Pengaruh Somasi terhadap Perilaku Konsumen Es Teh Indonesia

Kamis, 8 Desember 2022 | 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

*Oleh : Michella Gracia

Pada era ini berpendapat di media sosial bukanlah hal yang asing, namun tidak sedikit masyarakat yang acuh dalam memilih kalimat yang tepat. Seperti kasus yang terjadi di salah satu media sosial yaitu Twitter pada pertengahan September, tepatnya Sabtu, 24 September 2022 mengenai cuitan pemilik akun Twitter @ghandoyy yang mengkritik produk Chizu Red Velvet milik Es Teh Indonesia.

Tidak berselang lama setelah cuitan pemilik akun Twitter @ghandoyy yang memiliki nama asli Gandhi tersebut, mengenai kandungan gula di dalam salah satu minuman Es Teh Indonesia yaitu Chizu Red Velvet yang dianggap tidak wajar dan bahkan dirasa dapat membuat diabetes massal, pihak Es Teh Indonesia akhirnya terjun langsung untuk memberikan “sanksi” berupa somasi pada hari yang sama dengan cuitan Gandhi dibuat karena merasa cuitan tersebut merugikan perusahaan mereka.

Baca Juga:  Pencarian 5 Jurnalis Hari Ke-10 Diperluas, 24 Kapal Dikerahkan

Somasi merupakan teguran yang diserahkan oleh pihak penggugat kepada calon tergugat melalui proses hukum yang berlaku. Dalam somasi yang dilayangkan tersebut memuat penjelasan mengenai pihak Es Teh Indonesia yang merasa cuitan Gandhi adalah sebuah penghinaan dan pemberian informasi yang menyesatkan, bukan sekadar kritikan.

Tidak hanya itu, ditambahkan pula dua poin mengenai hal keberatan yang difokuskan di sini, antara lain pernyataan rasa manis pada produk bersifat subjektif sebab seluruh konsumen diberikan hak untuk memilih opsi lain sesuai dengan kebutuhan seperti less sugar serta adanya kata-kata “hewan” dan kurang baik lainnya yang ditujukan kepada perusahaan yang dianggap sebagai pencemaran nama baik.

Pihak Es Teh Indonesia kemudian memberikan peringatan kepada Gandhi untuk secepatnya menghapus dan mengklarifikasi cuitan yang dibuat tersebut dalam waktu 2×24 jam sejak tanggal surat somasi terbit atau paling lambat Senin, 26 September 2022. Ternyata sehari setelah somasi terbit, Minggu, 25 September 2022, Gandhi segera membuat permintaan maaf melalui akun Twitternya.

Baca Juga:  DJP Bengkulu-Lampung Gelar Forum Konsultasi Publik Perpajakan, Serap Masukan Masyarakat

Somasi yang diberikan Es Teh Indonesia bukanlah sesuatu yang buruk, hal tersebut sah untuk dilakukan karena pihak Es Teh Indonesia memiliki alasan yang jelas yaitu merasa adanya pencemaran nama baik. Namun, tidak dipungkiri bahwa somasi bukanlah jalan satu-satunya, terdapat berbagai solusi lain yang lebih baik untuk dilakukan dalam menanggapi cuitan kritikan konsumen sesuai dengan etika bisnis dibandingkan dengan melayangkan somasi, misalnya memberikan edukasi kepada konsumen.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Muzani: Bangunan Cagar Budaya Kembali ke Bentuk Aslinya
Indonesia Tampil di WorldSkills Competition ke-48
Trump Nyakin Perundingan AS-Iran Banyak Digelar Pekan Ini
Rektor UIN RIL Bangga Menteri Agama Terpilih Sebagai Presiden Pertama IAMI
Rektor UIN RIL Sambut Jakarta Understanding, Teguhkan Peran Masjid dalam Perdamaian Global
Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina
Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global
Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 11:13 WIB

Muzani: Bangunan Cagar Budaya Kembali ke Bentuk Aslinya

Senin, 28 September 2026 - 09:48 WIB

Indonesia Tampil di WorldSkills Competition ke-48

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Trump Nyakin Perundingan AS-Iran Banyak Digelar Pekan Ini

Senin, 28 September 2026 - 07:38 WIB

Rektor UIN RIL Bangga Menteri Agama Terpilih Sebagai Presiden Pertama IAMI

Senin, 28 September 2026 - 06:11 WIB

Rektor UIN RIL Sambut Jakarta Understanding, Teguhkan Peran Masjid dalam Perdamaian Global

Berita Terbaru

Berita Utama

Muzani: Bangunan Cagar Budaya Kembali ke Bentuk Aslinya

Senin, 28 Sep 2026 - 11:13 WIB


Foto yang diabadikan pada 21 September 2026 ini menunjukkan National Exhibition and Convention Center (Shanghai), tempat penyelenggaraan ajang WorldSkills Competition ke-48, di Shanghai, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

Indonesia Tampil di WorldSkills Competition ke-48

Senin, 28 Sep 2026 - 09:48 WIB


Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi berbicara dalam sebuah konferensi pers di markas besar PBB di New York pada 25 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Trump Nyakin Perundingan AS-Iran Banyak Digelar Pekan Ini

Senin, 28 Sep 2026 - 09:41 WIB

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Presiden pertama The International Assembly of Mosque Imams (IAMI)

#indonesiaswasembada

Rektor UIN RIL Bangga Menteri Agama Terpilih Sebagai Presiden Pertama IAMI

Senin, 28 Sep 2026 - 07:38 WIB