Bidhumas Polda Lampung
Press Release No : 492/ VIII/HUM.6.1.1/2022/Bidhumas
Jumat, 05 Agustus 2022.

Laporan: Anis

BANDAR LAMPUNG – Kapolda Lampung Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, didampingi Karo Ops Kombes Pol. Amiludin Roemtaat, serta Dansat Brimob Lampung kombes Pol. Wahyu Widiarso Suprapto, menerima audiensi dan silaturahmi dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung, bertempat di ruang kerja Kapolda Lampung, Jumat (5/8).

Hadir dalam kegiatan ini yaitu Ketua FKPT Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, wakil ketua/bendahara Andi Lie Wirawan, Kabid Pengkajian dan Penelitian Abdul Qodir Zaelani, Sekretaris Hermansyah Saleh, Kabid Agama dan Sosial, H. Suparman Abdul Karim Hasan, Kabid Media dan Hukum H. Ardiansyah serta Kabid Pemuda FKPT Kurniawan.

Ketua FKPT Provinsi Lampung Muhammad Firsada, dalam pertemuan itu ia berkesempatan memperkenalkan para pengurus FKPT Provinsi lampung.

Baca Juga:  Tekab 308 Dituntut Profesional, tak Rekayasa Kasus!

Firsada mengatakan, sebagai perpanjangan tangan dari BNPT, kami melaksanakan program kegiatan bidang media yang diberi nama asyfa, salah satu kegiatannya adalah Program Survey yaitu untuk mengukur indeks terorisme dan radikalisme di Lampung.

“Program kegiatan yang tadi kami sampaikan, kami mohon dukungan dari bapak Kapolda dan seluruh jajaran Polda Lampung, semoga kita dapat berkolaborasi dalam melaksanakan tugas-tugas pencegahan terorisme ini kedepannya,” kata Firsada.

Sementara itu Kapolda Lampung Irjen Pol. Akhmad Wiyagus mengatakan, dalam memberantas aksi terorisme dan radikalisme Polri tidak dapat bekerja sendiri, Polri harus bekerjasama dengan seluruh pihak terkait, terutama kehadiran masyarakat sangat dibutuhkan.

Ancaman terorisme dan radikalisme nyata dan mengancam integrasi NKRI. Kapolda Lampung mengatakan fokus saat ini adalah upaya pencegahan munculnya kelompok radikal ataupun intoleran.

Baca Juga:  Kapolda Apresiasi 15 Tekab 308 Berprestasi

Dukungan seluruh lapisan masyarakat seperti FKPT diperlukan khususnya memberikan sosialisasi kepada anak-anak maupun remaja seperti ke sekolah-sekolah untuk mencegah munculnya paham radikalisme dan terorisme.

Polda Lampung selalu melibatkan penyuluh dari tokoh agama untuk melakukan himbauan pada masyarakat dan anak-anak muda kita, agar tidak terpengaruh dalam paham yang bertentangan dengan ideologi pancasila, ucapnya.

Kapolda menjelaskan, Kita sepakat jika memang terjadi hal-hal yang tidak di inginkan kita rapat bersama dan kumpul, untuk mencari strategi langkah-langkah dalam penyelesaiannya. Kita jangan ragu untuk menjaga NKRI, mari sama-sama kita wujudkan visi misi Provinsi Lampung dan saya yakin untuk kedepan Lampung ini tidak akan kalah maju dengan Provinsi lainnya, tutupnya.##

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini