BANDAR LAMPUNG – Komisi III DPRD Lampung bergerak cepat menyikapi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2025 yang hanya mencapai 79,95 persen dari target. Realisasi PAD tercatat Rp3,37 triliun dari target Rp4,22 triliun.
Ketua Komisi III DPRD Lampung, Supriyadi Hamzah, mengatakan pihaknya akan segera memanggil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Kami segera mengundang Kepala Bapenda dan juga BPKAD. Rencananya hari Selasa, 6 Januari 2026,” ujar Supriyadi Hamzah, Minggu (4/1/2026) malam.
Menurutnya, rapat dengar pendapat tersebut penting untuk mengetahui kondisi riil PAD Pemprov Lampung, termasuk berbagai persoalan yang menyebabkan target tidak tercapai.
“Kami perlu bicara terbuka untuk mencari solusi agar target PAD 2026 bisa jauh lebih baik,” tegas politisi senior Partai Golkar itu.
Supriyadi juga mengungkapkan, saat pembahasan APBD Perubahan 2025 dan APBD 2026, dirinya selaku anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD telah mengingatkan Kepala Bapenda dan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait perlunya peningkatan kualitas kerja internal.
“Titik tekan yang saya sampaikan menyangkut manajemen, program kerja, penguasaan data, koordinasi, dan kemampuan SDM. Faktor-faktor itu sangat berpengaruh terhadap pencapaian target PAD,” jelasnya.
Legislator asal Partai Golkar ini mengakui sejak awal dirinya khawatir target PAD 2025 yang ditetapkan Pemprov Lampung terlalu tinggi dan sulit dicapai.
“Apa yang saya khawatirkan akhirnya terbukti. Karena itu perlu segera dilakukan evaluasi menyeluruh di semua aspek, agar target PAD 2026 bisa jauh lebih baik,” pungkasnya.
Penulis : Desty
Editor : Nara
Sumber Berita : DPRD
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















