Lampung Siap Kembangkan Kakao Agroforestri

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela melakukan diskusi lanjutan bersama PT. Olam Indonesia serta tim Partnership for Forests (P4F) dari pemerintah Inggris, di RM. Rumah Kayu, Bandar Lampung, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari kunjungan lapangan hilirisasi kakao di Kabupaten Lampung Timur, Pesawaran, Lampung Tengah, dan Tanggamus. Site visit dilakukan untuk melihat langsung potensi kakao petani perhutanan sosial yang akan masuk dalam skema hilirisasi berbasis agroforestri.

Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengatakan, kerja sama dengan PT. Olam telah memiliki dasar yang kuat melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). Kolaborasi ini difokuskan pada hilirisasi kakao sekaligus peningkatan kualitas budidaya petani.

Baca Juga:  Wagub Jihan: Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif

“Kami hari ini membersamai PT Olam yang melakukan site visit di beberapa daerah yang sudah disepakati dalam MoU, termasuk Pesawaran dan Lampung Timur, terkait kerja sama hilirisasi kakao,” ucap Wagub Jihan.

Ia menambahkan, hasil observasi menunjukkan kualitas kakao petani Lampung dinilai baik dan proyek ini disambut optimistis oleh semua pihak.

Direktur PT. Olam Food Ingredients (OFI) Indonesia, Imam Suharto mengatakan pihaknya telah menjalankan pendampingan kakao berbasis agroforestri di lahan pertanian sejak 2015. Model tersebut dinilai berhasil dan siap diperluas ke kawasan perhutanan sosial di Lampung.

Baca Juga:  Benahi Tata Niaga Beras, Gubernur Mirza Dorong KDMP Terintegrasi dengan Perpadi dan Perbankan

“Kami menemukan visi yang sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengembangkan kakao agroforestri dan multi komoditas di lahan perhutanan sosial,” ujar Imam.

Proyek ini direncanakan mencakup sekitar 35.000 hektare lahan perhutanan sosial dengan melibatkan 18.000 petani di empat kabupaten.

Imam Suharto menambahkan, proyek ini mendapat perhatian dari Pemerintah Inggris melalui FCDO dan diharapkan menjadi percontohan global. PT. Olam menargetkan implementasi program dapat dimulai paling lambat pada Maret 2026, setelah seluruh tahapan persiapan disepakati bersama pemerintah daerah. []


Penulis : Desty


Editor : Romy Agus


Sumber Berita : Kominfo Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB