LSPR, AI Bukan Sekadar Alat, Melainkan Mitra strategis Memperkuat Kapasitas Manusia

Selasa, 26 Agustus 2025 | 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Artificial Intelligence (AI) kini bukan sekadar bayangan masa depan, melainkan realitas yang telah hadir di tengah kehidupan kita. Dari layar ponsel yang setiap hari kita sentuh, sistem kerja yang semakin cerdas, hingga cara kita mencari informasi dan membentuk opini, AI telah menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat modern.

Dengan kemampuannya menganalisis data dalam hitungan detik, teknologi ini membuka jalan bagi lahirnya inovasi tanpa batas. Pertanyaan yang kini muncul bukan lagi “seberapa canggih AI bisa bekerja,” tetapi “seberapa bijak kita memanfaatkannya.”

Menjawab tantangan itu, LSPR Institute of Communication and Business tampil sebagai pelopor dalam mengintegrasikan AI ke dunia pendidikan. Bagi LSPR, AI bukanlah sekadar alat, melainkan mitra strategis yang mampu memperkuat kapasitas manusia.

Melalui LSPR Centre for Artificial Intelligence and Communication Technology (LSPR CAICT), kampus ini berkomitmen menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami cara kerja AI, tetapi juga mampu menggunakannya secara kreatif, etis, dan bertanggung jawab.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam penyelenggaraan LSPR AI Festival 2025, yang berlangsung pada 25–26 Agustus 2025 di LSPR Transpark Bekasi. Dengan mengusung tema “Smart Collaboration for Responsible & Creative AI”, festival ini menjadi panggung kolaborasi lintas sektor untuk menunjukkan bagaimana AI bisa menjadi kekuatan positif.

Selama dua hari penuh, peserta festival akan diajak menyelami beragam pengalaman inspiratif. Mulai dari sesi berbagi bersama pakar dan regulator, lokakarya praktis seperti teknik prompt engineering dan produksi konten kreatif berbasis AI, hingga kompetisi AI for Social Good yang menantang generasi muda untuk menggunakan teknologi demi kepentingan sosial.

Baca Juga:  Misbakhun Optimis, Suahasil Bisa Wujudkan Visi Misi Presiden

Tak hanya itu, akan ada pula program edukasi interaktif untuk siswa SMA/SMK, pameran karya mahasiswa, pertunjukan seni yang memadukan kreativitas manusia dengan kecanggihan mesin, serta penganugerahan kompetisi video AI yang menampilkan gagasan-gagasan segar dari talenta muda.

Bagi Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR, Founder & Director LSPR, inovasi tanpa tanggung jawab hanyalah langkah kosong.

“Di LSPR, AI sudah menjadi bagian dari kurikulum interdisipliner kami. Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman teknis, tetapi juga didorong untuk menjadi kreator yang mampu menggunakannya demi membangun bisnis yang lebih cerdas, memperkuat komunitas, dan menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan. Inilah cara kami menyiapkan generasi yang bukan hanya mengikuti arus perubahan, melainkan ikut mengarahkannya,” ujarnya.

Dukungan terhadap langkah ini juga datang dari pemerintah. Aju Widya Sari, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Kementerian Komunikasi dan Digital, menegaskan pentingnya literasi AI di perguruan tinggi. “Kecerdasan artifisial bukan hanya berdampak pada dunia akademik dan bisnis, tetapi juga memiliki potensi besar bagi perekonomian nasional. Diperkirakan, kontribusi AI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa mencapai hingga USD 366 miliar. Potensi sebesar ini hanya akan tercapai bila kita memiliki SDM yang terampil sekaligus beretika,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Dendy Muris, Head of LSPR CAICT, menekankan bahwa inti dari transformasi teknologi tetaplah komunikasi. “AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk mendampingi dan memperkuat kapasitasnya. Melalui LSPR CAICT, kami memastikan pemanfaatan AI selalu berpijak pada prinsip etis, inklusif, dan berdampak sosial. Kami percaya, teknologi seharusnya menjadi sahabat manusia, bukan penggantinya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Suahasil Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan 

Kehadiran LSPR AI Festival 2025 menjadi lebih dari sekadar sebuah acara. Ini merupakan sebuah momentum kolektif, sebuah titik balik dalam cara kita memahami dan mengelola teknologi. Festival ini mengingatkan bahwa AI tidak semata-mata tentang percepatan inovasi, melainkan tentang bagaimana teknologi mampu menyalakan inspirasi, menumbuhkan kreativitas dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu LSPR AI Festival 2025 juga memperkuat positioning LSPR CAICT sebagai pusat riset dan pengembangan AI yang berfokus pada tata kelola, etika dan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.

Melalui ajang ini, LSPR mengajak seluruh lapisan masyarakat mahasiswa, pendidik, pelaku industri, pembuat kebijakan, hingga komunitas luas untuk bersama-sama melihat AI bukan hanya sebagai mesin di balik layar, tetapi sebagai mitra perjalanan menuju masa depan. Masa depan yang lebih inklusif, adil, penuh imajinasi, di mana teknologi bukan hanya penggerak perubahan, tetapi juga penjaga nilai-nilai kemanusiaan.

“Melalui berbagai diskusi dan showcase di Festival AI ini, saya semakin memahami bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus berperan sebagai pencipta yang bisa mengarahkan perkembangan AI ke jalur yang positif, etis, dan bermanfaat. Pengalaman ini meneguhkan keyakinan saya bahwa generasi muda harus berada di garda depan untuk memastikan AI dimanfaatkan demi inovasi sekaligus tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Bagi saya, LSPR AI Festival 2025 benar-benar membuka cara pandang baru tentang bagaimana kecerdasan buatan dapat menjadi mitra strategis bagi kreativitas manusia.” – Della Mellianie Hery Mahasiswa LSPR Fakultas Ilmu Komunikasi


Penulis : Desty


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih
Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok
GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur
Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu
Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 11:34 WIB

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 September 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 September 2026 - 11:09 WIB

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 September 2026 - 08:50 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:55 WIB

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Berita Terbaru


Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diselenggarakan di markas besar PBB di New York City pada 22 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:34 WIB

Beatrice Faustina Jesslyn, pelajar Indonesia berusia 19 tahun, tampil dalam acara malam Festival Pertengahan Musim Gugur yang diselenggarakan di Universitas Tianjin, Tiongkok utara, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:31 WIB

Yogi Ketua Jaringan Gusdurian

Berita Utama

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:09 WIB

#indonesiaswasembada

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:50 WIB

Nasarudin Eks Napiter

Berita Utama

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Sabtu, 26 Sep 2026 - 22:55 WIB