tokoh adat , ormas dan puluhan orang lainya.
Pada kesempatan tersebut, Dewan Penasehat Laskar Lampung, Ike Edwin, mengaku prihatin dan kecewa atas tindakan KPU Kota Bandarlampung. Menurut dia, kera atau monyet melambangkan kerakusan, ketamakan dan orang-orang yang celaka.Tegasnya.
“Filosofi monyet apa coba? Celaka, tamak, rakus dan sebagainya,” ujar Dang Ike-sapaan akrab-Ike Edwin.
KPU Minta Maaf
Polemik soal maskot ini KPU sangat merespon kritik tajam dari berbagai kalangan. Bahkan KOU telah meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan. Meski dijelaskan mengapa maskot kera menjadi pilihan.
Menurut Kuasa Hukum Penyimbang Adat, Gunawan Parikesit, permohonan maaf KPU atas kejadian ini belum tepat. Dan yang lebih utama adalah, kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Lampung dalam bentuk Pengaduan Masyarakat (Dumas). ##
1 2
Penulis : Anis
Editor : Anis
Sumber Berita : Bandarlampung
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Halaman : 1 2