Merdeka Institute dan JMSI Bersinergi Tingkatkan SDM Media

Selasa, 10 Februari 2026 | 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SERANG–PT Merdeka Solusi Inovasi Digital (Merdeka Institute) melakukan penandatangan kerjasama (_Memorandum of Understanding/MoU_) dengan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Kedua lembaga tersebut sepakat untuk bersinergi dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bidang media melalui pelatihan media, diskusi (_workshop_, seminar, dan FGD), dan _media monitoring_.

Penandatanganan kerjasama dilakukan di sela-sela peringatan 6 tahun kelahiran JMSI di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Banten, Minggu, 8 Februari 2026. Momen ini bersamaan dengan puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Kota Serang pada 6-9 Februari 2026. Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar dan Ketua Harian JMSI Ari Rahman.

Komitmen untuk meningkatkan SDM media antara Merdeka Institute dan JMSI itu disaksikan oleh Menteri Koperasi RI Dr. Ferry J. Juliantono, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri HAM RI Mugiyanto, Ketua Umum JSMI Dr. Teguh Santosa, perwakilan JMSI dari 32 provinsi, para kepala daerah, dan pewakilan dari berbagai institusi.

Merdeka Institute adalah lembaga pemikir, peneliti, dan pelaksana survei yang didirikan oleh para jurnalis alumni Harian _Merdeka_ dan _Rakyat Merdeka_. Berkantor pusat di Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Merdeka Institute berfokus pada masalah sosial, politik, ekonomi, dan kebangsaan.

Baca Juga:  Masyarakat 8 Desa Minta HGU PT PAL Ditinjau Ulang

Sementara, JMSI adalah jaringan media siber yang dideklarasikan pada 8 Februari 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. JMSI yang merupakan salah satu konstituen Dewan Pers dan berkantor pusat di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur itu saat ini memiliki sekitar 990 anggota yang terdiri dari perusahaan penerbit media online di Indonesia.

Direktur Utama Merdeka Institute Mulia Siregar menekankan perlunya meningkatkan kualitas SDM media di tengah disrupsi media massa sebagai imbas dari perkembangan teknologi digital, khususnya dengan hadirnya media sosial. “Awak media harus terus meningkatkan _skill_, memperluas pengetahuan, dan terus belajar agar tidak terkena dampak disrupsi media,” ujar Mulia Siregar usai penandatanganan MoU.

Merdeka Institute yang diawaki pada jurnalis senior, kata Mulia, memiliki posisi strategis dan berkepentingan untuk turut meningkatkan kualitas SDM media. “Sinergi Merdeka Institute dan JMSI diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM media,” tegasnya.

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa pada kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran media siber yang profesional di tengah “banjir” media sosial. Teguh menyitir statemen Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang mengibaratkan kondisi media saat ini sedang “banjir bandang”, seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Sambut HUT RI Ke-81, Kapolres Mesuji Bagikan Bendera Merah Putih Untuk Warga dan Pengguna Jalan

“Di saat banjir, semua air keruh dan kotor. Dan, di saat seperti itu, setiap orang tetap membutuhkan air bersih. Media diharapkan bisa menjadi “air bersih” di saat publik sedang dibanjiri media sosial,” ujar Teguh yang juga alumni Harian _Rakyat Merdeka_ dan pendiri kantor berita politik RMOL.ID itu.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di kesempatan yang sama mengungkapkan pentingnya memperbanyak jurnalis intelek, yakni jurnalis terdidik yang mendasarkan kerja profesionalnya pada kerangka berpikir intelektual.

“Para pendiri negeri ini sebagian besar memiliki tradisi menulis dan jurnalis. Dengan tulisannya, mereka mampu memberikan pencerahan bagi bangsanya. Itulah mengapa kita perlu memperbanyak jurnalis intelek yang memiliki kerangka berpikir sebagai intelektual dan memberi ruang lebih kepada para narasumber dari kalangan intelektual sehingga ruang publik dipenuhi kerangka berpikir yang jernih dan positif,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak. (*)


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : JMSI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun
Dua Perangkat Desa Tanjung Waras Diduga Terlibat Perselingkuhan, Warga Minta Kades Ambil Sikap
“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok
Tingkatkan Pajak , Pemerintah Perluas Basis Ekonomi Digital Dan Shadow Economy 
Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!
Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan
Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama
1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 10:24 WIB

Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun

Kamis, 3 September 2026 - 10:23 WIB

Dua Perangkat Desa Tanjung Waras Diduga Terlibat Perselingkuhan, Warga Minta Kades Ambil Sikap

Kamis, 3 September 2026 - 09:57 WIB

“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok

Kamis, 3 September 2026 - 09:33 WIB

Tingkatkan Pajak , Pemerintah Perluas Basis Ekonomi Digital Dan Shadow Economy 

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Berita Terbaru

Presiden Tiongkok dan Mesir bersama Istri di Museum Besar [Xin]

#indonesiaswasembada

Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun

Kamis, 3 Sep 2026 - 10:24 WIB


Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 30 Agustus 2026 ini menunjukkan sejumlah kapal feri mengangkut para murid menuju sekolah di Bo'ai, wilayah Funing, Prefektur Otonom Etnis Zhuang dan Miao Wenshan, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:57 WIB

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

#indonesiaswasembada

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:11 WIB