MKGR Pastikan Kader Jadi Garda Terdepan Kemenangan Golkar

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Anis

Bandar Lampung – Setelah melaksanakan konsolidasi pembentukan 15 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten/Kota, Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Provinsi Lampung terus bergerak.

Ormas salah satu pendiri Partai Golkar itu menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Ketua DPC Ormas Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung di Kantor DPD Golkar Provinsi Lampung, Kecamatan Pahoman, Bandar Lampung, Sabtu (13/8).

Dalam Rapim itu, Ketua MKGR Lampung, Erwin Eka Kurniawan menegaskan, memantapkan dan memberikan instruksi seluruh pengurus dan kader MKGR terus bergerak memenangkan Partai Golkar untuk Pemilu dan Pilkada tahun 2024.

Baca Juga:  Tragedi Karhutla Bromo Tewaskan 4 Petugas, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

Selain itu, Erwin yang juga Bendahara Golkar Provinsi Lampung itu memberikan instruksi agar kader MKGR membela dan memenangkan kader terbaik partai Golkar dalam kontestasi pesta demokrasi kedepan.

“Airlangga Presiden, Arinal Gubernur dua periode, Golkar Menang Pilpres, Pileg dan Pilkada adalah harga mati, MKGR wajib jadi garda terdepan memperjuangkan itu semua,” kata Ketua Erwin Eka didampingi Sekretaris Darlian Pone dan Bendahara Christopan.

Sementara, salah satu peserta Rapim, Ketua MKGR Pesisir Barat, Syahrudin mengatakan siap melaksanakan arahan dan perintah MKGR Provinsi Lampung.

Baca Juga:  39 Crash Cushion Perkuat Sistem Keselamatan di Tol BTB

“Kami akan, terus, dan selalu siap melaksanakan arahan dan perintah, secepatnya kami Pleno ditingkat DPC dan menyelesaikan konsolidasi hingga tingkat ranting, serta melaksanakan program kerja sesuai kebutuhan dan situasi di setiap daerah,” jelasnya.

Rapim yang dihadiri Ketua, Sekretaris dan Bendahara 15 DPC Kabupaten/Kota itu berlangsung hikmat, diisi dengan diskusi dan tanya jawab dengan suasana penuh kekeluargaan. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok
Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?
782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda
Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara
Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih
Raksasa Undustri Kertas Indonesia, Pamerkan Inovasi Hijau di CIIE
Netty Prasetyani Soroti Modus Narkotika di Cairan Vape
Siarkan Sidang Terbuka, Setjen DPR Sabet State Institution Award CNN 2026
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:55 WIB

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 November 2026 - 22:03 WIB

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 November 2026 - 21:45 WIB

782 Anak Terpapar Radikalisme: DPRD Lampung Ingatkan Bahaya Doktrinasi Muda

Sabtu, 7 November 2026 - 20:14 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 November 2026 - 20:10 WIB

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Berita Terbaru

Yustian Rovi Alfiansah menghadiri Forum Kerja Sama Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Internasional (International Science and Technology Innovation Cooperation Forum/ISTICF) dan Konferensi Inovasi Teknologi Laut Dalam (Deep-Sea Technology Innovation Conference/DSTIC) Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan 2026, yang merupakan edisi keempat, di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan, pada 4 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Mengarungi Laut Dalam: Sebuah Visi Baru Bagi Indonesia-Tiongkok

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:55 WIB

Infografis ini menampilkan ketersediaan psikiater dan psikolog klinis di Indonesia. Data nasional per 1 September 2026 bersumber dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), sedangkan sebaran per provinsi bersumber dari kajian Info Singkat DPR RI (Oktober 2023). (Xinhua)

Berita Utama

Curhat dengan AI, Sejauh Mana Batas Toleransi?

Sabtu, 7 Nov 2026 - 22:03 WIB

Mantan perdana menteri (PM) Malaysia Najib Razak (pertama dari kiri) terlihat di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 22 Desember 2025. Mantan PM Malaysia Najib Razak gagal dalam upaya bandingnya untuk dipindahkan ke tahanan rumah setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak permohonannya pada hari itu. (Bernama/Xinhua)

Berita Utama

Mantan PM Malaysia Najib Razak Kembali ke Penjara

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:14 WIB

Berita Utama

Trump Tunjuk Stephen Miller jadi Kepala Staf Gedung Putih

Sabtu, 7 Nov 2026 - 20:10 WIB