Ribuan Honorer Lampung Utara Demo, Tuntut Kejelasan Status Kepegawaian

Senin, 6 Januari 2025 | 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Ribuan tenaga honorer Kabupaten Lampung Utara (Lampura) turun ke jalan menyuarakan aspirasi sekaligus tuntutan untuk kejelasan status kepegawaian, Senin 06 Januari 2025.

Aksi yang di gelar mengatasnamakan Forum Honorer Bersatu Lampung Utara di depan Kejaksaan dan DPRD Lampung Utara

bahwa aksi ini dilatarbelakangi oleh dugaan adanya penyimpangan dalam penerimaan tenaga PPPK di Kabupaten Lampung Utara Tahun 2024.

Ribuan honorer tenaga teknis yang berasal dari berbagai instansi di lingkungan pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura ) masing-masing membawa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka, sekaligus menyuarakan aspirasi agar pemerintah segera memperhatikan nasib mereka.

Aksi damai ini diterima langsung oleh pihak Kejaksaan, Pimpinan dan Anggota DPRD, serta didampingi oleh Sekretaris Dewan.

Dalam pertemuan tersebut Kejaksaan dan DPRD menyambut baik kedatangan para tenaga honorer dan berjanji akan mengawal aspirasi yang mereka sampaikan.

Mereka berharap agar persoalan yang kini dihadapi segera diselesaikan dengan adil dan transparan.

Demonstran meminta pemerintah Kabupaten Lampung Utara membuka formasi CASN PPPK Teknis sebesar-besarnya demi mewujudkan amanat Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 tentang penyelesaian tenaga non-ASN tahun 2024.

Baca Juga:  Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

 

Adapun tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut :

1.Meminta Kejaksaan dan DPRD Lampung Utara Mengusut Dugaan Pelanggaran:

Dan Mendesak Kejaksaan Negeri dan Ketua DPRD Kabupaten Lampung Utara untuk mengusut tuntas dugaan adanya penyimpangan dalam penerimaan tenaga PPPK di Kabupaten Lampung Utara;

 

2.Tinjau Ulang Pengumuman BKPSDM:

Meminta pemerintah daerah melalui BKPSDM untuk meninjau ulang dan membatalkan pengumuman apabila terbukti melanggar aturan dan undang-undang;

 

3.Prioritas bagi Honorer Lama:

Anak honorer tahun 2005 yang memiliki SK Bupati dan digaji melalui APBD, serta telah mengabdi lebih dari 19 tahun, menuntut prioritas untuk diangkat sebagai PPPK penuh waktu pada tahun 2025;

 

4. Periksa BKPSDM Lampung Utara:

Meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Lampung Utara untuk memeriksa BKPSDM terkait penerimaan PPPK di kabupaten tersebut;

 

5.Pembukaan Formasi Honorer Teknis:

Meminta Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan Kepala BKPSDM Kabupaten Lampung Utara untuk membuka kuota formasi honorer tenaga teknis sebanyak-banyaknya dan memastikan penetapan formasi PPPK berikutnya hanya memprioritaskan honorer tenaga teknis di Kabupaten Lampung Utara.

Baca Juga:  Pembekalan Mahasiswa KKN Transformatif 2026, Rektor: Belajarlah dari Masyarakat

 

Dalam aksinya, Forum Honorer Bersatu Lampung Utara menekankan harapan mereka agar semua honorer dapat diangkat menjadi PPPK penuh waktu, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam aksi tersebut Pihak DPRD dan Kejaksaan berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan tuntutan tersebut diperhatikan.

“Kami akan menindaklanjutinya. Kejaksaan juga berkomitmen untuk mengusut dugaan kecurangan yang terjadi,” kata salah satu unsur pimpinan DPRD setempat.

Evi, salah satu honorer di Lampung Utara mengaku telah mengabdikan diri hampir 18 tahun, namun saat pembukaan formasi PPPK tempo hari, dirinya mendapatkan jawaban tidak ada kuota formasi.

Kini Ia hanya pasrah dengan keadaan, meski hatinya bergejolak melihat beberapa peserta pelamar yang dinyatakan lulus sebagai ASN PPPK Lampung Utara.

“Bantu Ayuk dek, apalah cerita kejelasan kami honorer ini. Ayuk ini sudah 18 tahun honor, tapi enggak dapat kuota,” ucapnya lirih.

“Ayuk enggak bisa ngomong, Ayuk cuma bisa melihat saja, tanpa bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.

 


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel
Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal
Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 
Proyek Kerja Sama Yunnan-Bali Masuki Tahap Baru
TAPM Lampura Klarifikasi Dugaan Pungli Pendamping Desa, Laporan Lima Oknum Sudah di Meja Kepala BPSDM
DPR Dukung Kebijakan Kemensos Tangguhkan Bansos Bagi Keluarga Terindikasi Judol
Dasco : Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Ditarget Selesai Sebelum 31 Oktober 2026
DPR Segera Proses Surpres Pengisian Jabatan Dewan Gubernur BI

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:15 WIB

Proyek Kerja Sama Yunnan-Bali Masuki Tahap Baru

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:40 WIB

TAPM Lampura Klarifikasi Dugaan Pungli Pendamping Desa, Laporan Lima Oknum Sudah di Meja Kepala BPSDM

Berita Terbaru

Jurnalis Palestina Saleh Aljafarani Tewas Saat Meliput di Gaza [xin]

#indonesiaswasembada

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel

Kamis, 13 Agu 2026 - 21:42 WIB

ILustrasi Penembakan di Sekolah Thailand

#indonesiaswasembada

Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:44 WIB

Transpormasi Digital Perkuat Ekonomi Digital Lampung

#indonesiaswasembada

Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:32 WIB

Penandatanganan Kerjasama fase ketiga dari sebuah proyek kerja sama pertanian dan pariwisata ekologis antara Bali dan Yunnan di China.

#indonesiaswasembada

Proyek Kerja Sama Yunnan-Bali Masuki Tahap Baru

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:15 WIB