Kemiling, Lampung – Fenomena kenakalan remaja di kawasan Kemiling, Lampung, semakin memprihatinkan. Salah satu bentuk kenakalan yang tengah meresahkan masyarakat adalah maraknya prostitusi online yang melibatkan sejumlah remaja. Praktik ini diduga melibatkan jaringan yang cukup terorganisir, dengan memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan sebagai sarana untuk menawarkan layanan seksual.
Beberapa laporan dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa prostitusi online ini melibatkan remaja perempuan yang masih di bawah umur. Mereka biasanya direkrut melalui platform seperti Instagram, Facebook, dan aplikasi chatting lainnya. Para remaja ini dijanjikan sejumlah uang atau barang-barang mewah sebagai imbalan, yang membuat mereka tergoda untuk terjun ke dalam praktik prostitusi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kepolisian Resor (Polres) Bandar Lampung, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan terkait sindikat prostitusi online yang kini merambah ke kalangan remaja. “Kami tengah melakukan pendalaman terhadap jaringan ini, dan kami sangat khawatir jika ini terus berkembang. Tidak hanya merusak moral remaja, tetapi juga membahayakan keselamatan mereka,” ujar Kapolres Bandar Lampung, AKBP Rudi Hartono.
Beberapa korban yang berhasil ditemukan dalam penyelidikan ini mengaku telah terjebak dalam praktek prostitusi online setelah dijanjikan uang atau hadiah dari orang yang tidak mereka kenal. Mereka kemudian diminta untuk melakukan pertemuan dengan pria yang memesan layanan seksual melalui media sosial. Salah satu korban yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa ia terpaksa mengikuti permintaan tersebut karena adanya tekanan ekonomi dan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyebab Maraknya Prostitusi Online di Kemiling
Ada beberapa faktor yang dianggap menjadi penyebab maraknya prostitusi online di kalangan remaja di Kemiling, di antaranya adalah kemiskinan, kurangnya perhatian orang tua, dan pengaruh media sosial yang semakin kuat. Banyak remaja yang merasa terisolasi atau kurang mendapatkan perhatian dari keluarga, sehingga mereka cenderung mencari perhatian dari luar, meski dalam bentuk yang merugikan.
Psikolog remaja, Dr. Maya Wati, menyebutkan bahwa remaja adalah kelompok usia yang rentan terhadap perubahan emosional dan sering kali tergoda oleh tawaran-tawaran yang menjanjikan kehidupan lebih baik. “Di dunia maya, mereka bisa bebas berinteraksi dan tanpa pengawasan ketat dari orang tua. Hal ini membuat mereka lebih mudah terjerumus dalam perilaku yang salah,” katanya.
Pentingnya Peran Orang Tua dan Masyarakat
Para ahli dan pemerintah setempat mengimbau agar orang tua lebih aktif dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama yang berkaitan dengan penggunaan media sosial. Selain itu, edukasi tentang bahaya prostitusi online juga perlu diberikan sejak dini kepada para remaja agar mereka dapat mengenali dan menghindari jebakan yang membahayakan.
“Masyarakat dan pihak sekolah juga harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi anak-anak. Kita harus membekali mereka dengan pemahaman yang cukup mengenai bahaya narkoba, kekerasan, serta eksploitasi seksual online,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Arif Setiawan.
Langkah Ke Depan
Polres Bandar Lampung mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus melakukan operasi untuk membongkar jaringan prostitusi online di wilayah Kemiling. Selain itu, mereka juga akan melakukan pendekatan dengan masyarakat dan menggiatkan kegiatan-kegiatan positif bagi remaja untuk menghindari keterlibatan dalam kenakalan remaja seperti ini.
Kepolisian mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar segera melaporkan apabila mengetahui adanya praktik prostitusi online atau tindakan kriminal lainnya yang melibatkan anak-anak dan remaja. “Kami siap menindak tegas pelaku kejahatan ini, tetapi peran masyarakat juga sangat penting dalam mengawasi perkembangan anak-anak kita,” tambah AKBP Rudi Hartono.
Artikel ini menggambarkan situasi yang cukup memprihatinkan, mengingat tingginya kasus prostitusi online yang melibatkan remaja di Kemiling, Lampung. Dengan adanya kerjasama antara masyarakat, orang tua, dan pihak berwajib, diharapkan fenomena ini bisa segera diminimalisir.
Penulis : Romy Agus
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Lampung Selatan, Kominfo
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.