Korea Utara Dimata Teguh Santosa

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengantar
BAGI sebagian orang, mendengar Negara Korea Utara akan terfikir segala macam hal miring tentangnya. Dari faham komunis yang dianut, dengan turunannya seakan-akan menakutkan. Demikian adanyakah? Berikut penuturan Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia dan Korea Utara (PPIK), Teguh Santosa bersama Hendro Saky, Ketua JMSI Aceh dalam sebuah perjalanan.

DALAM perjalanan ke Bandung beberapa waktu lalu, saya menumpang mobil Teguh Santosa. Berangkat dari Jakarta, kami menelusuri jalanan ibukota menuju kota dingin itu. Banyak topik yang kami perbincangkan, dari soal organisasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), politik nasional, hingga soal geo-politik negara-negara yang pernah dikunjunginya.

Baca Juga:  Pelantikan JMSI Sumbar 2026: Perkuat Barisan, 5 Tokoh Raih JMSI Awards

Bicara tema politik, Teguh sangat menguasai persoalan. Penjelasannya yang dibangunnya dibarengi dengan teori-teori dari buku bacaan. Maklum, selain sebagai Ketua Umum JMSI, pria yang juga menjabat sebagai CEO RMOL.ID itu adalah dosen hubungan internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Waktu tempuh yang agak panjang menuju Bandung, tidak saya sia-siakan untuk banyak bertanya, dan menimba ilmu dari Teguh Santosa. “Sebenarnya bagaimana Korea Utara itu, Bang. Sebab selama ini opini yang dibangun tentang negeri itu agak miring. Bias informasi kerap terbangun,” tanyaku padanya.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa

Pertanyaan itu saya ajukan bukan tanpa alasan, sebab rekam jejak Teguh tentang Korea Utara sangat baik. Dia beberapa kali berkunjung kesana, hingga mendapatkan dua bintang kehormatan dari negara itu. Pasca kejatuhan Uni Soviet, Korea Utara sempat mengalami kegamangan. Ada kegundahan, dan proses menuju normalisasinya sangat panjang, terang Teguh.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan
Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?
Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader
Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap
Peng Liyuan-Melania Trump Kunjungi Museum Nasional
Tiongkok-Indonesia Kerja Sama Perikanan Tangkap
Diplomasi Panda Xi-Guna Lingkungan Lebih Aman
Tiongkok-AS Menuju Titik Sejarah Baru

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 11:01 WIB

Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan

Sabtu, 26 September 2026 - 05:42 WIB

Kenaikan Penjualan Truk, Kebutuhan Daya Angkut atau Pergantian Armada dari Lama ke Baru?

Sabtu, 26 September 2026 - 05:33 WIB

Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader

Sabtu, 26 September 2026 - 05:21 WIB

Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap

Jumat, 25 September 2026 - 23:50 WIB

Peng Liyuan-Melania Trump Kunjungi Museum Nasional

Berita Terbaru

Berita Utama

Irjen Pol Helfi Assegaf: Film Ageman Edukasi Sikapi Perbedaan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:01 WIB

Berita Utama

Gerindra Way Kanan Ikuti Apel Kader

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:33 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Berita Utama

Trump-Xi, Sementara Dunia Lepas dari Perangkap Thucydides Trap

Sabtu, 26 Sep 2026 - 05:21 WIB


Peng Liyuan, istri Presiden Tiongkok Xi Jinping, dan Melania Trump, istri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengunjungi Museum Nasional Seni Asia (National Museum of Asian Art) di Washington DC, AS, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Peng Liyuan-Melania Trump Kunjungi Museum Nasional

Jumat, 25 Sep 2026 - 23:50 WIB