Neng Eem: Empat Pilar MPR Harus Diterjemahkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Rabu, 23 Juli 2025 | 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menegaskan pentingnya pemahaman dan penerapan Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar—yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—masih sangat relevan untuk dilakukan hingga ke pelosok negeri.

Hal ini dikatakan Neng Eem dalam Diskusi Konstitusi dan Demokrasi Indonesia dengan tema “Menterjamahkan Makna 4 Pilar Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (23/7).

“Program sosialisasi Empat Pilar ini memang sudah berjalan sejak lama dan menyentuh berbagai wilayah Indonesia. Namun dari tahun ke tahun jumlahnya cenderung berkurang,” ujarnya.

Neng Eem menduga berkurangnya intensitas sosialisasi disebabkan oleh keberadaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang kini berada di ranah eksekutif. Meski demikian, lanjutnya, sosialisasi Empat Pilar oleh MPR tetap penting karena dilaksanakan langsung oleh anggota DPR dan DPD RI.

“Anggota MPR bisa langsung menjangkau masyarakat di daerah pemilihannya, bahkan di luar dapilnya, sehingga penyebarannya lebih luas. Ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam setiap pertemuan, menurut Neng Eem, para anggota MPR menjelaskan nilai-nilai dalam Pancasila agar mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang menurutnya sangat selaras dengan kehidupan beragama masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Kunjungan Komisi IV DPR RI, Pemprov Lampung Perkuat Komitmen Mitigasi Karhutla Taman Nasional Way Kambas

“Kalau kita menjalankan ajaran agama dengan baik, itu artinya kita sudah menjalankan sila pertama. Tidak ada pertentangan antara Pancasila dan agama mana pun yang diakui di Indonesia,” ungkapnya.

Sila-sila lainnya, seperti Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, serta Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan, menurutnya sudah menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Namun demikian, ia menyoroti bahwa banyak masyarakat yang merasa belum merasakan keadilan sosial sebagai makna dari sila kelima Pancasila.

“Banyak masyarakat yang berkata, ‘Saya belum merasakan arti dari sila kelima’. Itu manifestasi bahwa keadilan sosial belum maksimal. Bahkan saya pribadi merasakan hal yang sama,” ucap Neng Eem dengan jujur.

Ia juga menyoroti pentingnya memahami Bhinneka Tunggal Ika di tengah keberagaman bangsa. Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan ras merupakan takdir yang harus dirangkai menjadi harmoni, bukan sumber konflik.

“Kalau dirangkai dengan baik, perbedaan itu akan menjadi keindahan. Setiap suku dan daerah punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan itu bisa saling melengkapi,” katanya.

Baca Juga:  Persepsi Publik terhadap Kinerja Mirza–Jihan Berdasarkan Pendidikan

Mengenai tantangan terhadap NKRI, Neng Eem juga menanggapi fenomena generasi muda yang kerap dianggap kurang nasionalis. Ia menilai keresahan anak muda bukan berarti hilangnya rasa cinta tanah air.

“Misalnya saat mereka bilang ‘kabur aja dulu’ setelah lulus kuliah karena sulitnya cari kerja. Itu bukan berarti mereka tidak nasionalis, tapi justru refleksi kondisi sosial-ekonomi yang harus kita perhatikan,” jelasnya.

Terkait Undang-Undang Dasar 1945, Neng Eem menegaskan bahwa UUD tetap menjadi konstitusi tertinggi selama belum diamandemen. Ia mengingatkan bahwa semua kebijakan dan keputusan hukum harus mengacu pada UUD sebagai sumber hukum tertinggi.

“Selama belum ada amandemen, maka UUD 1945 adalah rujukan utama. Itu harus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Karenanya, dia berharap, melalui sosialisasi yang lebih aplikatif dan menyentuh realitas masyarakat, makna Empat Pilar MPR RI tidak hanya dipahami.

“Tetapi juga dijalankan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh rakyat Indonesia,” demikian Neng Eem


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Hadi


Sumber Berita : MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Basarnas Dorong KM Virgo Transport 8 Diangkat Cari Korban Yang Belum Ditemukan
Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru
Qatar Sebut Terus Jembatani Perbedaan AS-Iran
Tiongkok-Indonesia Buka Peluang Investasi Dua Arah
Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026
Selter Eselon II Lampung Utara Dipertanyakan, Seleksi Puluhan Berkas Pelamar Dipelototi Seharian Rampung
HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan
Warga Jalan Punai Kena Prank? Jembatan Way Umban Tak Prioritas 

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Basarnas Dorong KM Virgo Transport 8 Diangkat Cari Korban Yang Belum Ditemukan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Rapat Paripurna DPR Sahkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Baru

Rabu, 30 September 2026 - 23:55 WIB

Qatar Sebut Terus Jembatani Perbedaan AS-Iran

Rabu, 30 September 2026 - 23:47 WIB

Tiongkok-Indonesia Buka Peluang Investasi Dua Arah

Rabu, 30 September 2026 - 20:17 WIB

Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di daerah permukiman usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua)

Berita Utama

Qatar Sebut Terus Jembatani Perbedaan AS-Iran

Rabu, 30 Sep 2026 - 23:55 WIB


Foto yang diabadikan pada 11 September 2026 ini menunjukkan suasana di Pameran Investasi dan Perdagangan Internasional Tiongkok (CIFIT) ke-26 yang digelar di Kota Xiamen, Tiongkok timur. (Xinhua)

Beijing

Tiongkok-Indonesia Buka Peluang Investasi Dua Arah

Rabu, 30 Sep 2026 - 23:47 WIB