Nilai-Nilai Perjuangan Ratu Kalinyamat Relevan untuk Menjawab Tantangan Bangsa di Masa Kini

Senin, 10 Juli 2023 | 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Heri Suroyo

JAKARTA – Nilai-nilai perjuangan Ratu Kalinyamat sangat relevan untuk menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Karena itu ratu dari Jepara tersebut dinilai layak dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional.

“Setelah tahun lalu secara teknis telah memenuhi persyaratan untuk diajukan menjadi Pahlawan Nasional, pada pengajuan kembali tahun ini saya kira Ratu Kalinyamat layak secara definitif mendapatkan gelar Pahlawan Nasional,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/7).

Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merekomendasikan kembali Ratu Kalinyamat ke Pemerintah pusat melalui Surat Gubernur bernomor 464/0005349, tertanggal 30 Maret 2023 untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Upaya pengajuan kembali Ratu Kalinyamat itu merupakan tindak lanjut atas saran dari Kementerian Sosial kepada Gubernur Jawa Tengah melalui surat No. 57.4/5/PB.06.02/1/2023 tertanggal 31 Januari 2023.

Pada surat tersebut disampaikan bahwa proses pembahasan Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) dapat dilakukan beberapa kali sampai dengan keputusan final, untuk itu usulan Calon Pahlawan Nasional atas nama Ratu Kalinyamat dapat diajukan kembali.

Pada Seminar Nasional bertema Dharma Samudera Pejuang Wanita, Negara Poros Maritim Dunia yang digelar Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada 17 Januari 2023, juga terungkap bahwa pada pengajuan tahun lalu, Ratu Kalinyamat sejatinya sudah memenuhi persyaratan sebagai Pahlawan Nasional.
Namun Pemerintah belum menganugerahi Ratu dari Jepara itu sebagai Pahlawan Nasional.

Baca Juga:  Ajak Berpikir Filosofis, Ibu Wulan Kepala Sekolah di Film Ageman

Menurut Lestari, pemberian anugerah Pahlawan Nasional kepada Ratu Kalinyamat pada tahun ini merupakan langkah yang tepat.

Karena, tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, nilai-nilai perjuangan Ratu Kalinyamat masih sangat relevan dan dapat dijadikan inspirasi setiap anak bangsa dalam menjawab tantangan bangsa di masa kini.

Saat ini, menurut Rerie, Indonesia masih menghadapi berbagai masalah dalam penerapan kesetaraan gender di sejumlah sektor.

Padahal di masa Ratu Kalinyamat, tambah Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, dia merupakan pemimpin yang berkuasa dan memimpin armada perang mengusir bangsa Portugis dari Nusantara pada abad ke-16.

Jadi, tambah Rerie, pada masa itu di Nusantara posisi perempuan sudah sejajar dengan pria.

Sehingga, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, bila saat ini masyarakat dan kaum perempuan sendiri, masih ragu untuk memimpin dan berkontribusi lebih luas lagi di lingkungan masyarakat, sepak terjang Ratu Kalinyamat pada abad ke-16 di Nusantara itu bisa jadi inspirasi agar perempuan Indonesia segera bangkit untuk menjadi pengambil keputusan di negeri ini.

Baca Juga:  'Kasih Tanpa Batas': Pesan Pdt Daniel di Film Ageman

Di masa Ratu Kalinyamat memerintah, ungkap Rerie, konsep poros maritim juga sudah diterapkan dengan membangun industri maritim dan menggalang aliansi dengan sejumlah kerajaan di Nusantara untuk menjaga rantai pasokan bahan pangan dan keamanan wilayah Nusantara terjaga dengan baik.

Saat ini, tegasnya, di Negara Kesatuan Republik Indonesia seharusnya mampu menerapkan program poros maritim dengan lebih baik, bila ada political will yang kuat.

Selain itu, tambah dia, pilihan Ratu Kalinyamat untuk memberi perhatian lebih pada pembangunan sektor maritim di masa itu, juga bisa menjadi pelajaran bagi pemerintahan di masa kini.

Dengan komposisi lautan yang lebih besar dari daratan, ujar Rerie, pemerintah harus mendorong pembangunan sektor maritim di Indonesia yang bisa bermanfaat secara ekonomi, sekaligus memperkuat sektor pertahanan nasional.

Rerie berpendapat, banyaknya pelajaran dari nilai-nilai perjuangan Ratu Kalinyamat yang bisa menginspirasi gerak langkah generasi penerus bangsa Indonesia saat ini, membuat ratu dari Jepara, Jawa Tengah itu layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.(*)

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Veri Fardinalsyah Resmi Pimpin PBVSI  Mesuji
Benchmarking Kemendes PDT di Yunnan 2026 Rampung
Lampung Apresiasi Bantuan Menteri PKP pada Program RTLH
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Dihentikan
Korban Tewas di Nepal jadi 1.403 Jiwa, 6.150 Masih Hilang
ADB Beri Pinjaman 650 Juta Dolar AS Dukung Reformasi Fiskal Indonesia
Dinkes Lampung Utara Gencarkan Tracing TBC
HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Semangat Donor Darah dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:12 WIB

Veri Fardinalsyah Resmi Pimpin PBVSI  Mesuji

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WIB

Benchmarking Kemendes PDT di Yunnan 2026 Rampung

Kamis, 17 September 2026 - 21:50 WIB

Lampung Apresiasi Bantuan Menteri PKP pada Program RTLH

Kamis, 17 September 2026 - 21:20 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Dihentikan

Kamis, 17 September 2026 - 20:55 WIB

Korban Tewas di Nepal jadi 1.403 Jiwa, 6.150 Masih Hilang

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Veri Fardinalsyah Resmi Pimpin PBVSI  Mesuji

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:12 WIB


Upacara penutupan program Benchmarking Kepala Desa 2026 digelar di Universitas Yunnan Minzu di Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Universitas Yunnan Minzu)

#indonesiaswasembada

Benchmarking Kemendes PDT di Yunnan 2026 Rampung

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:07 WIB

#indonesiaswasembada

Lampung Apresiasi Bantuan Menteri PKP pada Program RTLH

Kamis, 17 Sep 2026 - 21:50 WIB

Dihentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK oleh Tim Pencarian

#indonesiaswasembada

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Dihentikan

Kamis, 17 Sep 2026 - 21:20 WIB

Sebuah helikopter terbang di atas area yang terdampak tanah longsor di sepanjang Sungai Trishuli di Nuwakot, Nepal, pada 29 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Korban Tewas di Nepal jadi 1.403 Jiwa, 6.150 Masih Hilang

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:55 WIB