Laporan : Vini
Melihat balita mengamuk saat sedang tantrum seringkali membuat orangtua merasa frustrasi. Tantrum atau dalam istilah psikologi disebut sebagai temper tantrum, diartikan sebagai perilaku marah pada anak-anak, biasanya terjadi pada usia pra sekolah atau di bawah lima tahun (balita).
Saat mengalami tantrum, si kecil bisa berteriak, menangis, meronta-ronta, berguling-guling di lantai, menumpahkan makanan atau minuman, hingga melempar barang. Meledaknya emosi si kecil umumnya akibat dari kebutuhan atau keinginan yang tidak terpenuhi.
Diketahui, otak si kecil masih dalam tahap perkembangan, sehingga kemampuan mereka untuk memahami, mempelajari, dan menerima hal-hal baru sangat terbatas.
Kurangnya pemahaman akan kosakata untuk untuk mengekspresikan diri juga menambah kemarahan atau frustrasi si kecil. Dalam kondisi ini, anak-anak tentu membutuhkan peran dan bantuan dari orangtua.
Alih-alih frustrasi atau ikutan emosi, orangtua ternyata dapat menghela napas dan mengatasi kondisi si kecil yang sedang tantrum dengan beberapa langkah sederhana berikut.
1. Ajak anak untuk menentukan pilihannya
Ketika si kecil mulai menunjukkan emosinya, beberapa orangtua mungkin ingin segera meredakan amarah anak. Kondisi seperti ini biasanya justru membuat si buah hati semakin marah.
1 2 3 4 Selanjutnya
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya