Jalur Sutra Perdagangan Tiongkok dan Tugu Empat Marga-Megou Pak

Senin, 20 Juli 2026 | 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta Jalan Jual Beli Tiongkok ke Myanmar dan Laos [AN]

Peta Jalan Jual Beli Tiongkok ke Myanmar dan Laos [AN]

TIONGKOK-Penjualan teh dari China ke Myanmar dan Laos merupakan bagian dari Jalur Teh-Kuda Kuno (Ancient Tea-Horse Road atau Chamagudao), yang sering disebut sebagai jalur cabang dari Jalur Sutra Selatan/Barat Daya.

Dari pusat perkebunan teh di Provinsi Yunnan (seperti Pu’er dan Xishuangbanna), kafilah membawa teh melintasi perbatasan darat dan sungai menuju Asia Tenggara.

Kota Kunming, Pu’er (Simao), dan Xishuangbanna di Provinsi Yunnan menjadi titik awal keberangkatan kafilah penunggang keledai/kuda.

Karavan bergerak ke selatan melalui Mengla, melintasi wilayah perbatasan menuju Boten di Laos, lalu mendistribusikan teh sambil menukar komoditas lokal seperti garam batu.

Sementara cabang rute barat membentang dari Yunnan melewati daerah seperti Baoshan dan Lincang menuju kota-kota perdagangan di Negara Bagian Shan dan Mandalay di Myanmar.

Barter Komoditas
Teh Tiongkok (terutama teh hitam dan teh terkompresi/Pu’er) ditukar dengan rempah, hasil bumi, dan barang logam dari Asia Tenggara.

Seiring waktu, rute perdagangan kuno ini kini digantikan oleh infrastruktur modern seperti jalur darat, sungai Lancang-Mekong, serta jaringan rel kecepatan tinggi seperti Kereta Api China-Laos yang menghubungkan Mohan (China) dan Boten (Laos).

Kini, wilayah perbatasan dan pelabuhan darat di Yunnan berfungsi sebagai gerbang utama distribusi logistik dan komoditas antara China dan daratan Asia Tenggara.

Baca Juga:  Gubernur Lampung dan DPRD Sepakati Raperda Pertanggungjawaban 2025

Dibalik cerita ini, seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, Tiongkok mampu mengungkap sejarah tempo dulu menjadi branding wisata.

Jalur sutra bisnis tempo dulu Tiongkok ini memaksa delegasi Indonesia untuk melihat seperti apa Ancient Tea-Horse Road atau Chamagudao. Analisa sederhana saya; kecintaan sejarah leluhur, dinarasikan sungguh-sungguh, terpadu saya yakin mendunia. Ditambah konsistensi dan semangat bersama nasional dan daerah.

Ini termasuk museum Ceng Ho yang terkenal itu. Terpelihara dan terus digaungkan. Mengagungkan leluhur dan mendapatkan keuntungan.

Bagaimana Lampung?

Sedemikian kah Indonesia? Apalagi Lampung? Saya sependapat dengan Ko Jimy. Sahabatnya sahabat saya Anton Kurniawan, yang kini menjadi Sekretaris JMSI Lampung. Orang Lampung (anak muda Lampung) jauh dari “mengenal” apalagi kagum dan bangga dengan sejarahnya. Padahal, di Cina, yang baru saja saya datangi, sangat memuliakan leluhur dan budaya tempo dulu.

Saya bangga dengan Kepemimpinan Mirza-Jihan soal Kamis Beradat. Harus didukung dan harus di kuatkan.

Soal mendatangkan uang dari sektor wisata, Lampung boleh lah mencontoh Tulangbawang Barat. Era kepemimpinan Umar, saya nilai sudah mendekat ala ala Tiongkok. Berani saya katakan, Tulangbawang, Mesuji dan daerah berbatasan lainnya sangat ketinggalan ketimbang Tulangbawang Barat.

Baca Juga:  KWP Kecam Pernyataan Benny K. Harman Diduga Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Gak"

Tulang Bawang Barat (Tubaba) jauh lebih maju dan menonjol dibanding Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) dan Mesuji. Tubaba sukses membangun identitas daerah melalui konsep arsitektur modern yang sarat nilai filosofis dan budaya, menjadikannya tujuan wisata populer di Lampung.

Tulang Bawang Barat (Tubaba) sedikit demikit membangun landmark ikonik berarsitektur megah dan unik seperti Islamic Center Tulang Bawang Barat, Tugu Rato Nago Besanding, Tugu Empat Marga (Megou Pak), kawasan wisata ekologis Uluan Nughik, dan Taman Umbul Kapuk.

Keberanian Umar Ahmad patut di acungkan jempol. Beliau mampu mengangkat kemulian empat marga, kreatif, penataan ruang yang lumayan apik. Tinggal poles lebih sedikit dengan narasi menggigit, saya yakin Tuba Barat akan lebih dikenal di dunia luar.

Padahal, Lampung Barat, Pesisir Barat, Pesawaran dan daerah lainnya tak kalah eksotik ketimbang Tulang Bawang Barat. Dan saya yakin, Tuhan melukis ciptaan NYA dengan kelemahan dan kelebihan nya masing-masing.

Bagi mereka yang mampu melihat dengan baik, Insyaallah decak kagum serta syukur akan selalu di ucapkan manakala keindahan itu tersaji. Dan saya yakin, Lampung mampu menghadirkan kekaguman lain diluar Hainan dan Yunan Tiongkok. Tabik.


Penulis : Ahmad Novriwan


Editor : Romy


Sumber Berita : Tiongkok

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat
Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit
Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel
Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal
Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 
Proyek Kerja Sama Yunnan-Bali Masuki Tahap Baru
TAPM Lampura Klarifikasi Dugaan Pungli Pendamping Desa, Laporan Lima Oknum Sudah di Meja Kepala BPSDM
DPR Dukung Kebijakan Kemensos Tangguhkan Bansos Bagi Keluarga Terindikasi Judol

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Lampung Timur [Ris]

#indonesiaswasembada

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Jumat, 14 Agu 2026 - 01:00 WIB

Para pengunjung mengamati mobil Chery Q dalam pameran GIIAS 2026 yang digelar di Tangerang, Provinsi Banten, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.[cherry]

#indonesiaswasembada

Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit

Jumat, 14 Agu 2026 - 00:53 WIB

Jurnalis Palestina Saleh Aljafarani Tewas Saat Meliput di Gaza [xin]

#indonesiaswasembada

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel

Kamis, 13 Agu 2026 - 21:42 WIB

ILustrasi Penembakan di Sekolah Thailand

#indonesiaswasembada

Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:44 WIB

Transpormasi Digital Perkuat Ekonomi Digital Lampung

#indonesiaswasembada

Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:32 WIB