Lampung Kuatkan Rantai Distribusi, Tekan Inflasi

Senin, 20 Juli 2026 | 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG-Pemerintah Provinsi Lampung mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, tersebut diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansah, dari Ruang Command Center Lantai II Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Senin (20/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, memaparkan perkembangan inflasi nasional serta Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu ketiga Juli 2026. Berdasarkan pola historis empat tahun terakhir, bulan Juli umumnya mengalami inflasi, kecuali pada 2024 yang mencatat deflasi.

Ateng menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi pada Juli, dengan sejumlah komoditas yang perlu diwaspadai, antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, beras, serta sigaret kretek mesin. Sementara itu, pada Juni 2026, komoditas bawang merah, bawang putih, beras, dan wortel memberikan andil inflasi yang cukup besar sehingga memerlukan perhatian dalam upaya pengendalian harga.

Baca Juga:  Dukung Pemerataan Akses dan Mutu Pendidikan di Provinsi Lampung, Wagub Jihan Tinjau Revitalisasi SMA Islam Plus Hidayatut Thullab

Berdasarkan pemantauan IPH hingga 17 Juli 2026, hanya empat provinsi di wilayah Papua yang mengalami kenaikan IPH, sedangkan provinsi lainnya menunjukkan tren penurunan. Di tingkat kabupaten/kota, jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH juga menurun dari 78 menjadi 69 kabupaten/kota, sementara delapan kabupaten/kota berada pada kondisi stabil.

Selain itu, BPS mencatat harga beras masih mengalami tren kenaikan. Beras medium tercatat meningkat selama empat bulan berturut-turut sejak April hingga Juli 2026, sedangkan beras premium mengalami kenaikan sejak Maret 2026. Hingga minggu ketiga Juli, harga rata-rata beras premium mencapai Rp16.313 per kilogram atau naik 0,42 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Perencanaan Operasi dan Analisa Harga Pasar Perum Bulog, Muhammad Wawan Hidayanto, memaparkan langkah tindak lanjut Bulog dalam mendukung pengendalian inflasi. Strategi tersebut meliputi penguatan pemantauan harga gabah, harga beras, dan biaya distribusi; optimalisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah prioritas; memastikan kelancaran distribusi pangan hingga daerah kepulauan dan wilayah terpencil; serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui dukungan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) maupun penyediaan gudang filial guna menekan biaya logistik.

Baca Juga:  Festival Literasi Lampung 2026 Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Edukasi dan Rekreasi Keluarga

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, meminta Perum Bulog agar segera mengoptimalkan penyaluran stok beras yang tersedia untuk menjaga stabilitas harga di daerah. Menurutnya, stok beras pemerintah yang memadai harus dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu menekan potensi kenaikan harga dan mencegah meningkatnya tekanan inflasi.

Tomsi juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah bersama Bulog untuk terus memperkuat koordinasi, memantau perkembangan harga secara intensif, serta melakukan langkah antisipatif sejak dini agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat dapat dipertahankan dan inflasi tetap terkendali.


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 
Sensus Ekonomi 2026 dan Pentingnya Data Akurat
Seluruh Bhabinkamtibmas Bagi Bendera ke Masyarakat
Lebanon Sebut Perundingan dengan Israel Ada Kemajuan, soal Tawanan dan Perbatasan

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 

Berita Terbaru

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]

#indonesiaswasembada

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:41 WIB

Waspada Flu Burung Naik Lagi, Jangan Lengah

#indonesiaswasembada

Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:38 WIB

#indonesiaswasembada

Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 

Sabtu, 8 Agu 2026 - 23:59 WIB