Laporan : Vini
TBC adalah penyakit paru-paru yang bisa menyerang segala usia. TBC umumnya menyerang paru-paru. Tapi, penyakit ini juga bisa menyerang organ lain. Misalnya, selaput otak, usus, kelenjar getah bening, ginjal, tulang, hingga kulit.
Penularannya bisa melalui percikan atau droplet dari penderita yang tidak diobati ke orang lain yang sehat. Sementara pada anak, TBC bisa menular melalui lingkungan terdekatnya, misal orang tua atau kerabat.
Melansir laman Kementerian Kesehatan, penyakit ini bisa menular lewat udara saat pasien TBC batuk, meludah, bahkan berbicara dan mengeluarkan droplet. Terutama jika mereka tidak menutup mulutnya.
Mengenali gejala TBC pada anak sejak dini penting dilakukan. Agar penyakit itu bisa segera diobati tanpa dibiarkan bersarang di tubuh si kecil terlalu lama. Dilansir dari laman cnnindonesia.com, berikut gejala TBC anak yang harus diwaspadai:
1. Berat badan tidak naik
Berat badan anak umumnya naik secara signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh asupan makanan dan metabolisme si kecil. Tapi, pada pasien TBC anak, berat badan tidak mengalami kenaikan. Waspada jika anak tidak mengalami kenaikan berat badan selama kurang lebih dua bulan.
2. Demam
Jika anak mengalami demam selama dua minggu atau demam tanpa sebab secara berulang, harus waspada. Bisa jadi anak terkena TBC, segera lakukan pemeriksaan. Orang tua juga harus waspada terutama jika suhu badan anak cenderung tidak tinggi namun demam.
3. Batuk tak kunjung sembuh
Jika anak mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, orang tua harus waspada. Jika batuk tersebut setelah dua minggu tak sembuh dan semakin parah segera lakukan pemeriksaan.
4. Lemas
Anak cenderung tidak bersemangat, lemas, bahkan tidak aktif bermain
5. Ada benjolan
Benjolan akan muncul di bawah rahang, ketiak, atau selangkangan. Benjolan ini adalah benjolan getah bening.
Itulah beberapa gejala TBC pada anak. Waspada sebelum terlambat.##
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.