Pilu, Kisah Anak Kembar Siswa SMPN 13 Mesuji, Setiap Bulan Harus Cuci Darah

Selasa, 3 Februari 2026 | 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MESUJI – Sungguh menyayat hati, kisah Fadli dan Fadlan anak kembar pasangan Mustar dan Anes yang bersekolah di SMPN 13 Mesuji, Desa Sungai Buaya, Kecamatan Rawajitu Utara (RJU) Kabupaten Mesuji. Dimana kedua bocah tersebut harus rutin berobat dan cuci darah setiap bulan karena mengalami Thalasemia sejak usia 10 bulan hingga usia 14 tahun dan saat ini duduk di kelas VIII.

Keberadaan anak kembar yang mengalami sakit dan harus menjalani cuci darah setiap bulan itu, di ketahui saat launching program makan bergizi gratis (MBG) di sekolahnya. Kala itu Camat Rawajitu Utara Hendra Kurniawan tengah mensosialisasikan program MBG yang baru tersalurkan di SMPN 13 Mesuji, dan bertemu dengan kedua bocah malang tersebut, senin (02/02/2026).

Menurut Misyanti guru di sekolah Fadli dan Fadlan, anak kembar yang mengalami sakit dan harus cuci darah setiap bulan di salah satu rumah sakit di Kota Bandar Lampung itu meski dalam kondisi kesehatan nya yang kurang baik, namun keduanya rajin bersekolah.

“Benar, Fadli dan Fadlan harus rutin cuci darah setiap bulan sejak mereka masih duduk dibangku sekolah dasar sampai saat ini. Namun kedua anak itu rajin sekolah mereka tidak masuk sekolah hanya saat ada jadwal berobat dan cuci darah di Rumah sakit Bandar Lampung,”jelasnya kepada Media ini yang diamini oleh guru yang lain.

Baca Juga:  Kapolres Bersama Bhayangkari Mesuji Bagikan Takjil ke Warga

Sedangkan menurut Warsito guru sekaligus tetangga dari Fadli dan Fadlan kedua anak tersebut diketahui mengalami Thalasemia sejak usia 10 bulan atau 1 tahun karena berdasarkan keterangan yang dikutip dari orang tuanya sejak kecil Fadli dan Fadlan sering mengalami panas tinggi dan berdasarkan pemeriksaan dokter keduanya mengalami Thalasemia yang belum ada obatnya dan harus rutin transfusi darah setiap bulan.

“Berdasarkan keterangan dari orang tuanya seperti itu dan harus cuci darah tiap bulan, jika sudah mendekati waktunya harus cuci darah kondisi kedua anak itu sudah kelihatan pucat, “terang Warsito dengan raut sedih.

Dikatakannya bahwa untuk cuci darah menggunakan BPJS namun harus dilakukan setiap bulan. “Memang benar mungkin cuci darahnya gratis tapi untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit Bandar lampung kan lumayan,”imbuhnya.

Terpisah, berdasarkan keterangan dari Rizal selaku sekretaris desa (Sekdes) setempat, bahwa Fadli dan Fadlan anak saat ini orang tuanya yaitu ibu dari kedua anak tersebut tidak berada ditempat. “Fadli dan Fadlan tinggal sama bapaknya aja karena ibunya sedang merantau ke Taiwan, jadi yang membantu menjaga mereka berdua kakeknya yang sering menemani Fadli dan Fadlan karena kakaknya juga kerja,” urainya.

Baca Juga:  Jumat Berkah, Sat Binmas Polres Mesuji Bagikan Paket Sembako 

Mengetahui kondisi Fadli dan Fadlan Camat RJU, Hendra kurniawan langsung memerintahkan bawahannya untuk mengambil data kedua anak yang statusnya kembar tersebut dan segera melaporkan ke pihak-pihak terkait untuk dibantu mencari solusinya terkait penanganan kedua anak tersebut agar bisa terbantu.

“Tolong Pak Nurman minta data anak tersebut ya supaya bisa kita tindak lanjuti agar bisa dapat bantuan,”kata Camat.

Diketahui Thalasemia adalah penyakit kelainan sel darah merah herediter yang ditandai dengan berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin. Kondisi ini menyebabkan sel darah merah mudah pecah (hemolisis), mengakibatkan anemia berat, kelelahan, kulit pucat, dan seringkali membutuhkan transfusi darah rutin.


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Romy Agus


Sumber Berita : Mesuji

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Pemprov Lampung dan ASDP Antisipasi Lonjakan Mudik 2026, Bakauheni Diprediksi Padat pada Jam Tertentu
UIN Raden Intan Lampung Dirikan Posko Ramah Pemudik di Masjid Raya Airan
ASDP Kendalikan Puncak Mudik, 163.603 Penumpang dan 44.440 Kendaraan Tinggalkan Jawa Menuju Sumatera pada H-3
Ramadan Demokrat Peduli dan Berbagi, Edhie Baskoro Yudhoyono Ajak Kader Perkuat Silaturahmi, Gotong Royong dan Membantu Masyarakat
H-4 Angkutan Lebaran 2026 Jawa-Sumatera, ASDP Pemudik Alami Peningkatan 
Lestari Moerdijat: Kebinekaan harus Menjadi Kekuatan untuk Membangun Bangsa
Meresahkan Masyarakat, Pelaku Curanmor di Ciduk Tim Gabungan Polsek Mesuji Timur
Pererat Kebersamaan, PERADI Bandarlampung Gelar Bukber

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:01 WIB

Pemprov Lampung dan ASDP Antisipasi Lonjakan Mudik 2026, Bakauheni Diprediksi Padat pada Jam Tertentu

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:28 WIB

UIN Raden Intan Lampung Dirikan Posko Ramah Pemudik di Masjid Raya Airan

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:05 WIB

ASDP Kendalikan Puncak Mudik, 163.603 Penumpang dan 44.440 Kendaraan Tinggalkan Jawa Menuju Sumatera pada H-3

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:00 WIB

Ramadan Demokrat Peduli dan Berbagi, Edhie Baskoro Yudhoyono Ajak Kader Perkuat Silaturahmi, Gotong Royong dan Membantu Masyarakat

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:06 WIB

H-4 Angkutan Lebaran 2026 Jawa-Sumatera, ASDP Pemudik Alami Peningkatan 

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

UIN Raden Intan Lampung Dirikan Posko Ramah Pemudik di Masjid Raya Airan

Kamis, 19 Mar 2026 - 19:28 WIB

#indonesiaswasembada

H-4 Angkutan Lebaran 2026 Jawa-Sumatera, ASDP Pemudik Alami Peningkatan 

Rabu, 18 Mar 2026 - 20:06 WIB