Operasi Pasar Migor, IKAPPI Lampura: Niatnya Baik, Tapi Bisa Berujung Petaka

Selasa, 22 Februari 2022 | 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erwin Sanjaya

Erwin Sanjaya

Laporan : Rudi Alfian

LAMPUNG UTARA – Fenomena kelangkaan minyak goreng belakangan ini membuat para ibu rumah tangga kelimpungan diberbagai daerah, termasuk di salah satu Kabupaten tertua di Provinsi Lampung.

Langkah-langkah yang diambil Pemerintah Daerah dalam menyiasati kelangkaan migor di Lampura patut diacungi jempol. Sudah semestinya mereka memikirkan nasib warganya yang diduga keras tengah dimanfaatkan oleh segelintir oknum kelompok yang selalu haus akan pundi-pundi rupiah.

Namun sangat miris melihat kinerja Pemkab dilapangan dalam mengimplementasikan kebijakannya. Kaum hawa dibuat berjibaku dengan maut, demi mendapatkan seliter dua liter migor yang katanya dipatok dengan harga murah.

Hal itu diungkapkan Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Kabupaten Lampura kepada lintaslampung.com saat ngobrol santai diberanda rumahnya, Selasa, (22/02) pagi. Sambil menikmati suguhan singkong goreng dan kopi panas, Erwin Sanjaya melanjutkan obrolannya.

Dalam obrolan santai itu, Ia menyoroti peristiwa operasi pasar yang ricuh dikarenakan banyak ibu-ibu yang harus pulang membawa rasa kekecewaan, bukan membawa ‘berlian cair’ yang menjadi primadona kaum emak-emak saat ini.

Baca Juga:  SPPG Kotabumi Ilir 1 Perkuat Pengawasan Mutu dan Validasi Data Penerima MBG

“Langkah yang diambil sudah tepat, namun penerapan dilapangan harus direncanakan secara matang dong, yang terjadi dilapangan malah lepas kontrol, himbauan mematuhi protokol kesehatan, malah dilanggar. Satgasus Covid-19 Kabupaten dipertanyakan kinerjanya, begitu juga Disdag, seperti apa perencanaan mereka? Niatnya baik, tapi bisa jadi petaka kalau tidak hati-hati,” tutur Erwin.

Menurutnya kelangkaan minyak goreng ini juga secara tidak langsung berdampak bagi para pedagang pasar, mereka pun kesulitan mendapatkan barang tersebut. Kalaupun ada barang, harga modalnya pun sudah tinggi, mau tidak mau para pedagang menaikan harga, karena mereka berdagang jelas mau untung bukan buntung.

“Ada yang dilewatkan dalam kondisi labil ini, bukan hanya konsumen yang dirugikan, pedagang kecil dipasar pun merasakan dampaknya. Mereka pun harus bergerilya mencari keberadaan migor untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya, ada barang, harganya pun sudah melambung. Tidak diambil pelanggan pergi, diambil ya terpaksa mereka jual diatas HET yang direkomendasikan Pemerintah,” terangnya.

Baca Juga:  Bhayangkari Polda Lampung Kunker ke  Mesuji

Terakhir, Ia berharap Pemkab bisa lebih bijak dalam menyikapi masalah kelangkaan migor, terlebih Kadisdag Lampura menjanjikan Operasi Pasar kemarin bukanlah yang awal dan akhir, artinya kegiatan serupa bakal digelar kembali. Untuk diketahui, berdasarkan data update terakhir, Kabupaten Lampura saat ini masih duduk di PPKM level 3 dengan zona kuning.

“Belajar dari pengalaman, jangan sampai kejadian seperti kemarin terulang kembali. Harus dipersiapkan secara detail dan Satgasus Covid-19 Kabupaten harus tegas agar tidak ada lonjakan kasus paparan Omicron yang belakangan ini menjadi momok hampir seluruh kalangan masyarakat Utara,” tutupnya, sambil menyeruput kopi yang mulai dingin. (*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan
Kemdiktisaintek: Pendidikan Gratis Hingga PT Masih di Hitung
Gubernur Mirza: Pelayanan Makin Mudah, Pajak untuk Masyarakat
Aktivitas GAK Menurun dari Siaga ke Waspada
BERITA FOTO: Kecelakaan di Kemiling Rajabasa
Konflik Houthi-Arab Saudi, Israel Happy
Tiongkok Juara Barongsai International Competition 2026
Indonesia Promosikan Peluang Investasi Hijau dan Digital

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:40 WIB

Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan

Selasa, 22 September 2026 - 13:36 WIB

Kemdiktisaintek: Pendidikan Gratis Hingga PT Masih di Hitung

Selasa, 22 September 2026 - 13:28 WIB

Gubernur Mirza: Pelayanan Makin Mudah, Pajak untuk Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 11:18 WIB

Aktivitas GAK Menurun dari Siaga ke Waspada

Selasa, 22 September 2026 - 11:08 WIB

BERITA FOTO: Kecelakaan di Kemiling Rajabasa

Berita Terbaru

DPR RI Diskusikan Kapal Indonesia yang banyak Tua

Berita Utama

Mori Hanafi: Kapal Tua Lemah Sistem Keselamatan

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:40 WIB

Kemdikristek Brian

#indonesiaswasembada

Kemdiktisaintek: Pendidikan Gratis Hingga PT Masih di Hitung

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:36 WIB

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza: Pelayanan Makin Mudah, Pajak untuk Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:28 WIB

Penurunan Status GAK

#indonesiaswasembada

Aktivitas GAK Menurun dari Siaga ke Waspada

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:18 WIB

#indonesiaswasembada

BERITA FOTO: Kecelakaan di Kemiling Rajabasa

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:08 WIB